PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 9


__ADS_3

sudah mas Adit boleh buka mata " *teriak citra dari dalam kamarnya.


Aditpun membuka matany dan berjalan kembali ke ruang tamu dengan perasaan yang campur aduk.


Dengan perasaan yang campur aduk, Adit duduk dikursi dan meminum minuman yang sudah disuguhkan oleh citra sebelumnya.


Sedangkan citra yang berada dikamarnya terlihat sangat malu dan terus merutuki kebodohannya.


"Ceroboh sekali si kamu citra, ya ampun mas Adit tadi ngintip ngga ya pas aku lari kekamar, ngga mungkin ngga mungkin mas Adit ngga mungkin ngintip.


Citra lalu melanjutkan ber-make up setelah selesai memakai bajunya dan keluar menuju ruang tamu dimana Adit berada.


"Maaf mas Adit nunggunya lama"


"ngga masalah kok cit, namany juga perempuan" *ucap Adit dengan sedikit gugup, dia masih belum bisa mengontrol hatinya setelah melihat citra yang hanya memakai handuk.


"Citra bikinin masakan dulu ya mas, kita makan siang dulu, nanti baru kerumah ibu"


"terserah kamu aja cit, mau makan diluar ya aku ayo, mau kamu yang masak ya aku ayo banget, hehe"


Adit dan citra terkekeh.


"Aku masak aja, sekali-kali mas Adit makan masakan aku, ya walaupun ngga enak tapi masih layak untuk dimakan manusia kok"


hahaha Adit tertawa mendengar ucapan citra, sungguh gemas sekali melihat tingkah citra yabg seperti itu, andai saja..


AUTHOR: STOP DIT JANGAN MENGHAYAL, AUTHOR MAU LANJUT CERITA DULU.


Citra berjalan ke dapur dan menyiapkan bahan yang akan dia masak.


Adit menyalakan televisi yang berada diruang tamu dan menonton acara yang sedang tayang.


Setelah hampir satu jam citra berkutat dengan segala peralatan dapurnya, masakanpun siap dihidangkan, kali ini citra memasak cumi saus tiram, cah kangkung dan tahu goreng.


Citra yang selesai menyiapkan makanan dan peralatan makan dimeja makan minimalis miliknya, segera memanggil Adit yang masih fokus dengan layar televisi.


"asyik banget kayaknya, lagi nonton apa si mas?


Adit yang mendengar suara citra, menengok kesumber suara "lagi nonton sinetron nih cit, bagus juga ceritanya"


"emang ceritanya tentang apa?


"itu tuan muda kaya raya yang jatuh cinta dengan pelayannya.


"Haisshh, aku ngga suka si nonton sinetron kaya gitu, suka ngga masuk akal aja gitu"

__ADS_1


"Ya kan bisa saja itu terjadi cit, kita kan ngga ada yang tau"


",," citra hanya tersenyum.


"yaudah yuk kita makan dulu mas, udah jam 12 lewat"


Adit mengangguk dan mereka berdua makan siang dengan menu yang sungguh menggugah selera.


Adit terlihat sangat lahap dengan masakan yang dibuat citra "enak banget cit, cocok nih kalo jadi ibu dari anak-anakku"hehe


"mas Adit ngaco deh"


"lah serius aku mau kamu nanti jadi ibu dari anak-anakku"


",," citra terdiam dan menatap Adit dengan wajah yang susah ditebak.


Adit yang ditatap seperti itu, merasa tidak enak, dia sungguh keceplosan karena lupa tidak membawa saringan, untuk menyaring ucapannya.


Citra masih terdiam dan masih terus menatap Adit.


"Hahahhaa" tiba-tiba citra tertawa karena menganggap Adit sedang bercanda.


Adit yang bingung dengan sikap citra yang tiba-tiba tertawapun mengerutkan dahinya "kok malah ketawa"


"ya Tuhan ternyata dia pikir ucapanku hanya bercanda" *ucap Adit dalam hati.


"Habiskan makanannya mas Adit jangan malu-malu"


"iya , kamu juga ya biar badannya ngga terlalu kurus kaya gitu"


"Yee, ini mah udah ideal, aku ngga suka tubuh yang besar dari ini"


Akhirnya mereka berdua menghabiskan makan siang mereka dan bersiap untuk pergi kerumah ibu Anton.


Diperjalanan menuju rumah ibu Anton, Adit dan citra mampir ke swalayan yang tidak jauh dari apartemen citra untuk membeli buah tangan untuk ibu Anton.


Setelah selesai membayar belanjaan mereka dikantin Adit dan citra berjalan ke basemant untuk mengambil mobil Adit dan mereka langsung melaju ketempat tujuan mereka.


Perjalanan dari swalayan tersebut dengan rumah ibu Anton hanya membutuhkan waktu 25 menit, Adit yang baru saja sampai, segera memarkirkan mobilnya dihalaman rumah ibu Anton.


Terlihat disana Rani berdiri dengan ibunya menyambut kedatangan tamu yang sudah mereka tunggu-tunggu sedari tadi.


"Akhirnya kalian sampai juga"*ucap ibu Anton pada Adit dan citra yang berada didepannya.


Citra dan Adit mencium tangan ibu Anton dan bersalaman dengan Rani lalu masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"kalian sudah makan?ibu sudah masak banyak tadi spesial buat kalian"


"kita sudah makan kok Bu, tadi citra sudah masak dirumah, sayang kalau ngga dimakan" *ucap citra tersenyum canggung, Karena merasa tidak enak.


"yah, terus makanannya siapa yang makan"


"Biar nanti mba citra sama mas Adit bawa pulang aja Bu, untuk makan malam" *ucap Rani


"iya betul juga, nanti kalian bawa pulang ya makannya"


Adit dan citrapun hanya mengangguk pasrah karena tidak enak jika menolak, apalagi makanannya spesial dibuat untuk mereka berdua.


"Bagaimana hubungan kalian berdua" *ucap ibu Anton tiba-tiba.


Rani yang mendengar ucapan ibunya menepuk jidatnya, lalu menyenggol lengan ibunya.


Citra bingung dengan ucapan ibu Anton ditambah Rani yang menyukai lengan ibunya, sedangkan Adit menunduk sambil tersenyum.


"maksud ibu, bagaimana kabar kalian"


"ohh, baik Bu" *ucap citra dan Adit bersamaan.


Menyadari itu citra dan Adit saling menatap dan tersenyum.


Rani dan ibu Anton juga tersenyum melihat tingkah kedua manusia didepannya.


Rani mengajak citra kekamarnya untuk sekedar curhat tentang sekolah dan juga percintaannya.


Sedangkan Adit duduk ditaman belakang bersama ibu Anton.


"Bagaimana kemajuan hubungan kalian nak?


"masih biasa saja si Bu, citra masih susah untuk membuka hatinya"


"kamu harus tetap semangat ya nak, ibu yakin suatu saat nanti, citra pasti bisa membuka hatinya untuk kamu"


"amin Bu semoga saja citra bisa menerima cinta Adit"


"maksud ibu dan mas Adit apa ya?


Tanpa mereka ketahui ternyata citra berada dibelakang mereka.


Tadinya citra berniat untuk mengambil minuman didapur karena dirinya merasa haus, namun dia sedikit mendengar percakapan ibu Anton dan Adit yang membawa-bawa namanya dan citrapun menguping pembicaraan mereka, namun betapa kagetnya citra saat mendengar ibu Anton memberikan semangat pada Adit untuk terus mengejar cintanya.


"nak citra" *ibu Anton kaget melihat citra yang sudah berdiri dibelakang mereka.

__ADS_1


__ADS_2