
Adit hanya diam mendengar ucapan citra, dia tidak berhak marah karena kenyataannya memang seperti itu.
"huwaaa.
Rio kembali menangis, karena mengetahui jika dirinya tidak akan lagi bertemu dengan omanya, padahal Rio sangat bahagia karena baru saja mempunyai Oma.
Kejadian itu tidak luput dari foto dan video yang diambil oleh suruhan nyonya Kim, yang ditugaskan untuk memata-matai citra.
Adit yang tidak tega melihat Rio menangis akhirnya meminta citra dan Rio untuk masuk kedalam mobil, Adit berniat akan membawa Rio ketempat hiburan terlebih dahulu sebelum mengantarkan mereka pulang, agar Rio sedikit lupa tentang mamahnya yang sudah Rio anggap sebagai Oma Rio.
Citra dan rio pun masuk kedalam mobil, Rio duduk dipangkuan citra dengan sisa tangisannya.
Didalam perjalanan citra mengerutkan keningnya "maaf pak Adit, tapi ini bukan jalan menuju kerumah saya?
"," Adit tidak menjawab, dia hanya tersenyum tanpa menoleh kecitra sama sekali.
Citrapun kembali diam, dan menatap lurus kedepan.
Hingga mulutnya tiba-tiba menganga saat mobil Adit sampai diparkiran taman hiburan terbesar disana.
"maksud pak Adit membawa kita kesini untuk apa ya?
"aku hanya ingin menghilangkan kesedihan Rio"
"tidak perlu pak , nanti juga Rio akan lupa sendiri, jadi bisakah kita pulang sekarang"
"," Adit diam
"Lio mau mainan itu mih" *tunjuk Rio pada biang Lala yang sedang berputar dengan lampu kelap kelip yang sangat bagus.
__ADS_1
"besok saja ya Rio, kalau mami libur kita kesini sama ibu youna"
"nda mau, Lio maunya sekalang mami, huwaaa"
*Rio kembali menangis
Adit melirik kearah citra yang bingung harus bagaimana "yaudah ayo Rio kita kesana"
Citra menoleh menatap Adit yang juga sedang menatapnya.
Cukup lama mereka saling tatap, hingga kedipan mata Adit membuat citra membuang muka karena salah tingkah.
Adit tersenyum karena berhasil menggoda wanita tercintanya.
"ayo mami, ayo papi, kita kesana sekalang"
"nda mau, Lio maunya sama mami sama papi, kaya anak ketil itu" *tunjuk Rio pada anak perempuan yang sedang berjalan dengan tangan kanannya di pegang oleh ayahnya dan tangan kirinya dipegang oleh ibunya, anak tersebut terlihat sangat bahagia.
Citra yang melihat kemana arah Rio menunjuk merasa hatinya sangat sakit, dia merasa sangat bersalah kepada anaknya karena selama ini telah menyembunyikan sosok papi kepadanya, walaupun akhirnya takdir mempertemukan mereka berdua, namun citra masih belum berani mengatakan semuanya kepada Rio.
"mau ya mi, ayo mi" *ajak Rio dan mau tidak mau citrapun mengikuti ajakan anaknya.
mereka bertiga turun dari mobil "ayo Rio digendong papi"
"nda mau, Lio maunya jalan sendili" *tolak Rio dan kedua tangannya dia ulurkan agar dituntut oleh Adit dan citra.
Adit tidak bisa lagi menahan kebahagiaannya, walaupun dia belum tau Rio benar anak kandungnya atau bukan, tapi saat ini Adit merasakan kebahagiaan yang begitu besar.
Dan moment mereka bertiga tidak luput dari potret dan video yang diambil oleh orang suruhan nyonya Kim.
__ADS_1
Dirumah yang sangat megah dan mewah, nyonya Kim baru saja selesai dengan aktivitasnya dikamar mandi setelah pulang dari kantor anaknya ,dibuat kaget juga bahagia ketika beliau membuka ponselnya.
Disana Nyonya Kim bisa melihat kebahagiaan anaknya yang tidak pernah dia lihat selama ini, kebahagiaan yang lenyap ketika Adit kehilangan sosok ayahnya, dan saat ini kebahagiaan itu nyonya Kim bisa lihat lagi ketika Adit bertemu dengan wanita bernama citra dan saat ini dengan kehadiran seorang anak laki-laki bernama Rio, air matanyapun tidak bisa dia tahan lagi, beliau baru menyadari jika uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Dan nyonya Kim dibuat kaget ketik melihat gambar yang dikirimkan orang suruhannya yang pertama, disana terlihat jelas kalau citra berada diparkiran kantor milik Adit, itu artinya citra bekerja diperusahaan milik suaminya yang saat ini diserahkan kepada anaknya.
"jadi selama ini citra bekerja dan satu kantor sama Adit, pantas saja aku cari-cari diindonesia tidak pernah bisa dilacak"
Nyonya Kim mengingat selama 4 tahun ini suruhannya yang diindonesia masih terus berusaha mencari keberadaan citra, beliaupun akhirnya menelpon suruhannya untuk berhenti mencari keberadaan citra.
Ada rasa lega dan juga bahagia dihati nyonya Kim saat ini, seperti beban yang selama ini berada dipundaknya hilang begitu saja.
Nyonya Kim semakin yakin jika Rio adalah anaknya, karena jika dipikir-pikir umur Rio dengan hilangnya citra dulu sangat pas.
Beliau juga tidak sabar menunggu besok pagi sama seperti anaknya Adit.
Ditaman hiburan
Adit, citra dan Rio sedang berada dibiang Lala, Rio sangat bahagia disana, apalagi saat keranjang yang dinaiki mereka berada diatas, Rio berteriak kegirangan berbeda dengan Adit yang sangat takut ketinggian.
Wajah Adit sangat pucat dan keringatnya bercucuran, dia hanya diam sedari mereka baru saja memasuki keranjang yang mereka akan naiki.
Citra yang sempat melirik ke arah Adit dibuat kaget melihat wajah Adit yang sudah seperti mayat hidup itu "ya Tuhan pak Adit"
"," Adit hanya diam dengan tangan yang memegang besi disebelahnya sangat kencang.
Citrapun tau jika ternyata Adit takut dengan ketinggian, citra dengan terpaksa duduk disebelah Adit dan memegang tangannya untuk sediki meberi ketenangan, karena masih ada dua putaran lagi.
Sedangkan Rio yang melihat papinya sakit tiba-tiba memeluk tubuh Adit, membuat Adit pelan-pelan bisa menghilangkan ketakutannya.
__ADS_1