PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 24


__ADS_3

Adit pergi ke mall dengan mengendarai mobil sport berwarna hitam miliknya, setelah sebelumnya dia mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai.


Citra yang baru saja sampai dimall langsung berjalan menuju toko baju paling besar dimall tersebut, gaun-gaun yang mereka jualpun sangat bagus karena memang harganya lumayan menguras isi kantong.


Namun karena citra memang sama sekali belum mempunyai gaun pestapun, tidak masalah jika sebagian tabungannya akan dia gunakan untuk membeli gaun pesta untuk dipakai besok lusa.


Citra masuk kedalam toko baju tersebut dan memilih- milih gaun yang cocok terutama untuk kulit dan tubuhnya, dalam urusan fashion citra memang sudah sangat berpengalaman, karena dia sangat menyukai fashion dan juga make up.


pelayan toko baju tersebutpun dengan senang hati membantu citra memilih beberapa gaun untuknya.


"yang ini model terbaru ka, warnanya juga bagus, mau dicoba kak?" *ucap pelayan toko yang mendampingi citra memilih baju.


"boleh mbak, saya coba dulu ya?


"silahkan kak"


Citra masuk keruang ganti dan mencoba baju yang direkomendasikan oleh pelayan toko tersebut.


Setelah selesai mencoba gaun tadi, citra keluar dari ruang ganti dan menyerahkan kembali gaun tersebut pada pelayan dan mencoba gaun yang lain.


Setelah mencoba beberapa gaun akhirnya pilihan citra jatuh pada satu gaun berwarna biru navy, dengan model atas tanpa lengan dan bagian bawah memanjang hingga mata kaki, gaun tersebut juga model pas body jadi lekukan tubuh citra bisa terlihat jelas,namun masih terlihat sopan.


Citrapun membayar gaun tersebut kekasir dan setelah itu, citra keluar dari toko untuk pergi ke restoran Jepang yang berada dimall tersebut karena cacing diperutnya sudah demo sedari tadi.


Bagaimana tidak, citra tidak makan siang saat istirahat tadi, karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya, agar dia tidak lembur dan bisa pergi kemall seperti saat ini.


Citra masuk kedalam restoran Jepang dan memilih bangku yang berada dipojokan.


Saat citra sedang berjalan menuju bangku tersebut dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita yang cantik dan lebih tinggi darinya.


"sory, saya ngga sengaja" *ucap wanita tersebut tanpa tersenyum pada citra.


Citrapun tersenyum dan mengangguk "ngga papa mba"


Citrapun kembali berjalan menuju bangku yang akan dia duduki untuk menikmati makanan Jepang kesukaannya.


citra duduk dan pandangannya kembali bertemu dengan wanita yang tadi dia tabrak, citra melihat wanita tersebut sedang memperbaiki riasannya.

__ADS_1


"pasti wanita itu mau bertemu dengan kekasihnya" *ucap citra dengan tersenyum tipis , citra kembali mengingat kenangannya saat masih bersama Adit, dia masih ingat jelas saat dirinya akan bertemu dengan Adit pasti dia akan berdandan terlebih dahulu, walaupun hanya sekedar menonton televisi dirumah tidak pergi keluar, citra akan tetap berdandan agar selalu terlihat cantik didepan Adit.


"kamu mikirin apaan si citra, move on cit move on" *citra menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pelayan datang dan memberikan buku menu pada citra.


"silahkan ka buku menunya"


"terimakasih *citra melihat-lihat menu yang tersedia direstoran tersebut, lalu dia memesan salah satu makanan favoritnya "mbak shusi 1 ya, minumnya Boba Gren tea"


"Baik kak, mohon ditunggu sebentar"


Citrapun menunggu sekitar 10 menit dan makananpun datang dan disajikan oleh pelayan tadi.


"silahkan kak"


"terimakasih"


Citra yang sudah tidak sabar untuk segera menyantap makanan Didepannya, langsung melahap shusi yang sangat menggiurkan tersebut.


"uhuk, uhuk, uhuk" *citra segera mengambil minuman Didepannya dan menenggaknya hingga habis hampir setengahnya.


"mas Adit ngapain kerestoran ini juga si" *citra mencoba menyembunyikan wajahnya dibalik buku menu yang berada didepannya.


Citra melihat langkah Adit yang semakin mendekatinya, hati citra sudah tidak bisa terkontrol, dia begitu gugup kalau tiba-tiba Adit menghampirinya "ya tuhan hamba belum siap jika harus berbicara berdua dengannya"


Baru saja citra selesai traveling dengan pikirannya, dia dibuat terkejut saat tiba-tiba Adit duduk didepan kursi wanita yang tadi bertabrakan dengannya.


Ternyata wanita yang sedari tadi merias wajahnya hampir setengah jam, sampai-sampai wajahnya sudah seperti topeng itu, karena dia ingin bertemu dengan Adit mantan kekasihnya yang sampai saat ini masih menguasai hatinya.


Tanpa terasa air mata citra menetes saat melihat Adit sedang berdua dengan wanita lain, walaupun bisa dilihat Adit sama sekali tidak merespon wanita Didepannya.


"apa dia kekasih mas Adit sekarang ya? kalau istri ngga mungkin, soalnya kata orang-orang dikantor mas Adit belum menikah" *gumam citra yang masih betah menatap dua orang Didepannya, padahal air matanya sudah menetas membasahi shusinya.


dimeja lain, wanita yang saat ini berada didepan Adit sedang bercerita tentang hidupnya pada Adit, dengan suara yang dibuat manja.


Sedangkan Adit sedari tadi hanya diam, dia sangat malas mendengar ocehan wanita tidak jelas didepannya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa mamahnya mengenalkan wanita cerewet ini padaku, sungguh membuatku ingin muntah saja mendengar suara manjanya *ucap Adit dalam hati, Adit sangat acuh dengan wanita didepannya, matanya justru menyapu seluruh bangku yang berada didepannya sambil meminum minuman miliknya.


"uhuk, uhuk, uhuk," *kali ini giliran Adit yang tersedak saat pandangannya bertemu dengan mata indah yang yang sedang mengintip dibalik buku menu.


Walaupun hanya terlihat matanya, namun Adit sangat paham dengan pemilik mata indah tersebut.


"citra" *ucap Adit lirih namun masih bisa didengar oleh wanita didepannya.


"citra? citra siapa mas Adit?


Adit tidak menjawab pertanyaan wanita didepannya, dia justru terus fokus menatap citra yang juga masih setia menatapnya.


Karena tidak mendapat respon dari Adit, wanita yang berada didepan aditpun mengikuti arah pandang Adit dan seketika mengerutkan alisnya "dia kan perempuan yang tadi bertabrakan denganku, kenapa mas Adit terus saja menatapnya, ada hubungan apa sebenarnya mereka"


"Mas Adit" *wanita tersebut memanggil adit kembali dengan suara yang sedikit lebih keras dari sebelumnya, dan Aditpun akhirnya mengalihkan tatapannya kewanita didepannya.


"ada apa si, berisik banget" *ucap Adit kesal.


"mas Adit liatin siapa si mas, sampai-sampai aku panggil ngga jawab?


"kamu ngga perlu tau" *jawab Adit dan kembali menatap citra.


"ishh nyebelin banget si kamu mas"


"kalau nyebelin ngapain mau dijodohin sama aku"


"aku aduin kamu sama Tante Kim"


"silahkan"


"," wanita tersebut terdiam saat mendengar ucapan Adit dan pergi dari restoran tersebut dengan perasaan kesal.


Adit hanya tersenyum miring melihat wanita didepannya pergi "dasar wanita manja"


Tidak lama setelah wanita itu pergi Adit berdiri dari kursinya dan mendekat kekursi citra.


"hai" *sapa Adit saat sudah berada didepan citra yang sedang duduk disana.

__ADS_1


__ADS_2