
Adit terus berjalan mendekati citra dan #bug#
Saat Adit berniat untuk mengageti citra, dia justru tersandung kakinya sendiri dan jatuh tepat dibawah kaki citra.
"ya ampun pak Adit, kok bisa jatuh si? *teriak citra yang kaget melihat Adit tersungkur dibawah, dengan posisi tengkurap.
Mendengar teriakan citra Adit langsung berdiri dan mendekap mulut citra "huusstt jangan teriak teriak citra, anak kita baru saja tidur" *ucap Adit tanpa sadar
Citra yang mendengar ucapan Adit yang menyebut Rio "anak kita" pun langsung melepas tangan Adit dari mulutnya dan mundur satu langkah " enak saja anak kita, Rio itu anak saya pak Adit"
Adit tersenyum mendengar ucapan citra yang masih saja ingin menutupi fakta tentang Rio, "memang kalau tanpa laki-laki kamu bisa mengandung Rio?
Citra mengedikan bahunya "ya bisa jadi, udah ya pak Adit saya mau tidur dulu"
Citra berjalan melewati Adit, namun saat dirinya baru beberapa langkah berjalan tangan citra ditarik oleh Adit sehingga citra jatuh kepelukan Adit "apa mau aku buktikan jika karena adanya laki-laki, kamu baru bisa hamil" *ucap Adit membuat citra membulatkan matanya.
"pak Adit bicara apa si? lepasin ngga? *citra mencoba memberontak agar Adit mau melepaskan dia.
Bukannya dilepaskan, Adit justru mencium pucuk kening citra dan menghirup aroma sampo, yang masih sama dengan paroma sampo yang dulu citra pakai.
Citra yang lagi-lagi terbawa suasana menikmati ciuman Adit, citra memejamkan matanya.
Adit yang merasa tidak mendapat penolakan dari citra, akhirnya menurunkan ciumannya ke kedua mata indah citra, hidung citra, kedua pipi citra dan terakhir ke bibir citra, namun baru saja Adit menempelkan bibirnya ke bibir citra, citra terlebih dahulu berlari kekamarnya.
"huh, huh, sadar citra sadar, Kenapa kamu selalu terbawa suasana setiap kali Adit menyentuhmu, bodoh sekali si kamu cit, arrgghh" *citra terus saja merutuki kebodohannya, yang bukannya menolak, tapi malah justru menikmatinya.
Sedangkan didapur adit sedang tersenyum puas, karena semakin hari, dirinya semakin ada kesempatan untuk masuk kembali ke kehidupan citra.
__ADS_1
"aku tidak sabar menunggu waktu itu cit, waktu Dimana aku, kamu dan Rio tinggal bersama dan hidup bahagia"
Setelah mengambil air minum,Adit berjalan kembali ke kamar Rio dan tidur di samping Rio.
Setiap pagi citra akan bangun pagi dan bersiap untuk mandi lalu merias diri, setelah itu baru keluar dari kamarnya, untuk membangunkan Rio atau masak terlebih dahulu, selesesai masak citra akan memandikan Rio dan terakhir sarapan bersama dengan Rio sebelum citra berangkat kerja.
Namun tidak untuk pagi ini, karena setelah citra selesai dengan mandi dan dandannya, dia ragu untuk masuk kedalam kamar Rio, apalagi setelah kejadian tadi malam, dia masih sangat malu jika harus bertemu dengan Adit.
"gimana mbangunin merekanya ya, mana sekarang sudah jam segini lagi, masak dulu aja kali ya" *gumam citra yang saat ini sudah berada didepan kamar Rio.
Citrapun akhirnya memutuskan untuk pergi kedapur memasak nasi goreng dan ayam goreng kesukaan Rio dan Adit.
Ya, Rio sangat suka dengan nasi goreng dan ayam goreng, sama seperti Adit, memang ada sebagian sifat dan kesukaan Adit yang menurun ke Rio, bahkan mungkin 80% dari Rio adalah jiplakan Adit.
Citra yang sudah berada di dapur, mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat nasi goreng dan ayam goreng.
Adit yang baru saja bangun tidur, langsung keluar dari kamar Rio dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, sudah menjadi kewajiban untuk Adit, meminum air putih setelah bangun tidur.
Adit berjalan mendekat saat mencium bau masakan favoritnya yang sangat harum.
Adit berdiri di belakang citra, melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping citra, dan menghirup tengkuk leher citra yang sangat harum.
Citra yang kaget dengan perlakuan Adit, meminta Adit untuk segera melepaskan pelukannya "pak Adit lepasin, saya sedang masak jangan ganggu saya"
"biarkan seperti ini"
"tidak bisa pak Adit, cepat lepasin, nanti Rio lihat"
__ADS_1
"Rio masih tidur sayang"
"pak Adit lepasin cepet"
"ngga mau" *Bukannya melepaskan pelukannya Adit malah mencium dan menggigit leher citra hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.
"awww" pak Adit " **teriak citra
"Maaf sayang, aku kelepasan" *Adit langsung berlari ke kamar Rio, apalagi saat melihat citra sudah bersiap memukulnya dengan peralatan masak yang sedang dia pegang saat ini.
"dasar rese" *citra menghentakkan kakinya dan kembali meneruskan masaknya.
Selesai dengan masaknya, citra kembali kekamarnya untuk melihat bekas gigitan Adit "tuh kan merah, nyebelin banget si kamu mas"
Dikamar Rio
Adit yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya, melihat Rio sedang duduk ditempat tidurnya dan melihat kearahnya "papi, Lio Kila papi sudah pulang"
"Belum sayang, papi nanti sekalian berangkat kerja sama mami, soalnya kan mobil mami ditinggal dikantor papi"
"papi, Lio ikut papi boleh nda papi, Lio pengin main disana lagi"
"ngga boleh Rio, disana itu kantor buat kerja bukan untuk main anak-anak" *tiba-tiba citra sudah berada didepan pintu kamar Rio.
"ngga papa kok mi, biarin saja Rio ikut, nanti disana kan sama papi, jadi ngga ganggu kerjaan mami"
Citra yang kaget dengan panggilan Adit padanya langsung menatap tajam adit, namun bukannya takut, Adit justru terkekeh melihat wajah citra yang menurutnya sangat menggemaskan.
__ADS_1
"ya sudahlah terserah kalian saja, ayo kita makan" *ajak citra.
Memang dia akan selalu kalah dengan dua laki-laki didepannya.