PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 35


__ADS_3

Aditpun salah tingkah dan memilih berjalan keluar kamar Rio, diikuti oleh citra dibelakangnya.


Citra mengerutkan alisnya saat melihat Adit yang bukannya berjalan menuju pintu keluar malah duduk disofa ruang tengah rumah citra.


"loh pak Adit kenapa duduk disitu? *tanya citra dan dibalas dengan cengiran kuda oleh Adit.


"apa kamu tidak mau membuatkan kopi untuk tamu kamu citra"


"maaf pak, tapi ini sudah malam, saya tidak menerima tamu"


"tapi badan aku terasa sakit semua cit, kepala aku juga pusing banget, kayaknya baku nginep aja deh disini"


"apa? *teriak citra


"hustt nanti Rio dengar.


"lebih baik pak Adit pulang saja sekarang" *citra mendekati Adit dan menarik tangannya untuk keluar dari rumah citra.


Aditpun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Adit menarik tangan citra membuat citra terjatuh diatas tubuh Adit.


Mereka berdua saling menatap menyalurkan rasa rindu yang bertahun-tahun mereka rasakan.


wajah Adit sedah Mendekat kewajah citra dan bersiap untuk mencium bibir ranum citra yang sangat menggoda.


Namun, belum sempat bibir mereka menempel lagi-lagi Rio datang dan menggagalkan moment romantisan antara mereka berdua, Adit tidak bisa kesal kepada Rio karena Rio tidak tau, sedangkan citra merasa lega karena lagi-lagi dia diselamatkan oleh Rio anaknya.


"mami"


"iya sayang"


.


"Lio mau tidur sama mami, ayo mi"


"iya sayang, Rio tunggu mami dikamar ya, mami mau ngeluarin tikus dulu sebentar"


"," walaupun Rio bingung,namun dia tetap mengangguk dan pergi ke kamarnya.


Baru saja citra ingin berbalik badan, tangan kekar Adit melingkar diperut langsingnya "apa tadi kamu bilang?

__ADS_1


"pa, pak Adit, lepasin" *citra mencoba melepaskan pelukan Adit .


"aku mau dengar lagi tadi kamu bilang apa? *Adit berbisik tepat ditelinga citra, membuat bulu kuduk citra berdiri.


"saya tidak bilang apa-apa pak Adit"


"kamu pikir aku tuli sayang, Adit mulai mencium telinga citra"


"pak Adit tolong jangan seperti itu"


"sekarang coba katakan apa yang tadi kamu bilang ke rio"


"maafkan saya pak Adit, tolong lepaskan saya"


Aditpun akhirnya melepaskan pelukannya pada tubuh citra, namun sebelum itu dia sempat mengecup kening citra cukup lama, citra yang terbawa suasana memejamkan matanya.


"Ya Tuhan pak Adit" *citra mendorong adit cukup keras, hingga Adit hampir terjatuh kelantai.


Citra langsung berlari ke kamar Rio karena merasa sangat gugup dan malu.


Melihat citra yang berlari kekamar Rio, Adit berbalik kearah pintu dan pulang tanpa mengejar citra, percuma jika Adit mengajak bicara citra saat ini, citra tidak akan mau meladeninya.


Didalam kamar, citra langsung berbaring di sebelah Rio, dia mengingat kembali kejadian tadi bersama Adit.


Hingga pukul 4 pagi citra baru bisa memejamkan matanya.


Sama seperti citra diapartemen, aditpun juga sedang memikirkan apa yang saat ini citra rasakan, Adit terus saja menyunggingkan bibirnya ketika mengingat kejadian tadi bersama citra.


"citra, citra, kenapa si kamu harus menjaga jarak denganku jika dihati kamu masih ada aku"


Adit terus saja membayangkan kebersamaannya dengan citra hingga matanya terpejam karena sudah tidak bisa menahan rasa Kantuknya.


Pagi harinya


Rio yang kaget dengan suara alarm diponsel milik maminya terbangun dari tidurnya, Rio menoleh kearah maminya yang masih tertidur pulas, padahal matahari sudah mulai meninggi.


"mami bangun mami" *Rio mencoba membangunkan maminya, karena Rio takut maminya terlambat berangkat kerja.


Citra yang masih sangat mengantuk hanya bergumam tanpa berniat membuka matanya.

__ADS_1


"Rio tidur lagi sayang, masih malam, kalau mau main besok lagi ya"


"mami tapi ini udah pagi mami"


"Rio ngga boleh ya bohongin mami, mami masih sangat mengantuk sayang" *ucap citra masih terus memejamkan matanya.


"Lio nda Boong mami, ini udah pagi"


Citrapun mencoba membuka matanya yang masih sangat berat, dia melihat kearah jendela dan terkejut ketika melihat matahari yang sudah naik sangat tinggi, dan pandangan matanyapun kini beralih ke jam dinding yang berada dikamar Rio.


#DAM#


"ya Tuhan apa aku tidak salah melihat, kenapa sudah jam setengah delapan? aduh bagaimana ini" *citra langsing berlari kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sedangkan Rio yang melihat maminya ikut turun dari ranjang namun keluar dari kamar dan berjalan keruang tengah menunggu youna yang hari ini sudah mulai masuk.


Benar saja disana Rio melihat youna yang ternyata baru saja sampai dirumah maminya, younapun yang biasa datang pukul 7 pagi, hari ini masuk telat, karena youna harus merawat ibunya terlebih dahulu.


"Rio maaf ya ibu datang telat, apa ibu kamu masih didalam, dia pasti terlambat"


"ibu kok Balu datang"


"iya Rio, soalnya ibu harus merawat nenek dulu baru bisa kesini, mami kamu pasti telat berangkat kerja ya?


"mami juga telat Bu, sekarang mami malah baru siap-siap"


"yasudah ayo ibu mandiin Rio dulu"


Saat citra dan Rio naik keatas, mereka berpapasan dengan citra yang sedang terburu-buru karena memang dia sangat terlambat.


"Kak, nitip Rio ya, maaf aku belum sempat mandiin dia sama bikin sarapan"


"santai aja dek, kamu mending langsung berangkat saja sana, aku juga udah bawain Rio sarapan"


"yaudah citra berangkat ya kak"


"Hati-hati dek"


Setelah kepergian citra, youna mengajak Rio untuk mandi dan setelah itu mereka sarapan bersama dimeja makan.


Saat youna baru Beberapa kali menyuapi rio, bel apartemen berbunyi.

__ADS_1


"loh kok citra pulang lagi, apa dia tidak jadi berangkat kerja?


Awalnya youna berfikir jika itu adalah citra, namun saat bel yang berbunyi Beberapa kali, akhirnya youna berjalan menuju pintu dan membukanya.


__ADS_2