PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 27


__ADS_3

Citra dan Adit terdiam dengan pikiran mereka masing masing, pandangan Adit juga tidak pernah lepas dari wajah cantik citra.


Bagaimana tidak dengan gaun yang sangat pas dengan lekuk tubuh citra serta gaun berwarna navy dan polesan make up yang sedikit tebal namun tidak berlebihan, semakin membuat citra terlihat anggun dan juga sangat cantik.


Saat keduanya cukup lama saling terdiam, suara kecil Rio kembali membuyarkan pikiran mereka "papi tulunin Lio Pi" *Rio merengek meminta untuk di turunkan dari gendongan Adit.


Aditpun tersadar dan menurunkan tubuh Rio dari gendongan dan menatap citra kembali " citra, apa kamu sudah menikah?


"," citra terdiam.


"apa dia benar anak kamu cit? *Adit melontarkan kembali pertanyaan pada citra.


"," namun citra tetap saja terdiam.


"tapi bukannya didata karyawan yang saya lihat kemarin status Bu citra belum menikah? *ucap Jung Soo, yang sedari tadi memperhatikan Adit, citra dan Rio.


Jung Soo berkata seperti itu karena memang yang mengurus perpindahan citra dari kantor cabang ke kantor pusat adalah dirinya.


Adit semakin kaget dengan ucapan Jung Soo "kalau citra belum menikah lalu Rio anak siapa? *ucap Adit dalam hati, saat ini pikirannya justru kembali ke 4 tahun yang lalu.


"saya permisi pak" *citra tidak menanggapi ucapan Jung Soo dan juga Adit dia segera menggendong Rio dan membawanya pergi dan menjauh dari dua pria dewasa Didepannya.


"citra tunggu" *cegah Adit namun citra tetap melangkahkan kakinya pergi tanpa menjawab atau berhenti.


Sikap citra yang seperti itu justru semakin membuat Adit penasaran, Adit ingin sekali mengejar citra dan meminta penjelasan namun dia urungkan, dia tidak mau terburu-buru.


Citra dan Rio meninggalkan pesta lebih dulu, walaupun Rio tidak mau pergi karena dia masih ingin bersama Adit, namun dengan berbagai penjelasan akhirnya Rio mau dibawa pulang oleh maminya.


Citra menjalankan mobilnya cukup kencang, jujur hati citra saat ini sedang tidak baik-baik saja, citra tidak menyangka kalau membawa anaknya kepesta adalah keputusan yang salah.


Jika waktu bisa diputar kembali, citra tidak akan datang menghadiri pesta itu, namun nasi sudah menjadi bubur, yang citra harus pikirkan adalah bagaimana memberi alasan kepada Adit yang citra yakin akan terus mengejarnya setelah kejadian malam ini.


"huufftt" * citra menghela nafasnya berat, membuat Rio menoleh kearahnya.


"mami, kenapa mam?

__ADS_1


"ngga papa Rio, maaf ya mami ganggu tidur rio"


"," Rio mengangguk dan kembali terlelap"


Waktu sudah menunjukan pukul 21:00 pesta sudah selesai dan Adit kembali ke apartemen miliknya diantar oleh Jung Soo.


"Jung, apa kamu yakin status citra masih single "* tanya Adit kepada jung Soo karena dirinya masih sangat penasaran dengan identitas citra.


"seratus persen yakin pak Adit, saya berani berbicara seperti itu karena saya sendiri yang memproses perpindahan nona citra dari kantor cabang ke kantor pusat" *jelas Jung Soo.


"lalu siapa anak yang memanggilnya mami"


"maaf kalau saya lancang, namun sedari tadi saya perhatikan wajah anak kecil itu mirip sekali dengan anda pak Adit"


Adit kaget dan menatap Jung Soo "apa kamu berfikiran seperti itu juga?


"benar pak, saya tadi ingin bilang kepada anda namun saya sungkan"


"Jung tolong kamu selidiki siapa sebenarnya Rio dan apa hubungannya dengan citra, saya tunggu tiga hari dari sekarang"


"baik bos, akan saya laksanakan"


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit mereka berdua sampai diapartemen Adit, Adit langsung masuk kedalam sedangkan Jung Soo langsung pulang kerumahnya.


Masuk kedalam apartemen, Adit langsung naik kelantai atas menuju kamarnya, Adit melepaskan jasnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


15 menit Adit berada dikamar mandi, dia keluar dan berganti baju dengan baju tidur miliknya.


Adit berjalan kearah tempat tidurnya, lalu berbaring dan kembali memikirkan citra dan rio, Adit flasback ke 4 tahun yang lalu saat dirinya dan citra melakukan hubungan itu, jika dihitung-hitung umur Rio yang sekarang 3 tahun sangat pas jika 4 tahun lalu citra hamil anaknya.


Wajah Rio juga sangat mirip dengan wajah Adit saat dia masih kecil, dan saat dirinya bertanya siapa papi Rio, Rio menjawab papinya pergi dan malah meminta Adit untuk menjadi papinya.


Jika memang Rio benar anaknya, kasihan sekali citra karena harus mengurus Rio seorang diri di negara yang sama sekali tidak ada teman bahkan sanak saudara disini.


Aditpun tertidur dengan pikiran yang terus tertuju kepada citra dan juga Rio, Adit berharap secepatnya bisa mendapatkan bukti-bukti kalau Rio benar anaknya.

__ADS_1


Pagi harinya


Adit berangkat bekerja seperti biasa, namun hari ini Adit hanya mondar-mandir diruangannya, dia sama sekali tidak fokus dengan dokumen yang menumpuk dimejanya.


tok.tok.tok.


Pintu diketuk dan Jung Soo masuk keruangan Adit.


" selamat pagi bos, bos agenda hari ini pukul 10:00 meeting dengan bagian produksi dan marketing membahas hasil penjualan produk baru yang launching kemarin" *Jung Soo melaporkan agenda hari ini kepada Adit seperti biasa.


"," Adit mengangguk , dia sedikit mendapatkan pencerahan karena itu artinya dia akan bertemu dengan citra saat meeting nanti, karena jabatan citra diperusahaan milik Adit adalah sebagai manager produksi.


Adit dengan semangat yang tinggi berjalan menuju ruang meeting dan masuk kedalam ruang meeting tersebut.


Terlihat disana sudah berkumpul semua karyawan yang bertanggung jawab dengan produk baru mereka.


Pandangan Adit kali ini jatuh kepada bangku kosong yang biasa diduduki oleh citra.


"ibu citra kemana? *tanya Adit kepada seluruh karyawan yang berada disana.


"ibu citra ijin hari ini pak"


Hal itu membuat Adit kecewa dan kembali terdiam.


Saat meetingpun Adit terlihat tidak fokus, dan hanya melamun tanpa mendengarkan penjelasan dari karyawan yang sedang presentasi didepannya, Adit hanya bermain dengan bolpoin ditangannya.


Semua karyawanpun merasa bingung dengan sikap bos mereka hari ini, selama Adit mengambil alih perusahaan tersebut dari papinya, baru kali ini karyawan melihat Adit melamun seperti itu, padahal biasanya Adit akan sangat kritis dan tidak segan-segan memarahi karyawan yang melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil.


Hingga meeting selesai Adit tetap diam tanpa bersuara dan langsung berjalan kembali keruanganya.


Hanya Jung Soo yang paham dengan kondisi bos nya saat ini, Jung Soo juga bingung sebenarnya ada hubungan apa antara Pak Adit dengan nona citra.


Namun lagi-lagi Jung Soo sungkan jika harus bertanya kepada bosnya, apalagi ini sudah masuk kedalam ranah pribadi bosnya.


Jung Soo hanya harus menjalankan perintah Adit yang menyuruh dirinya untuk mencari tau informasi tentang Rio.

__ADS_1


Hingga jam kerja pulang.


Citra yang baru saja memandikan Rio mendengar suara bel pintu apartemen miliknya


__ADS_2