PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 31


__ADS_3

Saat jam istirahat selesai, citra kembali lagi keruangannya "Rio mami kerja lagi ya, ingat jangan nakal" *citra mengingatkan kembali, walaupun sejak tadi dia sudah berulang kali mengatakan kata-kata itu.


"iya, iya mami, Lio nda nakal kok, iya kan Pi?


"iya dong, anak papi kan pintar"


"tuh kan mi"


"," citra hanya tersenyum melihat kekompakan bapak dan anak didepannya.


Citra keluar dari ruangan Adit menuju kembali keruanganya, dijalan menuju keruangannya banyak pasang mata yang melihat citra tidak suka.


"itu kan Bu citra karyawan baru yang tadi masuk keruangan pak Adit pas istirahat" *ucap karyawan perempuan yang sedang mengobrol dengan ke4 teman lainnya


"iya bener, buat apa coba dia keruang pak Adit, pas jam istirahat lagi"


"iya yah, kalau masalah pekerjaan kan bisa nanti saja, saat jam kerja"


"paling juga sama kaya perempuan-perempuan yang biasa menggoda pak Adit"


"iya dengar-dengar kan orangtuanya pak Adit suka jodoh-jodohin pak Adit, dan kebanyakan ditolak sama pak Adit karena perempuan itu terlalu agresif dan tidak segan-segan memamerkan tubuhnya didepan Paka Adit"


."iiihhh, najis deh kalo sampai kaya gitu, walaupun Pak Adit ganteng dan kaya, tapi ngga perlu sampai pamer tubuh juga kali"


"iya bener-bener"


"apa mungkin Bu citra salah satu perempuan yang seperti itu?


"bisa jadi, coba kamu pikir dia masuk pas jam istirahat mulai dan keluar pas jam istirahat selesai, ngapain coba didalam"


"ehhhmm,, Ehhmm" *tiba-tiba dibelakang mereka terdengar deheman dari seseorang yang tidak lain adalah jungsoo,


Jungsoo yang sedari tadi berada dibelakang mereka sengaja menguping pembicaraan mereka dan merekamnya, namun saat pembahasannya sudah sangat tidak pantas, akhirnya jungsoo geram dan menegur mereka "jika saat rekaman ini sampai ditangan pak Adit, habis kalian"


Seketika wajah mereka ber 5 langsung pucat dan bibir yang sedari tadi lancar membicarakan bos besar mereka, saat ini menjadi Kelu dan susah sekali untuk menggerakkannya.


"ma,,ma,,maaf pak jungsoo" *ucap beberapa dari mereka, sedangkan lainnya hanya diam karena bibirnya susah untuk berbicara.

__ADS_1


"untuk sekarang saya maafkan, namun jika nanti saya mendengar kalian berbicara lancang seperti tadi, saya akan langsung memberikan rekaman ini kepada pak Adit, dan kalian pasti tau kan apa yang akan dilakukan oleh pak Adit"


"ba,,baik pak, maafkan kami sekali lagi, kami janji tidak akan mengulanginya"


"," tanpa menjawab pernyataan para karyawan didepannya, Jung Soo kembali keruanganya.


"kamu si, kamu si" *para karyawan tadipun sibuk saling menyalahkan.


Ditempat lain, Adit kembali lagi mengerjakan pekerjaannya tanpa diganggu Rio sama sekali, Adit begitu bahagia dan bersemangat hari ini, karena bisa ditemani Rio, jika hasil DNA yang besok keluar menujukan bahwa Rio adalah anak kandungnya, Adit berjanji akan selalu membahagiakan Rio.


Adit akan membelikan bermacam-macam mainan, lebih lengkap dari mainan yang Rio punya saat ini, setiap hari Minggu dia akan mengajak Rio berlibur, kekebun binatang mungkin, lalu yang paling penting adalah dia ingin kembali bersama maminya Rio.


tok.tok.tok. *suara pintu ruangan Adit


"masuk" *jawab Adit melihat kearah pintu, riopun mengutinya.


"Hallo dit" *ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah mamahnya Adit atau nenek kandung Rio.


Adit seketika membulatkan matanya, tumben sekali mamahnya datang kekantor, dan bagaimana dia akan menjelaskan tentang Rio.


Dan suara kecil Rio semakin membuat jantungnya berdetak 3x lebih cepat dari sebelumnya.


Nyonya Kim melihat kearah anak kecil yang memanggilnya Oma tersebut dan betapa kagetnya dia saat melihat Adit versi mini disana.


"ya Tuhan anak kecil ini sangat mirip dengan Adit saat masih kecil , kenapa bisa mirip sekali seperti ini, siapa sebenarnya anak ini" *ucap nyonya Kim dalam hati sambil menatap Rio


Nyonya Kim berjongkok dan memeluk tubuh mungil Rio, dan entah kenapa ada perasaan yang berbeda saat dirinya memeluk Rio.


Nyonya Kim menatap kearah anak laki-lakinya yang juga sedang menatapnya, untuk meminta penjelasan.


"Adit tolong jelaskan sama mama" *pinta nyonyankim dengan penuh penekanan.


"mamah duduk dulu"


Nyonya Kimpun berdiri, menuntun Rio lalu berjalan dan duduk disofa.


"Oma, Lio pangku Oma" *pinta Rio, nyonya Kim pun mengangkat tubuh Rio dan memangkunya.

__ADS_1


"namanya Lio ya? *tanya nona Kim pada Rio


"Lio Oma El, El," *jelas Rio


"iya Lio kan ? *nyonya Kim masih belum paham.


"Rio mah, namanya Rio" *ucap Adit yang sudah duduk di sebelah ibunya.


"OOO nama kamu Rio ya sayang, bagus ya namanya"


"iya dong Oma, kan mami yang ngasih nama"


"," nyonya Kim tersenyum, namun di dalam hatinya ada rasa penasaran yang sangat besar.


"Dit, ada apa ini, kenapa mamah tidak tau"


"bukan begitu mah, Adit juga masih belum yakin, tapi perasaan Adit mengatakan kalau Rio adalah anak Adit"


"apa kamu bilang, jangan bilang ini anak,, "*ucapan nyonya Kim menggantung, tidak salah lagi ini pasti anak citra, kekasih Adit saat diindonesia karena setelah hubungan Adit dan citra berakhir Adit sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain.


Adit yang tau maksud dari ibunya mengangguk mengiyakan semua yang ada didalam pikiran ibunya.


"benar mah, ini anak citra"


"tapi apa kamu yakin dit, dia anak kamu?


"mamah bisa lihat wajah Rio?


nyonya Kim kembali menatap wajah Rio mulai dari mata, hidung, alis, bibir hingga tanda hitam disebelah matanyapun sama persis dengan Adit.


"kamu sudah cek kedokter dit, lalu dimana citra selama ini, dimana kamu bertemu dengan Rio?


"Adit sudah menyuruh jungsoo mengurus semuanya mah"


"ya Tuhan, kalau benar ini cucu mamah, mamah akan sangat bahagia dit"


"Adit juga mah"

__ADS_1


"lalu dimana citra sekarang?


__ADS_2