
youna berniat untuk menelepon citra, dia ingin mengabarkan tentang kejadian ini pada citra, namun sebelum youna memencet nomor citra tangannya ditahan oleh nyonya Kim "tunggu, tolong jangan beritahu citra dulu tentang hal ini"
Younapun mengurungkan niatnya untuk menelpon citra, sedangkan Rio yang belum memahami masalah itupun hanya diam memperhatikan youna dan Omanya sembari memakan jajanan yang dibawa oleh Omanya
"Oma kesini kok nda sama papi?
"papi kan harus kerja Rio"
"papi? *tanya youna yang penasaran dengan orang yang dipanggil papi oleh Rio kepada nyonya Kim.
"iya, dia Adit anak saya, papi biologisnya Rio"
"apa papinya Rio pernah kesini nyonya?
"dia sudah beberapa kali kesini dan Rio juga pernah ikut dia kekantor"
"," youn hanya menganggukan kepala.
"kemalin Lio sama mami juga abis main ketaman hibulan, telus pas Lio, papi sama mami sedang naik biang Lala, papi sakit" *Ucapan Rio membuat Nyonya Kim kaget.
"Padahal sedari kecil Adit sangat takut dengan ketinggian, kenapa dia malah naik biang Lala" *ucap nyonya Kim dalam hati.
"papi sakit kenapa Rio? *tanya youna yang penasaran.
"Lio nda tau Bu, tapi kata mami wajah papi pucat trus kelual kelingat banyak banget"
"trus"
__ADS_1
"trus sama mami, tangan papi di pegang, katanya supaya papi nda takut lagi, dan riopun memeluk papi, mami juga tanya sama papi apa mau dilanjutin naik biang lalanya, trus papi bilang dilanjut saja soalna papi udah sembuh karena sentuhan mami dan pelukan Lio"
"pantas saja dia bisa melawan ketakutan" *batin nyonya Kim ketika mendengar cerita Rio.
"," younapun mengangguk mendengarkan cerita Rio.
Ditempat lain
Citra yang berangkat terlambat Segera membereskan berkas-berkasnya, dia harus segera menuju keruang meeting karena hari ini ada jadwal meeting pukul setengah 9 pagi.
Sama dengan citra Adit juga hari ini datang sedikit terlambat karena harus kerumah sakit dulu mengambil hasil test DNA, Adit dengan langkah santai menaiki lift dan menutupnya.
Namun sebelum pintu lift tertutup sempurna, sebuah tangan menghalanginya dan pintu lift pun terbuka kembali, lalu masuklah wanita cantik yang sedang terburu-buru karena sudah terlambat meeting.
"tunggu sebentar" *ucap citra dengan nafas yang cepat karena berlari, lalu memencet tombol menuju ruang meeting yang ternyata sudah dipencet juga oleh orang yang bersamanya saat ini.
"citra" *panggil Adit membuat citra malu dan gugup.
"maaf pak Adit, hari ini saya telat"
"kenapa kamu bisa telat"
"itu pak Adit saya tidak bisa tidur, uppps" *citra spontan menutup mulutnya.
"kenapa mulutku bisa keceplosan begini si"
Adit yang mendengar ucapan citra tersenyum penuh arti, membuat citra bergidik ngeri, apalagi saat kaki Adit mulai melangkah maju mendekati citra.
__ADS_1
"pak elang mau ngapain? "
"," Adit hanya menggeleng dan terus maju mendekati citra.
Citra semakin mundur kebelakang saat tubuh Adit semakin dekat dengannya, sampai tubuh citra menabrak ke dinding " pak Adit ini dikantor pak"
"jadi kalau bukan dikantor aku boleh deketin kamu ?
"Bu, bukan itu maksud saya pak Adit"
"terus? *saat ini wajah Adit sudah berada tepat didepan wajah citra, dan citrapun memejamkan matanya karena gugup.
Ting
Tiba-tiba pintu lift terbuka, citra yang panikpun langsung mendorong tubuh Adit dan berlari keruang meeting.
Saat citra baru saja masuk ke dalam, semua karyawan yang hadir disana, mengalihkan pandangannya pada citra, ada yang menatap citra biasa saja, ada juga yang menatap dengan pandangan tidak suka.
Citra langsung duduk dikursinya dan mulai mengikuti meeting, citra tetap dibiarkan masuk dan mengikuti meeting karena sebelumnya dia sudah meminta ijin jika citra akan datang telat pada jung Soo.
Tidak lama citra duduk, Adit masuk kedalam ruang meeting, dan semua karyawan kembali mengalihkan pandangan mereka.
Adit yang baru masuk langsung duduk dikursinya.
Banyak karyawan menduga jika ada hubungan khusus antara bos mereka dengan citra, karena desas desus yang sebelumnya beredar juga mengatakan jika citra berada diruang Adit selama hampir satu jam saat jam istirahat, dan hari ini mereka kembali membuat heboh karena sama-sama telat mengikuti meeting dan Adit tidak lama masuk setelah citra masuk.
Sepanjang berjalannya meeting semua pandangan mereka tidak lepas dari citra dan Adit, Adit yang merasa di perhatikan hanya diam tanpa mempedulikan seluruh karyawannya, berbeda dengan citra yang merasa sangat tidak nyaman, ingin sekali rasanya citra pulang saat ini juga.
__ADS_1
Adit melirik citra yang sedang terlihat sangat tidak nyaman dan pendangannya beralih keseluruh karyawan yang bukannya menatap kelayar malah justru menatapnya dan citra, bahkan ada sebagian karyawan yang berbisik-bisik.
"apa kalian semua sudah tidak ingin bekerja lagi disini" *teriak Adit sembari menggebrak meja.