PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 25


__ADS_3

pak Adit" *ucap citra yang berusaha bersikap tenang dihadapan Adit.


"boleh mas duduk disini say, ehmm, maksud saya citra"


"bo, boleh pak Adit silahkan"


"jangan panggil pak dong cit, sekarang kan sudah bukan jam kerja"


"lalu saya harus panggil anda apa pak?


"mas saja sama seperti dulu"


"baik pak, maksud saya mas"


"lah kalau begitu kan enak, kamu sama siapa disini cit?


"saya sendiri mas, loh kenapa tadi wanita yang bersama mas Adit pergi padahal saya lihat makanan dimeja kalian sama sekali belum dimakan"


"sudah jangan bahas wanita itu"


"apa dia kekasih baru kamu mas?


Adit terdiam mendengar pertanyaan citra padanya, bagaimana dia bisa mempunyai kekasih jika hati dan pikirannya sudah habis untuk citra


"bukan cit, dia wanita yang akan dijodohkan mamah aku"


Mendengar ucapan Adit hati citra seperti diiris pisau yang sangat tajam.


"oo" * jawab citra karena dia bingung untuk menjawab apa.


"kok oo?


"lah terus aku harus jawab apa mas? ya Tuhan aku lupa, selamat ya mas?


"CK, bukan itu jawaban yang ingin mas dengar dari kamu citra" *Adit berdecak mendengar jawaban citra yang sangat membuatnya kecewa.


"lalu apa mas?


"sudah lah lupakan"


Citra dan Aditpun kembali diam.


"citra"


"iya mas"


"apa kamu sudah punya kekasih?


"kenapa mas Adit tanya hal itu "


"mas penasaran saja, tolong jawab citra, apa kamu sudah punya kekasih?


"," citra menggeleng, membuatnya Adit tersenyum lega.


"kenapa mas Adit tersenyum, mas senang ya kalau citra jomblo terus?

__ADS_1


"bukan begitu citra, mas lega karena itu artinya..*Adit menggantungkan Ucapannya karena ponselnya berbunyi.


"CK siapa si ganggu aja" *gerutu Adit dan terdengar jelas ditelinga citra.


"dijawab saja teleponnya mas, saya permisi pulang dulu"


"tunggu citra"


"maaf mas ini sudah sangat malam, saya permisi pulang dulu" *tanpa menunggu jawaban Adit, citra pergi dari restoran Jepang tersebut dan meninggalkan Adit yang masih terus menatapnya dengan ponsel yang terus berdering ditangannya.


Setelah citra pergi dari Restoran, Adit menerima panggilan yang ternyata dari mamahnya, Adit tau pasti mamahnya menelpon setelah mendapat aduan dari wanita cerewet tadi.


"hallo mah"* ucap Adit dengan suara malas.


"Adit kamu apain Sherly"


"Adit ngga ngapa-ngapain mah, dianya aja yang baper"


"Adit kenapa si kamu selalu bersikap seperti itu jika mamah kenalin sama wanita pilihan mamah"


"kalau mamah ngga mau Adit kaya gini, mamah stop jodoh-jodohin Adit mah"


"mau sampai kapan kamu sendiri seperti itu dit? apa kamu tidak ingin menikah, mamah juga ingin punya cucu dit, mamah juga pengin kaya teman-teman mamah yang semuanya sudah mempunyai cucu"


"udahlah mah jangan bahas itu lagi, Adit pusing" *tanpa menunggu jawaban mamahnya Adit mematikan telepon tersebut dan pergi dari restoran.


Dirumah keluarga Adit, nyonya Kim sedang menangis karena memikirkan nasib anaknya.


"sudah sayang, kamu jangan nangis terus kaya gini" *ucap tuan Lee atau papi tiri Adit, yang sedang menenangkan istrinya.


"Adit sudah dewasa mah, dia seharusnya sudah tau mana yang terbaik untuk dia sekarang"


"tapi usianya sudah tidak muda lagi pih"


* nyonya Kim kembali menangis dan tuan Leepun memeluk tubuh istrinya agar bisa lebih tenang.


Diapartemen citra, Rio yang mendengar suara pintu dibuka langsung berlari kearah pintu dan langsung memeluk tubuh maminya yang baru saja sampai.


"mami"


"anak mami belum tidur?


"belum mi, lio nungguin mami, lio kangen mami"* ucap Rio memeluk tubuh citra dan mencium pipi citra, membuat citra yang sebelumnya sudah sangat lelah kembali bersemangat seolah lelahnya telah lenyap karena ciuman Rio anaknya.


"dari tadi nanyain kamu terus ini anak, katanya kangen maminya" *ucap youna yang berada dibelakang Rio.


"anak mami"* citra mencium seluruh wajah anaknya membuat Rio tertawa karena geli.


"stop mami, stop, hahahah"


Mereka bertigapun tertawa, citra sejenak melupakan kejadian yang sedari tadi sudah menganggu pikirannya.


"kak youna, citra mandi dulu"


"sipp"

__ADS_1


Citra pamit pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lengket.


"Ayuk Rio kita main lagi" *ajak youna yang diangguki Rio dengan penuh semangat.


Sedangkan citra yang sudah masuk kedalam kamarnya, menaruh tas selempang berwarna hitam miliknya dan segera beranjak ke kamar mandi.


Dibawah guyuran shower citra kembali mengingat kejadian direstoran dan menumpahkan kembali air matanya yang sudah dia tahan sedari tadi.


"kenapa aku harus dipertemukan lagi dengan dia, bagaimana aku bisa melupakan dia jika kita berada dikantor yang sama"


citra kembali menagis hingga kurang lebih setengah jam citra berada dikamar mandi, dia keluar dan memakai baju tidurnya lalu pergi keluar untuk menemui anaknya.


"mami sudah selesai mandinya" *ucap Rio yang sedang bermain dengan youna.


Berbeda dengan youna yang terdiam melihat mata sembap citra, youna tau citra baru saja menangis, namun dia tidak tau apa yang menyebabkan citra menangis.


"dek, kamu kenapa? *tanya youna pada citra yang saat ini duduk disebelahnya melihat Rio bermain.


"ngga papa kak" *jawab citra


"aku tau kamu sedang ada masalah, tapi kakak juga ngga memaksa kalau kamu belum mau cerita sama kakak" *ucap youna dengan senyumnya, "tapi ingat masih ada Kakak dan Rio yang selalu ada disamping kamu dek"


Citra memeluk tubuh youna "makasih ya kak, citra sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan kakak yang sangat baik sama citra dan Rio"


"sama-sama citra, Kakak sudah menganggap kamu sebagai adik Kakak sendiri, jadi sudah kewajiban kakak untuk menjaga kalian"


"mami sama mama youna kenapa belpelukan cuma beldua, Lio kok nda diajak" *ucapan Rio seketika membuat citra dan youna melepaskan pelukan mereka dan bersama menatap wajah lucu Rio.


"anak mami, sini sayang mami peluk"


"sini mama youna peluk juga"


"Yee" *Rio berlari memeluk citra dan juga youna.


Dua hari berlalu


Malam ini adalah malam dimana pesta peluncuran produk baru dilaksanakan, satu persatu tamu undangan dan beberapa karyawan datang ke Ballroom hotel, dimana pesta diadakan.


Adit hari ini menyempatkan datang, dan sukses membuat seluruh karyawan terpesona dengan ketampanannya.


"ya Tuhan pak Adit ganteng banget"


"iya kelihatan berkelas banget penampilannya"


"jas nya sangat pas ditubuh kekarnya, uhh jadi pengin peluk deh "


"Yee, mimpi kamu"


"hahaha"


Beberapa karyawan berceloteh membicarakan bos besar mereka.


Sedangkan Adit sedang berdiri dan mengobrol dengan asisten pribadinya dan beberapa mitra kerja yang ikut serta dalam penanaman modal diproduk baru perusahaannya.


Saat sedang fokus mengobrol tiba-tiba Adit ditabrak oleh seoran anak kecil yang sedang berlari-lari disana.

__ADS_1


#BUG#


__ADS_2