PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 47


__ADS_3

Pukul 17:30


*Pak Adit*


Pak adit, saya sudah berada diparkiran sekarang


Citra mengirimkan pesan kepada Adit, dan menunggu diparkiran yang sudah sepi.


**tring** suara pesan masuk, dan Aditpun langsung membalasnya.


**My love**


Iya sayang ini langsung turun


Adit yang sedari tadi sudah menunggu citra diruangannya, langsung bergegas turun kebawah menuju parkiran bersama Rio, sedangkan nyonya Kim sudah pulang terlebih dahulu pukul 4 tadi sore.


Sebenarnya Adit sudah meminta citra untuk langsung keruanganya, namun dia menolah dan malah meminta Adit untuk keluar dari ruangannya pukul 17.30 menunggu para karyawan pulang terlebih dahulu.


Sedangkan diparkiran citra yang Membaca pesan balasan dari Adit, tidak terasa citra menyunggingkan bibirnya, namun seketika citra membuang jauh-jauh senyumnya ketika sadar dengan apa yang dia pikirkan.


10 menit berlalu, akhirnya Adit dan Rio sudah sampai diparkiran, citra yang melihat papi dan anak seperti pinang dibelah dua itupun hanya tersenyum tipis.


"bisa-bisanya aku yang mengandung, melahirkan dan merawat sampai saat ini, tapi malah semua yang ada di Rio mirip sekali dengan mas Adit" *huuff* tanpa terasa citra menghela nafasnya sedikit kasar.


"huufftt" Adit tiba-tiba meniup wajah citra yang sedari tadi sedang menatap dirinya,


sampai-sampai tidak sadar jika Adit sudah berdiri didepannya.


"pa, pak Adit, apa-apaan si" *ucap citra dengan nada gugup dan langsung mengambil Rio dari gendongan Adit.


Rio hanya diam, karena dia belum mengerti apa yang dirasakan kedua orang dewasa didepannya itu.

__ADS_1


Melihat tingkah citra, Adit hanya mengedikan bahunya sambil tersenyum lalu berjalan masuk kedalam mobilnya disusul oleh citra dan Rio.


"Pak Adit, kenapa mobil saya tidak ada disitu ya, saya masih ingat sekali terakhir saya memarkirkan mobil saya pak"


Mendengar pertanyaan citra, Adit sempat bingung untuk menjawab, namun seketika ide cemerlangnya muncul.


"mobil kamu ada di apartemenku cit"


"loh, bukannya kemarin kata bapak mobil saya mau dianter ke apartemen saya, pantas saja tadi pagi saya coba lihat ke parkiran, mobil saya masih belum ada disana, ternyata diantarnya keapartemen anda?


"," Adit mengangguk tanpa menjawab pertanyaan citra, dia masih belum berani bilang ke citra, tentang apa yang sudah terjadi dengan mobil citra, adit masih menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan itu.


Melihat wajah Adit yang diam, citra akhirnya kembali bertanya "pak Adit apa boleh saya ambil mobil saya Sekarang?


"jadi kamu mau ke apartemen aku?


"hanya untuk mengambil mobil saja pak Adit, setelah itu saya pulang"


Mendengar ucapan Adit, citra membulatkan matanya "dasar bos mesum" *ucap citra tanpa sadar jika ada Rio dipangkuan nya untung saja saat ini Rio sedang tertidur.


"husst, jangan bicara sembarangan sayang, nanti anak kita dengar bagaimana?


"pak Adit, Rio anak saya bukan anak kita"


"iya deh terserah kamu aja, cup" *tiba-tiba Adit mengecup bibir citra sekilas.


"CK" *citra hanya berdecak karena kesal dengan ulah Adit.


"pengin yang lama ngga cit?


"no"

__ADS_1


"hahaha" *Adit tertawa melihat wajah kesal citra yang justru menggemaskan menurutnya.


Aditpun kembali melajukan mobilnya menuju apartemen citra.


15 menit berlalu mereka sampai di apartemen citra, citra Langsung membuka pintu dan berjalan menuju kamar Rio, untuk menidurkannya dikasur.


Aditpun mengikuti langkah citra.


Setelah Rio selesai dibaringkan dan diselimuti, citra dan Adit keluar dari kamar Rio.


" sudah malam, pak Adit bisa langsung pulang sekarang"


"aku mau tidur disini lagi"


"apaa???hmmpp


Adit langsung menutup mulut citra, karena suara teriakan citra takutnya membangunkan Rio.


"jangan teriak-teriak citra"


"ya habisnya pak Adit suka seenaknya sendiri begitu, bagaimana bisa pak Adit hampir setiap hari tidur disini, memangnya kita suami istri?


"memang hanya jadi suami dulu, baru boleh tidur disini setiap hari?


"ya iyalah lah" upps *citra memukul mulutnya sendiri karena sangat keterlaluan, dan sudah membuat malu pemiliknya.


"kalau begitu besok kita nikah, agar aku bisa tidur disini setiap hari, bahkan tidurnya sama kamu"


"kamu bicara apa si, udah sana keluar" *citra mendorong tubuh Adit keluar apartemen, dia sudah melupakan batasan antara bawahan dengan atasan, karena rasa malunya saat ini


Namun saat mereka akan sampai dipintu tiba-tiba hujan diiringi petir datang, dan seketika lampu diapartemen citra padam, citra yang sangat takut dengan petir spontan menarik tangan Adit dan memeluknya.

__ADS_1


Adit yang sudah sangat paham dengan citra langsung membalas pelukan citra dan mengusap lembut rambut citra dan menciumnya.


__ADS_2