
Saat sedang fokus mengobrol tiba-tiba Adit ditabrak oleh seoran anak kecil yang sedang berlari-lari disana.
#BUG#
"aaww, aaaa mamiiii" *Rio menangis setelah kepalanya membentur kaki panjang Adit.
Adit berjongkok dan menatap wajah anak kecil yang sedang menangis sambil memegang keningnya.
"ya Tuhan kenapa anak kecil ini mirip sekali dengan aku" *ucap Adit dalam hati.
"anak ganteng, coba om lihat, mananya yang sakit" *tanya Adit pada Rio yang masih terus menangis.
"disini om" *jawab Rio sambil menunjukan kening mungilnya.
"sini om tiupin biar ngga sakit lagi" *Adit meniup-niup kening Rio, dan riopun berhenti menangis"
Rio terus memandang wajah pria Didepannya, mata yang sama, hidung yang sama dan bibir yang sama, "kok om ini mirip sekali sama Rio" *pikir Rio dalam hati.
"om" *panggil Rio pada Adit yang sedang meniup-niup kening Rio.
Mendengar panggilan Rio Adit menghentikan tiupannya "iya boy"
"apa om punya anak?
"belum, kan om belum menikah"
"om mau ngga nikah sama mami"
"hehehe, menangnya papi kamu kemana?
"lio nda punya papi om, lio cuma punya mami dan mama"
Adit mengerutkan alisnya "maksud kamu boy"
"lio dari dulu nda punya papi om, kata mami, papi Lio pergi sejak Lio masih bayi, Lio tungguin sampe Lio besar tapi papi nda pulang-pulang, mungkin papi udah nda sayang lagi sama Lio, jadi apa om mau nikah sama mami lio" *ucap Rio dengan sorot mata yang menyiratkan kesedihan.
Adit merasa kasian melihat wajah sedih anak kecil Didepannya, entah kenapa hatinya merasa sangat dekat dengan anak laki-laki didepannya ini, namun karena apa, Adit juga tidak tau.
"boleh nda Lio panggil om papi" *tanya Rio kemudian dan tanpa pikir panjang Adit mengiyakan permintaan Rio.
"boleh kok boy" *Adit menggendong tubuh mungil Rio dan kembali mengobrol dengan rekan kerjanya.
Dilain sisi, citra sedari tadi sedang panik karena anaknya menghilang.
**FLASBACK ON**
Sore hari setelah citra pulang dari kerjanya citra mendapati youna sedang melamun sambil menangis disebelah Rio yang sedang asyik bermain sendiri.
Citrapun mendekati youna yang bahkan tidak mengetahui jika dirinya sudah pulang "kak Youna kenapa? *tanya citra membuat youna kaget dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"kamu sudah pulang cit* bukannya menjawab youna malah berbalik bertanya pada citra.
"iya kak, Kakak kenapa si, kok nangis?Rio nakal?
"bukan cit, tadi ibu menelpon kakak, beliau mengeluh sakit dibagian dadanya, kakak mau langsung pulang tapi kata beliau nunggu kamu pulang aja kasian Rio"
"ya Tuhan kenapa kakak ngga telepon citra aja, yaudah kakak pulang sekarang ya biar Rio sama citra aja"
"tapi dek, katanya kamu malam ini ada pesta, Rio Bagaimana?
"ngga papa kak, Rio biar citra bawa kepesta"
"apa ngga papa?
"ngga papa kok kak, mau bagaimana lagi" *citra tersenyum "sudah lebih baik kakak pulang aja kasian ibu sudah menunggu"
"yaudah kakak pulang ya dek, Rio mama pulang sayang"
"iya mama, bye" *Rio melambaikan tangannya.
"anak mami asyik banget mainnya sampai ngga tau ada mami disini" *ucap citra ketika youna sudah pulang kerumahnya.
"sebental mami, Lio lagi tanggung mewalnai Bulung ini" *Rio terus melanjutkan kegiatannya.
"yaudah mami kekamar sebentar ya mau siap-siap, nanti Rio ikut mami kepesta"
Mendengar ucapan maminya Rio mendongak menatap maminya "pesta itu apa mami"
"oke mami" *Rio kembali mewarnai gambar burungnya.
Pukul 18:30 citra dan Rio sudah sampai diballroom hotel tempat pesta diadakan .
Banyak pasang mata yang melihat kearah citra dan Rio, ada yang mengira anak yang dibawa citra adalah anak diluar nikah, karena yang mereka tau citra belum menikah.
Ada yang mengira itu adalah adik citra, karena wajah citra yang tampak masih muda dan masih cocok jika dirinya mempunyai seorang adik.
Dan ada yang mengira itu adalah keponakan citra yang sedang ditinggal pergi orang tuanya dan menitipkan anaknya kecitra.
Citra tidak peduli dengan tatapan orang-orang padanya dia terus saja menuntun Rio untuk masuk dan duduk dimeja yang dipersiapkan untuk dirinya.
Sampai dimeja, disana citra melihat sudah ada manager marketing yang duduk tepat disebelah kursi citra.
"hai Bu jennie" *sapa citra
"hai Bu citra, ini siapa bu? *tanya Jennie ketika melihat anak kecil yang sedang dituntun citra.
"ini anak saya Bu" *jawab citra jujur membuat Jennie sedikit kaget.
"loh saya kira Bu citra belum menikah?
__ADS_1
"," citra hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Jennie, dan jenniepun paham, lalu mengalihkan pembicaraan.
"hai, anak ganteng, namanya siapa? *tanya Jennie pada Rio yang juga sedang melihatnya.
"namaku Lio Tante" *jawab Rio dengan suara kecilnya.
"Lio" *Jennie memastikan
"namanya Rio Bu Jennie , Rio memang belum bisa bilang R " *jelas citra terkekeh karena melihat wajah Jennie yang bingung.
"ohh Rio, bagus ya namanya sama kaya anaknya"
"makasih tante" *ucap Rio
"Rio umur berapa sayang?
"3 tahun Tante"
Selesai mengobrol dengan Rio, Jennie mengajak ngobrol citra, mereka membahas tentang perkembangan produk yang terus meningkat setelah peluncurannya tadi pagi.
Karena sedang serius mengobrol citra tidak tau jika Rio sudah pergi entah kemana.
**FLASBACK OFF*"
Sudah hampir 15 menit citra berkeliling diruangan tersebut namun belum juga menemukan anaknya, hingga suara Rio membuat citra menghentikan langkahnya "mamiii"
Citra membalikan badannya dan menatap rio yang berada dalam gendongan laki-laki yang sedang dia hindari.
Citra seketika gugup dan berjalan kearah anaknya.
Citra takut jika Adit mengetahui jika Rio adalah anaknya dan merebut Rio darinya.
Berbeda dengan Adit yang sangat kaget ketika mengetahui perempuan yang dipanggil mami oleh anak kecil digendongnya adalah citra, perempuan yang masih sangat dia cintai sampai saat ini.
Adit berfikir jika selama ini citra belum menikah, namun pikiranya salah, citra bahkan sudah mempunyai seorang anak laki-laki.
"om itu mami Rio, cantik kan om" *ucap Rio pada Adit, namun Adit hanya diam menatap citra yang sedang berjalan kearahnya.
"Rio kemana saja sayang, dari tadi mami nyariin "
"Rio tadi jalan-jalan mam, soalnya bosan duduk disana sama mami, habisnya mami ngobrol terus sama Tante Jennie"
"tapi harus bilang dulu sama mami, mami khawatir tau ngga?
Citra menatap wajah Adit yang terlihat bingung, "maaf pak Adit kalau Rio mengganggu anda" *ucap citra dengan senyum yang dipaksakan.
"Ayo Rio sama mami"
"mami om Adit, dia mau jadi papi Rio, boleh ya mi"
__ADS_1
Mendengar ucapan anaknya citra kembali gugup, dia tidak menyangka jika Rio akan mengatakan hal seperti itu.