PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 38


__ADS_3

apa kalian semua sudah tidak ingin bekerja lagi disini" *teriak Adit sembari menggebrak meja.


Semua karyawan kembali fokus ke depan, namun emosi Adit sudah tidak bisa dikendalikan, apalagi kalau sudah menyangkut wanita yang sangat dicintainya.


"bubarkan meeting ini, dan kalau saya lihat dan dengar lagi, kalian semua atau siapapun membicarakan saya dan citra lagi, saya akan langsung pecat kalian tanpa ampun" *sikap Adit berubah sangat dingin saat ini.


Adit bangkit dari kursinya dan melangkah keluar diikuti oleh Jung Soo, namun sebelum Jung Soo keluar dia juga mengingatkan kembali ucapannya dulu "saya sudah pernah mengatakan sebelumnya, tapi rupanya kalian memang tidak pernah jera untuk menggosipkan pak Adit"


"maafkan kami pak Jung Soo"


"iya maafkan kami pak"


"kami yang salah pak Jung Soo, ampuni kami"


"untuk yang sebelumnya pernah saya tegur namun masih tetap saja menggosipkan pak Adit saya akan langsung Melakukan proses pemecatan,tenang saya tidak akan salah pecat, karena saya hafal siapa saja yang pernah saya tegur, untuk yang lainnya jangan macam-macam kalian" *ucap Jung Soo tegas dan keluar dari ruangan tersebut.


Semua yang berada diruangan tersebut langsung riuh saling menyalahkan, sedangkan citra memilih untuk keluar.


"Bu citra" *saat citra sedang berjalan menuju ruangannya, ada salah satu karyawan yang masuk dalam list Jung Soo


Citra berbalik badan dan melihat wanita yang tadi membicarakannya, citra sangat paham, karena wanita itu duduk tepat disebelahnya.


"ada apa ya Bu seryl"


"Bu citra saya mau minta maaf, karena saya bergosip tentang anda dan pak Adit, saya salah Bu, saya mohon ampuni saya Bu citra"


"maaf, saya tidak bisa berbuat apa-apa Bu seryl, , keputusan itu pak Jung Soo dan pak Adit yang putuskan"


"tolong Bu citra, tolong bujuk pak Adit agar kami tidak dipecat Bu, kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi Bu, tolong Bu citra " *seryl bersujud dihadapan citra, memohon agar citra mau membujuk Adit.


Citrapun akhirnya luluh dan mengangguk "saya akan coba berbicara dengan pak Adit, tapi saya tidak janji pak Adit mau memaafkan atau tidak.


'baik Bu citra, terimakasih"


Citra kembali melangkahkan kakinya, namun tujuannya saat ini berpindah ke ruangan Adit.

__ADS_1


Sedangkan diruang meeting masih ada lima karyawan yang tadi sudah ditegur Jung Soo termasuk seryl, bahkan tadi seryl sampai bersujud di hadapan citra dengan berderai air mata agar citra mau membantunya.


Mereka berlima sedang berdiskusi tentang rencana mereka, yang sudah memanfaatkan citra untuk membujuk Adit agar mereka tidak jadi dipecat, mereka sangat yakin kalau citra akan berhasil membujuk pak Adit, karena dilihat-lihat pak Adit sangat tergila-gila dengan citra.


"kali ini aku yakin Bu citra bisa membujuk pak Adit"


"iya lah pasti, kalau susah tinggal dikasih tubuh Bu citra aja pak Adit langsung klepek-klepek iya ngga?


"iya benar, aku juga udah mengeluarkan senjata air mata buaya, pasti Bu citra sangat berusaha agar pak Adit tidak memecat kita"


"iya walaupun aku benci sama dia, tapi dilihat-lihat dia orangnya baik"


"kalau baik kenapa kamu benci dodol"


"soalnya aku yang sudah lama kerja disini ngga bisa dapetin pak Adit, masa Bu citra yang baru beberapa hari disini langsung bisa dapetin pak Adit"


"iya bener aku juga merasakan hal yang sama kaya kamu"


"bagaimana pak Adit tidak tertarik sama Bu citra, lihat saja body bak gitar spanyol kaya gitu"


Mereka berlima lupa jika didalam ruangan tersebut cctv masih menyala dan Adit mauoun Jung Soo kali ini sedang menyaksikan obrolan mereka.


"kur*Ng aj*r bisa-bisanya mereka memanfaatkan citra"


"tenang saja bos saat ini juga saya akan kirim surat pemecatan mereka ke bagian HRD"


"baik Jung Soo, kamu urus wanita-wanita gila itu, saya sudah muak melihat wajah mereka, dan satu lagi, buat mereka tidak bisa bekerja di semua perusahaan dikota ini"


"baik pak Adit, saya permisi"


Jungsoo pamit keluar dan kaget melihat citra yang sedang berdiri didepan pintu ruangan Adit.


"Bu citra ada perlu apa anda kemari?


"pak Jung Soo, apa pak Adit ada didalam?

__ADS_1


"ada Bu, silahkan masuk"


tok, tok, tok


"ya masuk"* Adit tau pasti yang mengetuk pintu adalah citra.


Citrapun masuk kedalam ruangan Adit dengan wajah gugup dan ragu.


"pak Adit"


"hmm"


" apa anda ada waktu ?


"kalau untuk kamu, aku selalu ada waktu"* ucap Adit dengan tersenyum manis, sangat berbanding terbalik dengan sikapnya saat meninggalkan ruang meeting tadi.


"pak Adit begini, *citra Diam karena ragu untuk mengatakan tujuannya menemui Adit.


"katakan citra"


"saya mau pak Adit memaafkan karyawan yang tadi bergosip tentang kita pak"


"atas dasar apa kamu meminta seperti itu?


"pak Adit kasian mereka pak, mereka mempunyai keluarga yang harus mereka nafkahi, jika pak Adit memecat mereka lalu keluarga mereka akan makan apa pak, tolong dipikirkan sekali lagi pak"


Adit melangkah mendekati citra , membuat citra gugup, kenapa Adit selalu saja berbuat seenaknya sendiri padaku"*pikir citra .


"kalau aku memaafkan mereka apa yang akan kamu berikan kepadaku"


Citra membulatkan matanya, bisa-bisanya Adit meminta imbalan padanya.


"saya akan berterimakasih kepada anda pak Adit"


"," Adit menggeleng, saya tidak butuh itu"

__ADS_1


"lalu?


__ADS_2