
Saat ini mereka bertiga sudah berada diparkiran perusahaan milik Adit, setelah sebelumnya citra menelpon youna terlebih dahulu untuk tidak datang keapartementnya, karena Rio akan ikut bersamanya kekantor.
Didalam mobil, citra sedang menasihati Rio agar tidak membuat ulah dan menuruti apa yang dikatakan oleh Adit.
"sayang, nanti jangan nakal ya, harus nurut sama pak Adit"
"iya mami, Lio nda nakal, iya kan Pi?
"iya dong, anak papi kan ngga pernah nakal, gimana si mami"
Citra memutar bola matanya, dia sangat malas jika harus meladeni Adit yang suka sekali menggodanya.
"yasudah mami keruangan mami dulu ya Rio"
"iya mi" *jawab Adit dan Rio bersamaan.
Mendengar itu citra hanya berdecak dan membuka pintu mobil Adit, lalu berjalan terlebih dahulu keruangannya.
Setelah melihat citra sudah menjauh, Adit dan Rio baru turun dari mobilnya, ini semua sesuai dengan permintaan citra, yang katanya takut jika ada karyawan lain yang tau mereka berangkat satu mobil, mengingat rumor tentang hubungan mereka yang sedang hangat-hangatnya.
Seperti biasa Rio dan Adit akan menjadi pusat perhatian para karyawan yang penasaran dengan hubungan bos mereka dengan anak kecil yang sudah dua kali ini ikut dengan bosnya keperusahaan.
Baru saja Adit duduk dikursi kebesarannya, nyonya Kim menelpon Adit "hallo dit"
"iya ma, ada apa?
"apa kamu sedang sibuk?
"tidak begitu ma, kenapa ma?
"kalau kamu tidak sibuk ayo kita berkunjung keapartemen citra untuk menemui Rio, mumpung citra belum pulang"
","Adit mengerutkan keningnya "anaknya aja ada sama aku ma"
"apa? yang benar kamu dit, si Rio ikut kamu lagi kekantor? kok bisa si? apa kamu sama citra sudah kembali?
"nanti Adit jelaskan disini saja ma, sekarang mama kesini saja, buat nemenin Rio, kebetulan nanti Adit ada meeting jam 11 siang, tadinya mau nyuruh jungsoo saja, tapi jungsoo hari ini ijin tidak masuk"
"dengan senang hati dit, tunggu ya mama siap-siap dulu, mama sudah kangen banget sama cucu mama"
__ADS_1
"," Adit tersenyum mendengar ucapan mamanya, dia bahagia karena mamanya mau menerima Rio, begitu juga dengan papi tirinya yang bahkan ingin segera pulang dari perjalanan bisnisnya di Amerika hanya karena beliau sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Rio.
"Adit tunggu ma"
Adit mematikan teleponnya dan berjalan kearah Rio yang saat ini sedang asyik bermain mobil-mobilan yang Adit simpan di ruangannya.
"asyik banget mainnya anak papi"
"iya Pi, Lio kan suka sekali main mobil-mobilan"
"kalau begitu nanti papi belikan lagi mobil-mobilan yang banyak buat Rio"
"yang bener Pi? yeaaayyy" *Rio berdiri dan memeluk tubuh Adit "makasih ya Pi, Lio sayang papi"
"sayang mami juga ngga?
"sayang dong Pi, pokokny Lio sayang papi dan juga mami"
"kalau sama Oma? *tiba-tiba nyonya Kim masuk dan Riopun menoleh ke sumber suara.
"Oma" *teriak Rio dan berlari kearah nyonya Kim lalu memeluknya "Lio juga sayang Oma.
"cucu Oma" *Nyonya Kim memeluk Rio dengan erat, menyalurkan seluruh rasa sayangnya untuk cucu pertamanya itu.
Jam sudah menunjukan pukul 11 siang, aditpun pamit untuk meeting terlebih dahulu.
Diruang meeting tersebut, sudah menunggu seluruh kepala dari semua divisi diperusahaan milik Adit termasuk citra, dan meetingpun dimulai.
Satu jam berjalan, meeting dihentikan karena sudah masuk di jam istirahat dan akan dilanjutkan pukul satu siang nanti.
Adit keluar terlebih dahulu diikuti oleh seluruh kepala divisi.
Citra yang sedang terburu-buru karena ingin mengunjungi Rio yang saat ini berada diruangan Adit, berlari menuju lift meninggalkan teman kerjanya yang lain, agar teman kerjanya tidak curiga karena citra menaiki lift menuju kelantai CEO.
Adit yang sudah mengetahui gerak gerik citra sengaja menunggu didalam lift dan langsung menarik tangan citra masuk kedalam.
Citra yang kaget dengan tingkah Adit spontan memukul lengan Adit hingga Adit mengaduh kesakitan.
"rasain kamu ya pak adit, lagian suka banget si narik-narik tangan saya"
__ADS_1
"kalau begini boleh? *Adit menarik pinggang citra sehingga posisi mereka sangat dekat saat ini.
Citra yabg sangat gugup dengan perlakuan Adit mencoba memberontak namun Adit semakin kuat memeluk citra.
"pak Adit lepasin"
"ngga mau"
"pak Adit, kalau ada karyawan yang liat bagaiman"
"bodo"
"ihh nyebelin banget si"
"wkwkwkwk" meliht wajah kesal citra Adit terkekeh.
"jangan sebel-sebel, nanti sayang Lo"
"," citra membuang mukanya karena bingung harus menjawab apa.
Beruntungnya pintu lift terbuka dan mereka berdua sampai di ruangan Adit.
Citra mengira jika anaknya, Adit titipkan pada jungsoo, karena tadi dia tidak melihat jungsoo diruang meeting.
Citrapun langsung berlari meninggalkan Adit dan membuka pintu ruangan Adit "Rio "
Wajah citra seketika kaku ketika melihat Rio bersama dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang bermain disana.
Terlihat Rio yang begitu akrab dengan beliau, citra sangat tau siapa wanita itu karena wajahnya berada di hampir semua sudut perusahaan.
Ya, foto nyonya Kim dan suaminya memang dipajang dihampir semua sudut diperusahaan tersebut, rencananya foto tersebut akan diganti dengan foto Adit, namun Adit menolak mentah-mentah rencana itu.
Citra yang merasa gugup dan malu memundurkan langkahnya sehingga menabrak Adit yang sedang berada dibelakangnya.
#bug#
"ma, maaf pak Adit " *selesai meminta maaf citra berniat untuk pergi karena tidak enak jika dia harus menemui Rio saat ini
Namun tangannya dipegang oleh Adit "mau kemana citra?
__ADS_1
"Pak Adit lepasin, saya mau kembali keruangan saya".
"kenapa? bukannya tadi kamu yang bilang, kalau kamu mau menemui Rio?