PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 7


__ADS_3

Saat Adit selesai menidurkan citra Adit keluar dari kamar dan sudah ada ibu Anton disana "Nak Adit, ibu bisa bicara sebentar dengan kamu"


Adit diam sejenak lalu mengangguk, mereka berdua menuju kekursi yang berada ditaman belakang rumah Anton dan duduk disana.


"Nak Adit, apa ibu boleh tanya tentang keluarga mas Adit, itu kalau mas Adit tidak keberatan" *ucap ibu Anton sungkan, karena menanyakan tentang keluarga Adit padahal mereka baru saling kenal.


"Boleh kok Bu, saya tinggal bersama orang tua saya dikorea, ayah saya asli Indonesia dan beliau sudah meninggal sejak saya berumur 10 tahun, sedangkan ibu saya sudah menikah lagi dengan orang asli Korea karena ibu saya memang asli sana, saat ini saya sedang berada di Indonesia untuk mengejar mimpi saya untuk menjadi musisi seperti almarhum ayah saya, dan saat ini saya tinggal sendirian dirumah peninggalan almarhum ayah saya" *ibu Anton mengangguk saat Adit sedang bercerita tentang keluarganya.


"Nak Adit kenal sama citra? *tanya ibu Anton dan diangguki oleh Adit.


"Saya tau citra Bu, tapi saya tidak kenal dia, kita pernah bertemu saat berada dimakan, saat itu saya membantu citra menghidupkan motornya karena posisi saat itu juga hujan deras, dan karena saya sudah menolongnya citra menawarkan diri untuk mengantarkan saya pulang kerumah dan membantu saya saat tiba-tiba saya pingsan karena terlalu lama menahan dingin" *jelas Adit dengan sesekali tersenyum membayangkan wajah citra, dan senyuman itu tertangkap oleh ibu Anton.


Adit mengambil minum yang sudah disediakan oleh Rani tadi saat ibu dan Adit baru saja duduk dikursi tersebut.


"Apa nak Adit menjaga citra untuk ibu dan Almarhum anak ibu? *pertanyaan mendadak ibu Anton membuat Adit tersedak.


uhuk.uhuk.uhuk.


"Maaf Bu, tapi apa saya tidak salah dengar , bukannya saya keberatan tapi citra tidak akan mau jika dijodohkan dengan saya, apalagi kita belum saling kenal" *Adit bingung dengan pemikiran ibu Anton yang tiba-tiba ingin menjodohkannya dengan citra.


Ibu Anton termenung dan kembali berbicara "ibu tau pasti nak Adit kaget karena memang terlalu cepat jika ibu membahas hal ini, namun ibu juga tidak mau melihat citra yang sangat sedih karena kehilangan anak ibu, citra hanya tinggal sendiri dan selama ini Anton yang sangat dekat dengannya, citra juga sudah ibu anggap seperti anak sendiri selain itu ibu juga bisa melihat nak Adit orang yang sangat baik dan juga mas Adit terlihat suka sama citra, makanya ibu berani berbicara seperti ini"


"tapi apa citra mau menerima saya Bu, saya bisa melihat betapa besarnya cinta citra buat almarhum Anton, saya tidak yakin citra mau dengan saya" *Adit menunduk mengingat wajah citra yang begitu terpukul saat kehilangan sosok Anton.

__ADS_1


Benar yang dikatakan adit ibu Anton juga sangat tau betapa saling mencintanya mereka berdua, apalagi Anton anaknya.


"Kamu betul nak adit, tapi ibu minta tolong jaga citra, tolong untuk selalu ada disamping citra dia benar-benar sendiri, ibu akan bantu bilang ke citra" *ucap ibu Anton dengan nada memohon


Aditpun mengiyakan permintaan ibu Anton dengan syarat dirinya akan mendekatinya pelan-pelan jadi ibu Anton tidak perlu membantu dia untuk berbicara dengan citra.


Adit tidak mau nantinya citra malah menjauhi dia saat tau Adit sedang berusat mengejarnya.


Setelah pembicaraan yang cukup panjang Adit dan ibu Anton kembali ke kedalam rumah dan menuju keruang tamu yang sudah ada citra disana dengan Rani dan juga Ratih.


"citra kamu udah baikan nak? *tanya ibu Anton pada citra.


citra berdiri dari duduknya dan mendekat kearah ibu Anton "sudah Bu, ibu Citra mau pamit dulu ya besok citra kesini lagi" *citra mencium tangan ibu Anton.


Ibu Anton tersenyum mendapat pelukan dari citra beliau mengelus rambut citra dengan penuh kasih sayang, lalu melihat kearah Adit yang sedang melihatnya "nak Adit ibu bisa minta tolong untuk mengantarkan citra?* pinta ibu Anton dan membuat citra kaget.


"citra bisa pulang sendiri bu, citra kan bawa motor" *citra mencoba menolak dengan halus.


"tidak citra, kamu harus tetap diantar Adit, kondisi kamu sedang seperti ini, ibu ngga mau terjadi apa-apa sama kamu" *dan Nanapun menuruti permintaan ibunya.


Citra dan Adit pamit kepada keluarga Anton dan pulang dengan menggunakan mobil Adit, Disepanjang perjalanan citra hanya diam dan menatap keluar jendela.


Adit beberapa kali melirik kearah citra namun dia tidak punya keberanian untuk bertanya.

__ADS_1


"Mas apartemen saya dijalan mawar ya nanti didepan ada pertigaan belok kanan" *ucap citra yang melihat mobil Adit sudah semakin dekat dengan apartemen miliknya.


Adit mengangguk, lidahnya kelu untuk sekedar menjawab ucapan citra.


5menit kemudian mobil Adit sudah sampai didepan apartemen milik citra "Mas Adit parkir disitu aja mas, biar gampang nanti keluarnya" *citra menunjuk area parkir yang kosong yang tepat berada disebelah pinggir pintu keluar.


Setelah Adit selesai memarkirkan mobilnya citra turun dan pamit pada Adit "mas makasih ya udah nganterin saya pulang, mas Adit mau mampir dulu?* citra menawarkan Adit untuk mampir kerumahnya walaupun itu hanya basa basi.


" ngga usah aku langsung pulang aja, makasih juga udah mau aku antar" *Adit tersenyum pada citra namun citra malah mengerutkan dahinya.


Adit yang melihat wajah citra berdehem untuk menetralkan perasaannya "ehmm..yasudah aku pulang ya bye"


"bye"


Setelah Anton keluar dari area parkir apartemennya citra masuk kedalam unit apartemen miliknya untuk beristirahat dan membersihkan diri.


Sedangkan dijalan Adit sedang memikirkan wajah citra yang sangat membuatnya jatuh cinta.


"citra aku tau saat ini hati kamu masih sepenuhnya milik Anton, tapi aku akan terus berusaha untuk membantu kamu melupakan almarhum dan membuka hati kamu untuk aku"* ucap Adit.


Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena dia akan mampir ke kecafe yang berada tidak jauh dari apartemen citra, untuk menemui manager cafe yang menghubunginya kemarin, Adit dan manager tersebut akan membahas tentang kelanjutan pengajuan proposal Adit yang dia kirimkan kemarin lusa untuk mengisi lagu dicafe tersebut.


Adit akan mengejar mimpinya mulai dari mengisi lagu dicafe-cafe, karena Adit tau untuk menjadi musisi yang besar itu tidak mudah dan saat kita sudah menjadi musisi besar kita juga akan mendapatkan tantangan yang besar juga.

__ADS_1


__ADS_2