PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 32


__ADS_3

Lalu dimana citra sekarang?


Saat pertanyaan itu keluar dari mulut mamahnya, Adit sempat terdiam, dalam pikiran Adit adalah jika dirinya memberitahukan keberadaan citra saat ini kepada mamahnya, Adit yakin pasti mamahnya akan langsung menemui citra dan bertanya tentang siapa ayah Rio padanya.


Yang Adit takutkan adalah citra akan merasa tidak nyaman dan malah menjauh dari Adit, Adit berniat akan memperkenalkan citra pada mamahnya jika citra sudah bisa Adit dapatkan kembali.


"citra ada lah mah, cuma untuk saat ini Adit belum bisa memberitahukan keberadaan dia pada mamah"


"CK, sama mamah aja main rahasia-rahasia kamu dit? takut ya mamah mendatangi citra? *ucap mamah Adit membuat Adit yang sedang meminum kopi yang baru dibuatkan oleh jungsoo tersedak.


"uhuk, uhuk, uhuk"


"tuh kan bener, pasti kamu mikir gitu?


"ngga kok mah, hanya saja adit belum bisa memberitahukan keberadaan dia saat ini kepada mamah, mamah tenang aja suatu hari nanti Adit bakal bawa citra kerumah"


"cinta banget ya dit, kamu sama si citra, sampai-sampai banyak sekali wanita yang mamah kenalin kekamu tidak ada satupun yang nyantol"


Adit menatap jauh kejendela dan membayangkan wajah citra yang sangat cantik dimatanya "cinta banget mah"


Nyonya Kim hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang ternyata masih memendam rasa cinta yang begitu besar untuk perempuan bernama citra itu.


Rio yang melihat kedua orang dewasa didepannya asyik mengobrol dan mengabaikannya tiba-tiba merengek minta bersama maminya.


"Pi, Lio mau sama mami"


Adit yang sedang mengobrol dengan ibunya menoleh dan mengerutkan keningnya "tadi katanya sama papi aja sayang"


"nda mau, papi cuekin Lio, papi maunya cuma sama Oma ngga mau sama Lio lagi"


"Rio cemburu sama Oma ya sayang, sini Rio sama Oma" *ajak nyonya Kim dan riopun lari dan memeluk nyonya Kim


#Bahahia# itu adalah salah satu gambaran perasaan nyonya Kim saat ini.


Adit yang melihat interaksi keduanyapun tersenyum bahagia, dia semakin tidak sabar menunggu besok pagi.


Mereka bertiga akhirnya bermain bersama hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan waktunya para karyawan pulang kerja.


Rio yang sudah sangat senang bermain bermain dengan nyonya Kim, tidak mau pulang kerumahnya, dia merengek untuk ikut nyonya Kim.


Aditpun dibuat bingung dengan keinginan Rio, bagaimana cara menyampaikannya kecitra kalau begini.


Saat Adit sedang menasihati Rio yang sedang menangis digendongan nyonya Kim, tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat nama citra dilayah ponselnya.


"aduh citra sudah telepon lagi mah" *tanya Adit pada mamahnya.


"yaudah kamu bilang aja kalau Rio minta ikut mamah dit"

__ADS_1


"ngga bisa gitu mah, Adit ngga berani"


"ya Tuhan anak mamah yang terkenal galak dan dingin kok bisa jadi loyo begini ya, benar-benar hanya citra yang bisa ngerubah kamu dit, bahkan mamah saja ngga bisa" *nyonya Kim geleng-geleng kepala melihat tingkah anak tunggalnya itu.


"udah jangan bahas itu dulu mah, ini trus bagaimana?


"yaudah sini mamah saja yang ngomong sama citra"


"no!!


"lah trus gimana dong?


"Bial Lio aja yang telpon mami Pi" *tiba-tiba Rio meminta ponsel milik Adit dan mengangkat telepon maminya


"hallo pak Adit" *ucap citra diseberang telepon.


"hallo mami"


"loh sayang, kok kamu yang ngangkat?Rio ngga nakal kan nak?


"nda mami"


"Rio, kok suara kamu kaya habis nangis? *ucap citra ketika mendengar suara anaknya yang sedikit serak.


"mami, boleh nda Lio ikut Oma?


"hah Oma?


"," citra terdiam cukup lama.


"hallo mi, kok mami diem, boleh ya mi"


"Rio tolong kasihin ponselnya ke papi"


mendengar perintah maminya Rio menurut untuk memberikan ponsel tersebut kepada Adit


"hallo cit"


"pak Adit maksud Rio tadi apa ya?


"begini cit, mamahku tadi berkunjung kekantor, dan bertemu banyak Rio"


"terus Rio gimana pak Adit, apa Rio membuat masalah?


"bukan begitu, kamu dengerin aku ngomong dulu, Rio tiba-tiba langsung manggil mamah aku Oma, dan Rio seperti sudah sangat dekat sama mamah aku"


Diseberang telepon citra sedang menganga, karena syok mendengar ucapan Adit, dia semakin takut jika Rio akan diminta oleh keluarga besar Adit.

__ADS_1


"maaf sekali pak Adit, tapi untuk saat ini saya tidak bisa mengijinkan Rio ikut dengan mamahnya anda, dan saya minta Rio pulng sekarang juga, saya tunggu diparkiran" *jawab tegas citra dan Aditpun tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Begitupun dengan nyonya Kim yang sedari tadi mendengar ucapan citra diseberang telepon.


Nyonya Kim mencoba memberi penjelasan kepada Rio "Rio sayang, untuk hari ini Rio belum bis kerumah Oma dulu ya, soalnya Oma juga mau pergi, kalau Oma pergi nanti Rio dirumah Oma sama siapa?


"ya lio ikut Oma pelgi"


"ngga bisa sayang, Oma perginya jauh, nanti Rio capek dijalan, begini saja besok hari Minggu Oma yang akan pergi kerumah Rio, bagaimana?


Adit yang sedang membalas pesan citra langsung menghadap kearah mamahnya "mah"


"hustt kamu diam"


"benel ya Oma, hali Minggu Oma datang kelumah Lio" *Rio akhirnya mau menuruti perkataan nyonya Kim.


"iya sayang"


"yaudah ayo Pi,kita pulang" *ajak Rio pada Adit dan diangguki oleh Adit.


"ayo sayang, mah Adit antar Rio sama citra dulu"


",x nyonya Kim hanya mengangguk "Rio sayang kamu pulangnya hati-hati ya, dadah Rio" *nyonya Kim melambaikan tangan saat Rio akan keluar dari ruangan Adit


"dadah Oma"


Saat Adit dan Rio sudah pergi, nyonya Kim mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk mengikuti kemana Adit mengantar Rio.


"hallo"


"hallo bos"


"kmau ikuti Adit sekarang, dia sebentar lagi keluar dari kantor"


"siap bos, akan saya laksanakan"


Nyonya Kim mematikan teleponnya.


"aku sangat yakin kalau Rio itu anak Adit, aku harus bisa mendapatkan cucuku"


Diparkiran


Citra yang sudah menunggu sedari tadi langsung berlari kearah Adit saat melihatnya baru saja masuk kearea parkir dan menggendong Rio, sungguh citra saat ini sangat takut jika mereka semua tau siapa Rio sebenarnya dan mereka akan mengambil Rio dari sisinya, citra tidak akan kuat hidup tanpa Rio.


"mami" *panggil Rio dengan matanya yang terus menatap wajah maminya yang terlihat sangat ketakutan.


"sayang, Rio dengerin mami, Rio ngga boleh minta-minta ikut sama orang sayang, apalagi Rio kan baru pertama kali bertemu dengan mamahnya Pak Adit, jadi jangan diulangi lagi ya"

__ADS_1


Adit hanya diam mendengar ucapan citra, dia tidak berhak marah karena kenyataannya memang seperti itu.


"huwaaa


__ADS_2