Polisi Cantik

Polisi Cantik
MIMPI BURUK


__ADS_3

3 hari telah berlalu setelah Lee berada di Hongkong. Dengan serius dia menyusuri akar permasalahan penyebab terjadinya kekacauan proyek pembangunanya.


Dan dengan kecerdasanya. Di dalam 3 hari itu Lee berhasil menemukan jawabanya.


"Tuan Harold, bisakah saya meminta laporan data antara sinkronisasi keuangan dan bahan bangunan yang telah kita beli.?" tanya Lee yang meminta orang kepercayaan ayahnya.


"Tentu saja, Tuan." Harold segera mencari folder laporanya di laptop kerjanya.


Dan setelah menemukanya. Harold segera memanggil kembali Lee untuk langsung mengeceknya.


"Tuan Harold, tolong anda print out data laporan tersebut karena saya butuh laporan tertulis." titah Lee.


"Baik, Tuan." Harold mengangguk dan segera mengcopy file tersebut untuk segera ia print out.


Dan tak berselang lama. Beberapa lembar laporan keuangan perusahaan tersebut telah selesai di print out Harold.


"Ini, Tuan laporanya." Harold menyerahkan berkas laporan keuanganya pada Lee.


"Terima kasih, Tuan Harold." ucap Lee setelah menerima laporanya.


Lee membaca dengan seksama hasil laporan yang di berikan Harold padanya. Dirinya sedikit heran dengan kejanggalan laporan keuangan yang ternyata berbeda dengan yang berada di lapangan.


Lee segera bangkit dari duduk dan segera menuju tempat proyek pembangunanya.


Di area proyek pembangunanya. Lee segera mencari seseorang yang bernama Ganna. Ganna adalah seorang mandor sekaligus pemegang tender yang di tunjuk Junwei untuk melaksanakan pembangunan proyeknya.


"Tuan Lee, sejak kapan anda berada disini?" tanya Ganna yang kaget melihat tiba tiba saja berada di lapangan kerja.


"3 hari, Pak Ganna." jawabnya dengan santai.


"Bagaimana kalau kita berbincang di ruangan saya." ajak Ganna kepada Lee.


Lee mengangguk dan mengikuti Ganna menuju ruangan kerjanya.


Di dalam ruangan Ganna. Lee tanpa basa basi lagi langsung melempar berkas laporan keuanganya ke atas meja kerja Ganna.


"Bisakah kau jelaskan padaku tentang semua ini." tukas Lee dengan nada yang kini di tinggikan.


Tangan Ganna bergetar hebat ketika membuka lembaran demi lembaran laporan keuangan yang di lemparkan Lee pada mukanya.


"Tuan ... saya bisa jelaskan semua ini." ucap Ganna yang kini terlihat ketakutan setengah mati di hadapan Lee.


Lee melangkah menghampiri Ganna dan menarik kerah baju dan mengangkatnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kau jelaskan lagi padaku! aku telah mendapat beberapa laporan dan bukti yang semuanya itu menjurus padamu." bentak Lee dengan murka.


"Dan asal kau tahu, gara gara ulahmu yang merugikan perusahaan ini, kini Ayahku harus masuk rumah sakit karena jantungnya kumat." Lee melempar Ganna hingga jatuh tersungkur di hadapanya.


"Ampun Tuan, Aku melakukanya karena terpaksa dan di bawah tekanan seseorang." tukas Ganna.


Lee kini mendekat Ganna dan menarik kerah bajunya lagi.


"Katakan padaku! siapa yang telah menyuruhmu melakukan semua ini." Bentak Lee.


Dan pada akhirnya. Ganna memberitahukan siapa saja orang yang terlibat yang telah melakukan kerugian di perusahaan Junwei.


Dan tak pernah di sangka Lee. Ternyata Ganna menyebut nama Gelard dan Forger sebagai dalang yang sekaligus memback up ketika mereka beroprasi melakukan tindak korupsinya.


Lee melepas kerah Ganna dan kemudian kembali berdiri sambil mengepalkan tangan.


"Gelard dan kau Forger! Aku pastikan kalian akan mendekam di belik jeruji penjara!" ucap Lee seraya pergi meninggalkan Ganna yang masih tergeletak di lantai.


Di saat momen seriusnya. Lee tetap mencoba tenang dan mengendalikan emosinya.


Handphone Lee mendadak bergetar di dalam saku jasnya. Dan ternyata Kiana lah sang calon istri yang mencoba memanggilnya.


"Hallo sayang." sapa Kiana ketika Lee baru mengangkat panggilan masuknya.


"Kabarku baik, dan kini Papamu baru saja sampai di rumah." ucap Kiana yang membuat Lee makin bahagia.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya." jawabnya.


"Sayang ... apa kau masih lama berada di Hongkong?" tanya Kiana.


"Sepertinya 2 hari lagi semua masalah akan selesai. Dan aku telah menemukan beberapa orang yang terlibat dalam kasus penggelapan dana perusahaan Papa." jelas Lee.


"Baiklah jaga dirimu di sana. Dan satu lagi, aku sangat merindukanmu disini." tukas Kiana yang membuat Lee makin tak sabar dan bersemangat menjebloskan para penjahat itu ke dalam penjara.


"Ok, sampai jumpa nanti sayang. I love you Kiana😍." ucap Lee.


"I love you too🥰." jawab Kiana.


Lee menutup kembali teleponya dan bergegas melaporkan kasus kerugian ke kantor kepolisian Hongkong.


Di kantor kepolisian. Lee di bantu sekretaris pribadinya yang tak lain adalah Kakak dari Kiana sendiri yang bernama Noval, dalam menyerahkan barang bukti dan segala keperluanya pada pihak kepolisian.


Dan tak butuh waktu lama. Para polisi Hongkong sorenya telah berhasil meringkus beberapa orang yang namanya terlibat dalam kasus penggelapan dana perusahaanya.

__ADS_1


Dan permohonan Lee pada kepolisian untuk menggelar persidangan kasusnya pun langsung di laksanakan ke esokan harinya.


Dan di dalam persidanganya. Semua berjalan lancar, Hakim menjatuhkan vonis hukuman 30 tahun penjara pada Gelard dan Forger.


"Tuan, apakah rencana anda untuk pulang ke indonesia tidak bisa di tunda?" tanya Noval sekretaris pribadinya.


Lee memegang pundak Noval sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa menundanya lagi, aku harus segera memberi kabar bahagia ini pada kedua orang tuaku." jawab Lee.


"Baiklah, saya langsung menghubungi pihak bandara untuk menyiapkan kepulangan anda ke indonesia." jawab Noval.


SKIP ...


Lee bersama Noval kini telah berada di pesawat yang akan membawanya kembali ke indonesia. Dan karena saking lelahnya, Kini Lee tertidur di jok penumpangnya.


Noval sekilas menoleh ke arah Lee yang kini telah tertidur pulas.


Noval melipat koran dan melangkah meninggalkan Lee menuju toilet.


Ketika tidurnya, Lee tiba tiba bermimpi. Ketika itu Lee tiba tiba saja tergeletak di sebuah jalanan aspal sepi dengan tubuh yang sudah bersimbah darah.


Lee berteriak teriak ketika melihat Sofia adiknya di perkosa secara bergiliran tanpa ampun oleh beberapa komplotan yang tak di kenalinya.


"Jangan! aku mohon jangan sakiti dia!" Lee berteriak memohon sambil menangis menghulurkan tanganya ke arah Sofia yang sedang di perkosa sambil menangis.


Setelah puas menikmati tubuh Sofia. Kini beberapa komplotan itu tertawa sambil membenarkan kembali sabuk pada celananya dan kemudian meninggalkan Lee yang sudah tak berdaya.


"Tidakkkk ..." Lee terbangun dari mimpinya.


Noval yang baru saj kembali dari toilet segera memberikan Lee air minum.


"Apa Tuan tidak apa apa?" tanya Noval dengan cemas melihat wajah Lee yang kini pucat mayat.


Lee menggelengkan kepalanya sambil menerima gelas minum yang di sodorkan Noval padanya.


"Aku tidak apa apa, aku hanya bermimpi buruk saja tadi." jawab Lee sambil mengelap keringat di dahinya.


Lee meminum habis air pada gelas minumnya dan menaruhnya kembali pada meja kecil di hadapanya.


Lee menoleh arlojinya dan memandang ke arah Noval yang masih terlihat cemas memandanginya.


"Apakah kita masih lama untuk sampai di indonesia?" tanya Lee mengalihkan suasana.

__ADS_1


"Mungkin kurang lebih sekitar 4 jam lagi, Tuan." jawab Noval yang kini sudah terlihat tenang.


__ADS_2