Polisi Cantik

Polisi Cantik
TERIMA KASIH MICHAEL


__ADS_3

Sudah bermacam macam arena di coba oleh Sofia dan Michael di malam minggu rianya.


Michael menoleh pada arloji di pergelangan tanganya dan waktu sudah menunjukan jam 22:15.


"Sofia sayang ... ini sudah hampir larut malam. Sebaiknya kita segera pulang." ajak Michael.


"Nggak ... ngak mau! ayolah Kak Chel, kita main sebentar lagi saja. please." Sofia memohon.


"Sofia sayang, apa kau tidak mendengar apa yang di ucapkan Kak Lee tadi di rumah?" ucap Michael sekaligus mengingatkan Sofia.


Dengan sangat terpaksa Sofia akhirnya menuruti keinginan Michael untuk mengajaknya pulang. Walau dengan ocehan dan dumelan yang membuat Michael tertawa.


"Apa kalian sudah akan pulang?" suara wanita yang khas dan tidak asing lagi di telinga Michael dan Sofia.


Mereka berdua menoleh ke belakang dan mendapati Lee sedang berdiri bersama dengan Manila.


"Manila ..." Michael kaget bercampur senang.


Sofia melangkah menghampiri Lee dan bergelayut manja pada tanganya.


"Kak Lee ... bolehkan aku bermain sebentar lagi saja, please." Sofia memohon pada Lee.


Lee menghela nafas dan merasa tak tega dengan adiknya.

__ADS_1


"Baiklah ... asal ada satu syaratnya." tegas Lee.


"Apa itu, Kak?" sahut Sofia.


"Manila sayang, mau kan kau menemani Sofia?" pinta Lee.


"Baiklah aku akan menemaninya." Manila mengngguk dan kini menggandeng tangan Sofia.


"Horeeee ..." Sofia senang dan kini memeluk tangan Manila yang mulai melangkah mengajak kembali ke arena taman bermanin.


Michael dan Lee sejenak terdiam. Tak ada perbincangan spesial atau apapun itu di antara mereka saat ini.


"Lee ... maaf, maksudku Kak Lee. Kau mau minum? biar aku pergi sebentar membelinya." ucap Michael yang tak ingin suasana canggung terus berlarut di antara mereka.


"Tidak perlu Michael, tapi jika kau memaksa, Ya sudah kau beli sana, aku akan menunggu Manila dan Sofia disini." jawab Lee.


Dan tak berselang lama. Kini Michael telah kembali membawa 4 kaleng minuman dingin non Alcoholnya.


"Banyak sekali? apa kau yakin akan menghabiskanya?" tanya Lee.


Michael duduk dan tersenyum memandang Lee yang kini menjadi calon kakaknya.


"Apa kau lupa, Kak Lee. Kita bukanlah berdua tapi berempat! ada aku, kau. Manila dan Sofia kekasihku tentunya." tegas Michael menekankan kata kekasih untuk Sofia pada Lee.

__ADS_1


Lee hanya tersenyum menanggapinya. Dan kini ia mengambil minuman dingin dan kemudian meminumnya.


"Terima kasih, Michael." ucap Lee dengan menunduk tanpa menoleh pada Michael.


Michael terheran dengan Lee yang kini terlihat sedikit santai dari sebelumnya.


"Terima kasih untuk apa?" Lee masih bingung.


"Terima kasih, karena kau telah membuat Sofia kini kembali tertawa. Jujur, aku sangat merindukan momen momen ketika dulu belum terjadi musibah menimpanya." jelas Lee.


Michael memegang pundak Lee dan mengusap ngusapnya.


"Itu sudah menjadi bagian tugasku. Jadi tenanglah, sebisa mungkin aku akan membuat Sofia selalu tersenyum bahagia." ungkap Michael mngutarakan isi hatinya.


Lee mengangkat wajah dan kemudian membalas senyuman yang tak kalah tampan dari Michael.


Lee kini 100% yakin sepenuhnya pada Michael. Dan kemudian kedua pria tampan itu terlihat bersulang dengan minuman kalengnya.


Satu jam berlalu. Kini Manila dan Sofia sudah kembali dengan wajahnya yang terlihat puas sekali.


"Minumlah dulu." Michael memberikan Sofia minuman begitu pun dengan Lee pada Manila.


"Terima kasih sayang." Manila mengecup pipi Lee di depan Sofia dan Michael.

__ADS_1


"Emang Kakak pikir Kakak saja yang bisa." Sofia pun kini menyambar pipi Michael dengan bibirnya.


Lee dan Manila hanya bisa tertawa melihat Michael yang menahan malu di depan Calon kakak iparnya.


__ADS_2