Polisi Cantik

Polisi Cantik
PENANGKAPAN PELAKU PENGGELAPAN


__ADS_3

Di depan pintu gudang besar berdiri empat orang penjaga yang berbadan kekar. Mata mereka tak pernah lengah mengawasi hal sekecil apapun yang mencurigakan.


"Bang ... kopinya." sapa Arby dengan suara yang ia rubah menyerupai seorang wanita.


Ke empat penjaga pintu itu mengadu pandang sambil menggedikan kepalanya.


"Siapa yang pesan kopi, emang?" tanya salah satu penjaga itu pada temanya.


Itu kopi langganan Bro. Tiap malam Bos besar selalu menyuruh tukang kopi yang berdagang di kios pojok sana untuk mengirim kopi kepada kita." jelasnya.


Ke empat penjaga itu kini memperbolehkan Arby untuk dan menaruh kopinya di meja depan pintu gerbangnya.


"Maaf, bang. Sebenarnya abang abang yang tampan lagi jagain apa sih? Memang gak ngantuk gitu?" tanya Arby yang mencoba menyelidik.


Penjaga pintu itu tertawa setelah menyesap dan menikmati kopinya.


"Biasa neng, kita semua disini lagi jaga lapak bisnis gitu." jelasnya dengan singkat.


Arby mengangguk dan memegang salah satu punggung tangan si penjaga.


"Wah ... keren lapak bisnis. Pasti gajinya gede?" selidik lagi.


Si penjaga kembali membalas pegangan tangan Arby sambil mengelus ngelus punggung tanganya.


"Dah lama neng kerja jadi penjual kopi? kenapa gak ikut abang aja."


"Baru dua hari bang saya disini. Yah lumayan lah buat tambah tambah biaya kuliah."

__ADS_1


Si penjaga pintu kini terlihat berani merangkul pundak Arby dan mencium pipinya.


Njirrrr jijay. Najong banget, kalau bukan karena lagi menyamar, sumpah gua gak sudi jeruk makan jeruk kek gini.


"Neng, kenapa diam? kurang?" si penjaga itu kini terlihat lebih berhasrat dari sebelumnya.


Si penjaga menyosor bibir namun dengan dengan cepat Arby menghalanginya dengan nampan yang sedari tadi di pegang tanganya.


"Haduhhh." pekik si penjaga yang sukses di tertawakan oleh ketiga penjaga pintu lainya.


"Neng ... kok di tutup pake nampan sih?" Si penjaga tertawa malu.


"Malu ah bang, disini banyak orang." ucap Arby yang sengaja memancing.


Si penjaga itu merasa tertantang dan mendapat lampu hijau. Dirinya segera menghampiri ke tiga rekanya dan berbisik.


Pintu gudang pun kini terbuka lebar. Arby di tuntun masuk di ikuti oleh ketiga penjaga pintu lainya tanpa menutupnya kembali.


Di dalam gudang yang besar dan luas itu memperlihatkan beberapa kendaraan yang berjejer dan tertutup rapi oleh sebuah kain penutup di atasnya.


Arby yang merasa penasaran, segera menyingkab kain penutup itu.


"Wah ... keren." Arby berdecak kagum melihatnya.


Arby berbalik dan memandang pada penjaga yang kini sudah melepas semua pakainya.


"Kutu buneng. Nuafsu juga sama gua" gumam Arby.

__ADS_1


Untuk mengulur waktunya. Arby kini berlari menjauhi ke empat penjaga yang sudah siap menggilirnya ramai ramai.


Lee kau dimana? cepat datang kesini! Tugasku sudah selesai.


Arby bersembunyi di sebuah mesin besar melakukan kontak batin pada Lee.


Di luar gudang. Akin, Lee dan Manila segera bergerak menyusul Arby yang kini sedang terjebak dalam kepungan birahi ke empat penjaga pintu gudang.


"Mau kemana, nona cantik?" ucap si penjaga dengan lidah yang sudah menjulur haus akan belaian.


"Dasar sampah!" bentak Arby yang kini berlari namun si penjaga berhasil menahan bajunya hingga sobek.


Wah sial. ngelunjak juga ini orang.


Arby yang marah segala melepaskan pukulanya dan tepat mengenai wajah salah satu penjaga hingga pingsan.


Ke tiga penjaga lainya kaget sekaligus geram dengan apa yang telah di lakukan Arby pada temanya.


"Kepung dia! dan cepat gasak dia ramai ramai." bentak salah satu penjaga.


Beruntung Lee bersama yang lainya kini telah datang dan berlari menghampiri ke tiga penjaga itu.


"Jangan bergerak! kalian semua di tangkap atas tuduhan penggelapan kendaraan!" ucap Akin sambil menodongkan senjata ke arah ketiga penjaga itu.


"Sial .... kita telah di jebak." si penjaga mendecih kesal merutuki kebodohanya.


Ketiga penjaga itu langsung mengambil senjata dan menembakan pelurunya ke arah Akin dan tepat mengenai tanganya.

__ADS_1


Arby yang geram tak sengaja mengeluarkan kekuatanya dan langsung melumpuhkan ketiga penjaga itu yang kini sudah berstatus bahaya.


__ADS_2