
Matahari sudah benar benar terlihat lelah dan akan menenggelamkan dirinya.
Semua jajaran staf officer sudah terlihat keluar dari gedung kepolisian menuju rumahnya masing masing, dan menyisakan Michael yang masih duduk sendiri dan baru saja menyelesaikan tugas laporanya.
"Sudah hampir jam 6 sore." Michael bangkit dan merapikan meja kerjanya.
Dia mengambil jaket dan kunci mobil dan kemudian melangkah keluar dari gedung kepolosianya.
Kluntang ...
Senyum tampan kini terpancar dari wajah Michael yang seharian lelah dalam tugasnya setelah melihat seseorang yang mengirim chat padanya.
"Sofia." gumam Michael.
Dengan langkah yang di percepat kini Michael masuk dan duduk di dalam mobilnya.
"Hai Sofia ...😍" sapa Michael di dalam balasan chatnya.
"Hai Kak Chel, sudah pulang?" Sofia senyum senyum sendiri dalam mengirimkan chatnya.
"Sudah, Emang Sofia lagi ngapain sekarang? pasti sedang nungguin Kak Chel. Iya, kan🤩?" Michael mengulum senyum tak sabar rasanya ingin bertemu Sofia bidadari hatinya.
"Hmmm ... 🤔 Sofia lagi Balas chat ini sambil tiduran." jawabnya.
Sedikit rasa cemburu tersiratdi wajah Michael walau Sofia belum resmi menjadi miliknya.
"Chat sama siapa😳?" telisik Michael yang berharap Sofia hanya berchat ria denganya bukan dengan yang lain apalagi lelaki selain dirinya.
"Dih ...😜 kepo!" hanya itulah balasan dari Sofia yang bukan merupakan balasan yang di harapkan Michael darinya.
Sudah hampir setengah menit terlewat. Akan tetapi Sofia belum membalas chat pertanyaanya.
Hingga membuat Michael sedikit terbakar api cemburu dan mulai menstater mobilnya.
Dengan perasaan yang kini terasa malas. Michael melajukan mobilnya menuju arah apartementnya.
Kluntang ...
Handphone Michael yang tergeletak di dashboard kini menunjukan notif chatnya kembali.
__ADS_1
"Gambar apaan yang dia kirim?" Michael menepikan mobilnya di pinggiran.
Michael tersenyum ketika tahu Sofia mengirim fotonya yang Michael sendiri sudah lupa akan foto tersebut.
"Kak Chel, kenal dengan orang ini?" tanya Sofia yang berpura pura tidak mengenalnya.
"Memang kenapa dengan lelaki tampan dan tidak sombong di foto ini?" tanya balik Michael yang sedikit membanggakan dirinya di depan Sofia.
"Gak apa apa. Aku hanya ingin berterima kasih, karena dengan foto ini, Tokek dan tikus di tempatku kini hilang dan raib begitu saja ketika aku memampangnya di kamar." ucap Sofia sambil tertawa puas mengejek Michael di dalam kamarnya.
Busyettt foto gua lo jadiin buat nakut nakutin tikus dan tokek, yang bener aja.
"Gak apa apa, Sofia. Jika fotoku bisa membuat hati dan perasaanmu menjadi nyaman. Aku malah senang setelah tahu kalau selama ini kamu sudah memajang fotoku di dalam kamarmu." jawab Michael yang merendah untuk meraih kemenanganya.
Deg ...
Jantung Sofia berdegup kencang. Senyum manis dan cantik di bibirnya kini menghiasi wajahnya yang memerah malu.
"Kak ..." Sofia mengirim chatnya kembali.
"Idih Kak Chel ini. Sofia ..." balasan Sofia yang langsung menonaktifkan handphone karena bingung dan gugup pada Michael.
"Kok tidak di lanjutkan?" gumam Michael yang kini melajukan kembali mobilnya di jalan raya.
Waktu sudah menunjukan jam 7 malam. Dan Michael kini sudah berpenampilan rapi dan keren tidak seperti biasanya.
Dengan langkah percaya diri kini ia melangkah meninggalkan mobilnya yang sudah terparkir di depan halaman rumah Lee.
Selamat datang cinta dan selamat tinggal Jomblo.
Kurang lebih itulah yang kini terlintas di hati dan pikiran Michael yang sedang berbunga bunga.
Dengan buket bunga di tangan kirinya. Kini tangan kananya ia gunakan untuk menekan bel rumah kediaman Lee.
Tidak berselang lama. Terdengar langkah Lee yang sedang berjalan berniat membukakan pintunya.
"Siapa?" seru Lee sebelum membuka pintunya tanpa mengintip pada camera digital pintunya.
__ADS_1
Oh ... ternyata Lee. Kini saatnya aku membalaskan dendam tempo siang tadi.
"Aku ... Michael sahabatmu yang paling tampan." seru Michael dari luar pintu rumah.
Lee membuka pintu sedangkan Michael berpura pura menyenderkan tangan kanan pada pintu yang sedang di buka Lee sambil menundukan kepalanya.
Alhasil pembalasan Michael berhasil. Tanganya kini tepat mengenai wajah Lee.
"Ah ... apa sih lo!" Lee yang tidak terima Michael memegang dan meremas mukanya.
Michael mengangkat wajah dan berpura pura seolah kejadian itu bukanlah hal sengaja.
"Sorry, Lee. Beneran sumpah, Aku kira tadi pintunya masih tertutup." Michael nyengir kuda.
Lee memperhatikan penampilan Michael yang tak seperti biasanya. Tak hanya itu, Lee juga kini mengendus wangi parfume paris Michael.
"Mau kemana kau?" Lee masih berdiri dan tak memperbolehkan Michael untuk memasuki rumahnya.
"Apakah seperti ini caramu memperlakukan tamu sekaligus sahabatmu yang begitu tampan ini?" Michael membusungkan dada bangga.
"Cih ... tampan dari mana? dari Hongkong? trus liatnya pake sedotan?" jawab Lee yang tak mau kalah tampan dari dirinya.
Di tengah hangatnya beradu argumen. Sofia kini muncul dengan gaun cantik berwarna merah maroon.
"Maaf, Kak Chel. Sudah membuat Kakak menunggu lama." ucap Sofia sambil melangkah ke arah Michael melewati Lee yang masih berdiri di depan pintunya.
"Bunga untuku?" Sofia mengendus harum buket bunga mawar merah yang di bawa Michael untuknya.
"Iya, Bunga ini spesial aku petik dan aku menatanya dan kemudian membawakanya untukmu." Michael tersenyum tampan dan menyerahkan buket bunganya untuk Sofia.
"Uwo ...uwo." Lee merasakan mual setelah mendengar ucapan Michael yang di rasa bualan baginya.
Sofia menoleh pada Lee dan kembali fokus pada Michael.
"Ayo masuk." ajak Sofia sambil menggandeng tangan Michael.
Lee menajamkan matanya merasa tak senang melihat pemandangan di hadapanya.
"Maaf Kak Lee. Aku masuk kedalam dulu." ejek Michael sambil tersenyum penuh kemenangan melewati Lee yang sudah gedek dengan dirinya.
__ADS_1