Polisi Cantik

Polisi Cantik
SORE HARI DI CAFE


__ADS_3

Hari senin pagi setelah selesai dengan Apel dan Breaktimenya. Letnan Bryan memberi perintah pada Manila dan yang lainya dengan tugas yang berbeda di tiap orangnya.


Manila Bertugas menyelidiki kasus penggelapan motor Harley di pelabuhan di bantu siapa lagi kalau bukan kekasih sekaligus tunanganya Lee.


Sedangkan Michael. Letnan Bryan memberikan tugas padanya untuk melakukan patroli dan untuk memberikan rasa nyaman dan keamanan. Sebagai polisi yang selalu stand by dan siap melayani warganya.


Cekitttt ...


Michael mengerem mendadak karena baru saja ia mendapati seorang wanita yang berdiri menghadang dirinya.


"Sofia ... apa aku tidak salah lihat?" Michael keluar dari mobil dan segera menghampiri kekasihnya.


"Kau ini, mengagetkanku saja. Ayo masuk." Michael mengajak Sofia masuk ke dalam mobil patrolinya.


Michael kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Tanpa menoleh pada Sofia yang kini duduk di sampingnya.


"Apa Kakak marah padaku?" Sofia memiringkan kepalanya memandang pada Michael.


Michael sekilas menoleh dan sedikit memaksakan senyuman di wajah dan kemudian kembali fokus pada jalanan yang di lewatinya.


"Maafkan aku jika aku sudah membuat Kak Chel kesal, Aku tahu Kak Chel pasti marah padaku. Iya, kan?" Sofia mencoba memegang tangan kekasihnya.


Michael menyalakan lampu Sen dan menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Dengarkan aku Sofia. Lain kali jangan lagi kau lakukan hal bodoh dengan tiba tiba berdiri seperti itu di depan mobil yang sedang melaju." tegur Michael dengan hati hati karena tak ingin membuat Sofia bersedih.


Sofia mengangguk dan menarik tangan Michael dan menaruh di atas kepalanya.


"Aku berjanji. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu." Ikrar Sofia.


Cup


Michael mencium kening kekasihnya dan kemudian memeluknya.


"Aku mencintaimu, Sofia." ucap Michael sambil mengusap ngusap punggung Sofia dalam pelukanya.


"Iya, Kak Chel. Terima kasih sudah memaafkanku."


Michael melepas pelukan dan kembali melajukan mobilnya untuk kembali berpatroli.


Di pelabuhan. Manila dan Lee terlihat sedang berbincang dengan informanya yang menyamar menjadi pedagang di sebuah kios yang melayani Kopi, mie rebus dan lain lain pokoknya😅.


Mereka bertiga terlihat bergaya layaknya penjual dan pembeli untuk menghilangkan kecurigaan dalam penyamaranya.


Dalam penyamaranya. Lee dan Manila tidak menggunakan seragam kepolisian dalam tugasnya. Mereka berdua hanya menggunakan kostume casual santai layaknya orang yang biasa.


"Bagaimana, apa kau pernah melihat seseorang yang mencurigakan di pelabuhan ini?" tanya Lee.


"Arah jarum jam 9. tepat jam 1 malam, ada transaksi yang aku yakin itu adalah mereka." jawab Akin si penjaga kios warung yang sebenarnya dia adalah polisis intel.

__ADS_1


Manila menoleh ke arah jarum jam 9 dari tempat duduknya. Pandanganya tertuju pada sebuah peti kemas besar. Yang tidak jauh dari lokasi itu, ada sebuah gudang penyimpanan.


"Apa yang kau maksud gudang penyimpanan itu?" tanya Manila.


"Betul sekali, Manila. Seribu untukmu dan sepuluh juta untuku." Akin tertawa mencoba menghilangkan tegangnya suasana.


"Menyebalkan ... selalu seperti itu." Manila memutar bola matanya malas menanggapi candaan Akin.


Lee hanya bisa menggeleng kepala sambil tersenyum simpul menanggapi selera humor Akin yang menurutnya cukup menghibur.


"Lee ... Manila. Dekatkan telinga kalian!" pinta Akin.


Manila dan Lee mengangguk dan kini mulai mendekatkan telinga mereka pada Akin.


Akin terlihat membisikan rencananya pada Lee dan Manila. Dia berencana mengirim seseorang untuk mengantarkan kopi pada beberapa orang yang di sinyalir adalah para pelaku penggelapan motor Harley tersebut.


"Baik aku akan melakukanya sendiri." ucap Manila dengan berani dan tanpa rasa ragu.


"Tidak, aku keberatan! ini sangat beresiko untukmu." Lee menolak.


"Lantas siapa?" Akin meminta kepastian pengganti Manila.


"Beri aku waktu sebentar." Lee mengambil handphone dan terlihat menghubungi Michael.


Di dalam panggilan teleponya. Lee menjelaskan rencana yang akan di lakukanya nanti malam pada Michael. Namun Lee sedikit kesulitan mencari pengganti Manila dalam misi penyamaranya nanti.


Michael teringat pada Arby. Karena Lee meminta seorang wanita yang menyamar mengantarkan kopinya pada para penyelundup.


"Jam 5 sore aku tunggu di Cafe dekat kantor kepolisian." ucap Michael sambil mengakhiri panggilan teleponya.


Lee memasukan kembali handphone ke dalam sakunya.


"Bagaimana Lee?" tanya Akin.


"Michael punya rencana lain. Aku dan Manila akan menemuinya sebentar lagi di Cafe dekat kantor kepolisian.


"Baiklah Lee." Akin mengangguk.


Manila dan Lee kini berdiri merapikan penampilanya. Mereka berdua pamit pada Akin dan mulai melangkah pergi menuju Cafe untuk menemui Michael.


Tak butuh waktu lama untuk Lee dan Manila menuju Cafe untuk menemui Michael yang sudah menunggunya.


"Hei kalian berdua." seru seseorang pada Lee dan Manila yang baru saja turun dari mobilnya.


Manila terkejut sekaligus senang setelah tahu seseorang yang memanggilnya ternyata ada Arby sepupu sekaligus sahabat terbaiknya.


Saking senangnya Manila langsung berhambur memeluk Arby sepupunya. Tanpa menghiraukan keberadaan Lee yang masih berdiri di sampingnya menatap tidak suka.


"By, kau baru sampai juga?" tanya Manila.

__ADS_1


"Iya, aku baru saja turun dari Bus dan tak sengaja melihat kalian berdua turun dari mobil. Makanya aku memutuskan untuk memanggil kalian berdua." jelas Arby.


"Dasar pembohong!" gumam Lee yang sedikit cemburu melihat ke dekatan Manila dengan Arby sepupunya.


Arby tersenyum menoleh ke arah Lee yang enggan memandangnya.


"Manila lepaskan dulu pelukanmu! aku takut nanti ada harimau yang tiba tiba marah dan menyerangku." ejek Arby yang sukses membuat Manila tertawa dan mengerti dengan ekor mata menoleh ke arah Lee kekasihnya.


"Sialan! dia sudah berani mengejeku seperti itu." Lee bergumam namun bisa di ketahui Arby yang bisa membaca pikiranya.


"Cepatlah! Michael sudah menunggu kita di dalam." ucap Lee seraya melangkah mendahului Manila yang masih berdiri tertawa melihat kecemburuan tunanganya.


"Cepat kau susul dia Manila!" ucap Arby sambil tertawa kecil dan langsung di angguki Manila.


Manila berjalan dengan mempercepat langkah untuk menyusul Lee yang berjalan mendahuluinya.


Cup


Manila mencium pipi Lee dan memeluk tanganya sambil melangkah menuju Cafe di hadapanya.


Semburat merah terlihat di wajah Lee yang kini senang dan telah luluh oleh perlakuan manis Manila padanya.


"Jangan cemburuan! entar cepat tua, Loh!" bisik Manila yang membuat Lee kini kembali memancarkan senyum tampanya.


Dari kejauhan Sofia sudah melihat Lee yang sedang masuk menggandeng calon istrinya.


"Kak Chel, itu mereka datang!" Sofia mengguncang lengan Michael.


Michael menoleh ke arah Sofia memandang dan menganggukan kepalanya.


"Woy ... disini." Michael melambaikan tangan pada Lee dan Manila dan Arby yang sedang berjalan mengikuti dari belakang.


Lee sedikit kaget mendapati Sofia yang duduk bersama Michael menikmati minumnya.


"Kenapa kau disini, Sofia? Michael, bisakah kau jelaskan ini padaku!" tanya Lee setelah duduk di kursinya.


Sofia mencium punggung tangan Kakaknya dan beralih memeluk Manila.


"He ... he ...he. Ceritanya panjang, Kak Lee. Nanti di rumah aku janji akan menjelaskanya." ucap Sofia yang tak ingin Lee tiba tiba memarahi Michael dan dirinya.


"Sudahlah, sayang. Sofia sudah dewasa, Aku yakin Michael bisa melindunginya." Manila mencoba menenangkan agar Lee tidak marah.


"Benar dengan apa yang di katakan Manila padamu, Lee." timpal Arby yang kini duduk di sebelah Michael.


"Tak ada yang meminta pendapatmu disini!" ketus Lee pada Arby.


Sialan ... ternyata dia ingin membalas rasa cemburunya tadi padaku. Awas saja kau Lee🤨


Lee bangkit dari duduk dan memandang Michael dan Sofia bergantian.

__ADS_1


"Dan kalian berdua, kalian berhutang penjelasaan padaku. Camkan itu." Lee menunjuk ke arah muka Michael dan Sofia yang menunduk segan padanya.


__ADS_2