Polisi Cantik

Polisi Cantik
FIRASAT BURUK


__ADS_3

Di lain tempat beda negara tepatnya di negeri Hongkong. Gelard dan Forger ternyata tak bisa menerima dengan perlakuan Lee yang menjebloskan mereka ke dalam jeruji penjara.


Sebelum keberangkatan Lee ke Indonesia bersama Noval. Gelard dan Forger ternyata telah menyusun siasat liciknya untuk membalaskan dendam mereka.


Forger langsung menghubungi Kaki tanganya yang berada di Indonesia untuk membantu melancarkan aksi balas dendamnya.


Di dalam jeruji penjara mereka berdua sudah sangat terlihat serius sekali.


"Bagaimana Forger? apa kau sudah atur semua rencananya?" tanya Gelard.


"Tenang, Bro. Kita berdua tinggal menunggu matangnya saja disini Bhua ... ha... ha." jawab Forger sambil tertawa lepas.


Forger bangun dari duduknya dan mengepalkan tangan.


"Rasakan pembalasan dari kami Lee ... Bhua ... ha ...ha." Forger tertawa senang.


Back to Lee.


Pesawat yang di tumpangi Lee dan Noval dalam perjalanan pulangnya ke Indonesia. Kini telah sampai dan mendarat di bandara.


Kiana bersama Meydina dan Sofia terlihat sangat antusias menyambut kedatangan Lee di bandara.


Mereka bertiga sudah merencanakan sebelumnya untuk menjemput kedatangan Lee, kecuali Junwei yang masih beristirahat dan tidak ikut karena kesehatanya yang belum 100% pulih.


"Mah, sepertinya ada yang sudah tidak sabar ingin bertemu Kakaku yang tampan." ucap Sofia yang membuat Kiana tersipu malu.


"Sofia, hentikan menggoda calon Kakak iparmu. Apa kau tidak lihat, sekarang dia merasa malu karena ulahmu." tegur Rosalia.


"I ya, ya Mah. Maaf." tukas Sofia.


Mereka bertiga berjalan menuju tempat di mana orang orang lain juga sedang menjemput kerabatnya.


Dari kejauhan Sofia sudah bisa melihat Lee yang kini sedang berjalan bersama Noval.


"Kakak, itu Kak Lee." tunjuk Sofia dengan tanganya ke arah Lee dari kejauhan.


"Iya, itu mereka. Syukurlah, mereka berdua pulang dengan selamat." jawab Kiana.


Setelah berjarak beberapa meter. Pandangan Noval tak sengaja tertuju pada Adiknya Kiana yang di temani calon Ibu mertua dan adik iparnya.


"Tuan, sepertinya Nyonya Rosalia dan Sofia menjemput kedatangan kita bersama disini." ucap Noval dan Lee pun sedikit kaget.


"Dimana mereka?" tanya Lee sambil mencari cari dengan pandanganya.


"Itu, Tuan." Noval mengarahkan telunjuknya ke arah Rosalia, Sofia dan Adiknya.


"Ayo kita kesana." Lee mengangguk dan mempercepat langkah untuk menghampirinya.

__ADS_1


Rosalia yang sangat merindukan putra kesayanganya. Dirinya langsung berhambur memeluk Lee dengan eratnya.


"Kau sungguh membuat Mama cemas, Lee." ucap Rosalia sambil meneteskan air mata bahagia.


Lee tersenyum dan membalas pelukan Ibunya.


"Aku baik baik saja, Mah. Mama tak perlu khawatir." jawabnya.


Sofia kini menarik narik tangan Lee dan memberitahukan bahwa ada seseorang yang sangat merindukanya melebihi Mamanya.


Lee melebarkan kedua tanganya dan memberi ruang agar Kiana segera memeluknya.


Kiana berdiri menatap Lee yang tersenyum tampan padanya. Air matanya kini menetes karena sudah tak kuasa membendung kerinduanya.


Sambil menangis Kiana berhambur memeluk Lee yang sangat di rindukanya.


"Sudahlah jangan menangis, nanti orang lain berpikir kita menangis karena tidak punya beras." ejek Lee yang melihat Kiana cengeng di dalam pelukanya.


Kiana melepas pelukan dan langsung memukul mukul kecil dada Lee dengan tanganya.


Tak biasanya aku melihat Kiana sampai menangis bersedih seperti ini.


Lee langsung memeluk kembali dan mencium kening Kiana.


"Maafkan aku Kiana." Lee ikut bersedih merasakan suasana hati Kiana.


Kruk ... Kruk ...


Suara perut keroncongan Sofia terdengar jelas terdengar di telinga Lee dan Kiana.


"Hei, apa kau lapar?" tanya Lee sambil tertawa menatap Sofia.


Sofia menunduk menutupi rasa malunya.


"Ayo, Mah. Sebaiknya kita mengisi perut kita terlebih dahulu." ajak Lee pada Rosalia sambil memandang Noval.


Lee bersama rombonganya kini masuk ke dalam mobil guna menuju Restoran untuk mengisi perutnya.


Di dalam restoran. Lee memesan makanan spesial untuk mengisi perut orang orang yang di sayanginya.


"Kiana ... kau kenapa? apa kau tidak bernafsu makan?" tanya Noval pada Adik semata wayangnya.


Kiana menggeleng dan kini memegang kepalanya yang terasa pusing karena tak bisa tidur semalaman.


"Aku hanya kurang tidur saja, Kak." jawab Kiana.


Lee dalam diam memperhartikan Noval yang sangat memperhatikan Kesehatan Kiana.

__ADS_1


"Kak, bisakah kita berbicara empat mata? ada sesuatu yang mengganjal pikiranku dan ingin aku ceritakan padamu." tukas Kiana.


Noval menunduk meminta izin pada Lee untuk menemani adiknya sebentar keluar.


"Baiklah, silahkan." tukas Lee sambil merasa heran melihat Kiana yang kini terlihat ketakutan.


"Sebenaranya ada apa Lee? kenapa mereka harus menjauh dari kita." tanya Rosalia.


"Tak ada apa apa, mah. Mereka berdua adalah bersaudara, jadi wajarlah ada obrolan keluarga yang mungkin tak seharusnya kita tahu." jawab Lee.


Di luar restoran. Kiana langsung menangis memeluk Kakak kandungnya.


"Ada apa Kiana, kenapa kau tiba tiba menangis seperti ini?" tanya Noval.


Kiana melepas pelukanya dan kini duduk di sebuah kursi yang berada dalam gazebo luar restoran.


"Entah kenapa, Kak. Sudah 3 malam berturut turut ini aku terus bermimpi buruk kehilangan Lee." Kiana menceritakan mimpinya pada Noval.


"Mimpi itu adalah bunga tidur, Kiana. Jangan pernah kau mempercayainya karena semua itu bohong dan tidak akan pernah terjadi." tegas Noval.


Noval mengusap wajah dan enggan menggubris masalah mimpi adiknya.


"Dan bagaimana kalau semua itu benar dan akan terjadi menimpaku dan Lee." tanya Kiana yang membuat Noval terkejut.


Noval teringat dengan ucapan Lee yang sedikit membocorkan mimpi buruknya kehilangan orang orang yang di sayanginya ketika di pesawat.


"Kiana, tenangkan dirimu. Tak akan ada hal buruk yang akan terjadi menimpamu. Karena kau tahu, Kakak telah berjanji di depan makam orang tua kita. Kakak akan menjagamu dengan nyawa Kakak sendiri." ucap Noval yang membuat Kiana menangis terharu.


"Sudah, sekarang usap air matamu. Lee bersama Nyonya Rosalia sudah menunggu kita." tukas Noval sambil merapikan kembali pakaianya.


Lee yang mengintai dan menguping perbincangan mereka hingga selesai. Dirinya langsung bergegas pergi dan kembali pada tempat duduknya.


"Kau dari mana, Lee?" tanya Rosalia.


"Perutku kurang beres Mah, Jadi tadi Lee mondar mandir ke toilet gitu." Lee menutupi kebohonganya.


"Itu mereka berdua sudah kembali." tunjuk Sofia memberitahu Lee dan Ibunya.


Di hadapan Rosalia dan Lee. Noval menunduk dan meminta maaf.


"Sudahlah, sebaiknya kita segera pulang saja." ajak Lee pada semua yang ada di hadapanya.


Mereka semua kini melangkah pergi meninggalkan restoran yang telah berjasa mengisi perutnya.


Di dalam mobil yang di tumpanginya. Tiba tiba saja supir memberitahukan pada Lee ,tentang adanya kemacetan parah menuju route ke kediamanya.


"Mau tidak mau kita harus memutar arah Tuan, tapi jaraknya lumayan jauh. Bagaimana?" tanya si supir meminta kepastian.

__ADS_1


"Lakukan jika itu memang terbaik untukmu." tegas Lee.


__ADS_2