Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
23.Pulanglah


__ADS_3

"Apa kau tidak punya sopan santun Tasya?" tanya datar Beni ketika wanita itu masuk ke dalam rumah Beni sambil berteriak.


"Om, Tasya minta pecat sekarang juga perempuan udik itu...!" pinta Tasya.


Beni mengerutkan dahi nya dalam, "Siapa kau berani memberi ku perintah?" ujar Beni tidak suka.


Tasya yang mendengar ucapan itu hanya bisa melongo tidak percaya. "Om, apa om tidak tahu jika Alan sedang dekat dengan wanita berkasta rendah?" tanya Tasya sedikit menggebu.


"Aku tahu! lalu apa urusan nya dengan mu? mereka berteman sudah lama." seloroh Beni semakin membuat Tasya syok.


"Om....Tasya calon menantu om! Perempuan itu sudah merebut Alan dari Tasya."


"Pulang lah Tasya. Aku ingin istirahat!" gumam Beni kemudian beranjak dari duduk nya.


Tasya masih menatap tidak percaya dengan pria paruh baya itu. Kenapa? wanita itu merasa posisi nya mulai goyah. Dengan perasaan yang kalut, Tasya memutuskan untuk keluar dari rumah Beni.


Shenaa, wanita itu sedang melakukan pindahan ke apartemen yang di belikan kakek nya khusus untuk diri nya. Sangat mewah dan juga luas, tapi semua ini terlalu berlebihan untuk Shenaa.

__ADS_1


"Semua nya terlalu berlebihan!" gerutu Shenaa.


"Apa nya berlebihan? buat orang kaya seperti kakek mu apartemen seperti ini pasti sangat biasa saja." sahut Alan.


"Kalian orang kaya sombong!" cibir Shenaa.


"Kau ini seharusnya bersyukur bukan malah mengoceh terus."


Shenaa hanya mendecih mendengar ucapan Alan. Wanita tangguh yang sudah biasa hidup dengan serba kekurangan itu cukup kaget ketika mendapatkan rezeki nomplok seperti itu.


"Istirahat, aku ingin membeli makanan sebentar." ujar Alan.


"Ada yang ingin aku beli. Sekalian keluar." ucap Alan dan hanya di oh ria kan oleh Shenaa.


Pria itu kemudian pergi, sedangkan Shenaa memilih merebahkan diri di sofa empuk ruang tamu nya. Sungguh ini lebih empuk di bandingkan kasur lama mikir Arumi.


Wanita itu mulai terpejam, tubuh yang lelah membuat nya semakin dalam menyusuri alam bawah sadar nya. Mimpi, sebuah mimpi datang mewarnai tidur singkat wanita itu.

__ADS_1


"*Apa kau tahu siapa aku?" tanya pria dalam mimpi.


"Memang nya siapa kau? kenapa kau selalu ada di dalam mimpi ku?" tanya balik Shenaa.


"Aku adalah pria yang akan selalu ada untuk mu di kemudian hari." jawab pria itu kemudian menghilang.


Shenaa terlonjak kaget. Selama ini Shenaa hanya bermimpi melihat pria itu namun entah kenapa siang ini ia bermimpi sangat beda dari yang biasa nya.


Tasya yang masih kesal atas kejadian hari ini memilih pergi ke bar tempat kesukaan nya. Minuman alkohol sudah biasa di teguk wanita itu bahkan bergonta ganti pasangan pun juga sudah biasa bagi Tasya.


Alan, sambil menunggu pesanan nya jadi pria itu menghubungi Dava untuk menanyakan keadaan perusahaan.


"*Di mana wanita itu?" tanya Alan dari sebrang sana.


"Di bar, sama seperti dulu." balas Dava*.


Alan hanya bisa mendecih jijik ketika Dava memberi tahu semua aktivitas tunangan nya itu. Kenapa Alan tidak memutuskan hubungan nya dengan Tasya? karena Alan memiliki rencana sendiri untuk kedepannya.

__ADS_1


Setelah pesanan selesai, Alan langsung kembali ke apartemen dan mendapati Shenaa masih sibuk menata barang-barang nya. Mereka kemudian makan siang bersama dan saling bercanda atau sekedar bertukar cerita.


__ADS_2