
Broto tahu betul Surya mengajak Shenaa pergi ke mana. Sudah tentu ke gudang tua bekas pabrik milik ayah Shenaa dulu. Lufthi dan David masih saling kontek agar mereka bisa mengetahui situasi saat ini.
Mobil Alan masih melaju menuju tempat yang sudah di beri tahu oleh Lufthi. Tidak begitu sulit bagi Alan dan David untuk mencari alamat tersebut karena hampir semua orang mengenal bekas pabrik garmen tersebut.
Alan dan David keluar, di ikuti oleh beberapa anak buah nya yang ikut bersama dengan mereka. Pabrik ini cukup besar dan luas, kemana Alan harus mencari Shenaa.
Masih di tempat yang sama, Shenaa dan Anna mencoba berontak dengan tali yang masih mengikat tangan dan kaki mereka. Asih tertawa puas, entah memiliki kebencian apa wanita ini kepada anak orang yang telah menolong nya dulu. Sedangkan Tasya, juga ikut tertawa puas ketika mendengar kabar jika Shenaa telah di culik. Wanita ini telah berhasil memperalat Surya demi memuluskan rencana nya untuk merusak pernikahan Alan.
Dengan sangat kasar, Surya melepas lakban yang menutup mulut Shenaa. "Lepaskan aku....!" teriak Shenaa menggema di ruangan pengap dan juga bau itu.
"Seharusnya kau ikut mati malam itu, tapi kenapa kau masih hidup juga?" Asih berkata dengan mata yang hampir keluar.
"Kalian telah membunuh ibu dan ayah ku. Kalian bukan manusia...!" kata-kata yang terlantar dari mulut Shenaa membuat Asih marah. Wanita bengis itu langsung menampar wajah Shenaa sebanyak dua kali.
Anna yang tidak bisa mengeluarkan suara hanya bisa menangis dengan jerit yang tertahan.
__ADS_1
"Kita apa kan mereka ini?" tanya Surya yang sudah tidak sabar mengeksekusi Shenaa dan Anna.
"Kita biarkan saja mereka di pabrik tua ini. Perlahan juga akan mati." ujar Asih tak berperasaan.
"Biadab, kalian pembunuh....!" teriak Shenaa tidak terima lalu Surya menampar wajah Shenaa hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.
Anna yang melihat wajah Shenaa sudah babak belur hanya bisa menangis ketakutan. Sedangkan Alan dan David bingung mencari keberadaan Shenaa dan Anna.
Tak berapa lama, mobil Broto juga tiba di sana. Meski malam sudah sangat larut, namun tidak membuat pria paruh baya itu mundur selangkah untuk menyelamatkan satu-satunya cucu yang dia miliki.
"Apa Alan sudah menemukan Shenaa?" tanya Broto khawatir.
Hingga pada akhirnya, Surya dan Asih memerintahkan ke tiga anak buah nya untuk melakban mulut Shenaa kembali lalu memasukan mereka ke dalam lemari besi tua.
Shenaa dan Anna berontak sekuat tenaga namun tetap saja mereka tidak peduli. Asih memang ingin membunuh Shenaa secara perlahan-lahan.
__ADS_1
"Lepaskan Shenaaa.....!" teriak Alan yangs sudah naik pitam. Asih dan Surya terkejut, mereka langsung kabur sedangkan anak buah nya mencoba beradu fisik dengan Alan dan David tapi untung saja mereka di bantu oleh anak buah nya.
Ketiga anak buah Surya tumbang dengan menerima satu tikaman yang mampu membuat mereka kalah. Alan dan David bergegas menyelamatkan Shenaa dan Anna sedangkan anak buah Alan mengejar Asih dan Surya.
Shenaa dan Anna sudah pingsan karena kehabisan nafas, buru-buru ke dua pria itu membawa mereka keluar. Tidak sampai melarikan diri, Surya dan Asih malah tertangkap oleh anak buah Broto. Surya di hajar hingga membuat pria itu tergeletak tidak berdaya.
Asih mulai ketakutan, wajah dingin broto menandakan sebuah kemarahan yang tidak mungkin bisa di bujuk rayu lagi. Pandangan Broto beralih pada Alan dan David yang masing-masing menggendong Shenaa dan Anna.
"Apa mereka baik-baik saja?" tanya Broto panik melihat cucu nya yang sudah tidak sadarkan diri.
"Kita harus cepat membawa mereka kerumah sakit." ujar Alan lalu mereka bergegas pergi ke rumah sakit. Sedangkan sisa nya di urus oleh anak buah Alan dan anak buah Broto.
Hancur sudah hati Alan ketika melihat wajah calon istri nya babak belur seperti ini. Terutama Broto yang merasa bersalah karena telah membiarkan Asih dan Surya bebas berkeliaran.
Hari yang seharus nya menjadi hari-hari bahagia menjelang pernikahan kini berganti dengan hari yang membuat Shenaa trauma sekali lagi.
__ADS_1
"Shenaa masih memiliki trauma masa lalu dan kini dia harus trauma dengan kejadian malam ini." ujar Alan membuat Broto semakin merasa bersalah.
"Aku adalah orang tua tidak becus, percuma aku memiliki kekuasaan tapi aku tidak bisa mengatur nya." kata Broto menyalahkan diri nya sendiri. Broto adalah tipe orang yang mudah terhasut maka nya lelaki ini begitu mudah nya bisa percaya dengan omongan Asih dan surya.