Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
52.Mimpi Adalah Arti


__ADS_3

Kembali ke rumah, kini Shenaa tidak lagi tinggal di apartemen melainkan tinggal di rumah Alan. Alan dan Beni memperkenalkan semua pembantu di rumah nya karena sebelum itu hanya beberapa saja yang di kenal oleh Shenaa.


Alan membantu istrinya untuk mengemasi pakaian mereka. Sungguh senang rasanya, kini Alan melakukan pekerjaan apa pun sudah ada yang membantu nya. Mereka bahkan menata sendiri foto pernikahan mereka.


"Istirahat sayang, jangan lelah-lelah." ujar Alan.


"Sedikit lagi, hanya menyusun sepatu." sahut wanita itu.


Makan malam pertama di rumah Alan, tentu saja Beni juga ada di sana. Meja makan yang semua kosong kini mulai ada yang mengisi.


"Makan yang banyak Shen, jangan sungkan-sungkan." ucap Beni.


"Iya pah,.." sahut Shenaa dengan senyum lebar nya.


Selesai makan malam, Alan dan Shenaa langsung kembali ke kamar. Masih tetap sama, tidak malam pertama karena Shenaa masih kedatangan tamu bulanan. Malam ini mereka hanya menghabiskan waktu dengan saling bertukar cerita. Shenaa bahkan tidak ragu lagi untuk bersandar di dada bidang suami nya.

__ADS_1


"Sayang, apa aku masih boleh bekerja? aku ingin memajukan hotel pemberian kakek." Shenaa meminta izin pada suami nya.


"Boleh sayang, selama kau belum hamil. Kau bebas melakukan pekerjaan apa pun. Tapi, jika kau sudah hamil aku tidak akan membiarkan mu bekerja." jawab Alan tegas.


"Terimakasih sayang." ucap Shenaa.


"Sayang, kita jangan menunda untuk memiliki anak ya. Aku sudah tidak sabar untuk memiliki anak." pinta Alan.


"Iya sayang,lagian umura kita juga sudah cukup." sahut Emily tidak menolak.


"Kita serahkan kepada Tuhan saja. Anak adalah rezeki dari nya. Berapa pun kita di beri anak, kita tetap harus bersyukur." ucap Shenaa langsung di iyakan oleh Alan.


Malam semakin larut, Alan hanya bisa memeluk istri nya dalam tidur. Meskipun junior nya sudah berdiri tegak namun pria itu masih bisa menahan nya untuk waktu dua hari ke depan.


Pagi menjelang, Alan masih bermalasan untuk bangun sedangkan Shenaa sudah mandi sejak pagi.Wanita ini termenung di balkon kamar, rasa nya kehidupan Shenaa telah berubah. Alan yang menyadari jika istri nya tidak ada di samping nya langsung mencari Shenaa.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan sayang?" tanya Alan memeluk Shenaa dari belakang.


"Memikirkan mimpi...!"jawab Shenaa singkat.


"Ada apa dengan mimpi? apa ada pria lain yang masuk dalam mimpi mu?" tanya Alan tidak terima.


"Bukan seperti itu sayang. Hanya saja aku bingung. Sejak menikah dengan mu, beberapa hari terakhir aku sudah tidak pernah bermimpi. Kenapa ya?" tanya Shenaa yang penasaran sendiri.


"Jangan di ambil pusing, mungkin saja mimpi itu adalah arti untuk menyatukan kita." ujar Alan.


"Entahlah, sejak mengenal mu banyak hal yang sudah aku alami. Dari masa lalu yang tidak pernah aku ketahui menjadi tahu." Shenaa kembali mengingat apa yang selama ini sudah terjadi.


"Sudahlah sayang, jangan di pikirkan lagi. Sebaiknya kita turun sarapan." ajak Alan yang tidak mau ambil pusing.


Alan dan Shenaa kemudian turun ke lantai bawah. Ternyata papah nya sudah berangkat sejak pagi untuk menggantikan pekerjaan Alan. Karena laki-laki ini belum mau masuk bekerja sebelum diri nya menikmati malam pertama nya.

__ADS_1


__ADS_2