
"Culik perempuan itu...!" perintah Tasya pada ke dua anak buah nya.
"Siap bos..." jawab serentak ke dua manusia jahat itu.
Shenaa dan Anna yang sedang asik menikmati malam di salah satu cafe pinggir jalan tidak merasa curiga jika mereka berada dalam bahaya. Bahkan di keramaian orang pun Shenna merasa jika ia bisa aman.
Tiba-tiba datang ke dua orang suruhan Tasya yang langsung menarik kasar Shenaa sambil menodongkan senjata tajam. Alhasil kehebohan pun terjadi di sana, banyak orang yang merasa takut terlebih lagi salah satu dari mereka membawa senjata api.
Namun tiba-tiba, orang suruhan yang Tasya yang membawa senja api itu terhuyung kedepan hingga pistol nya jatuh ke tanah. Ternyata itu adalah perbuatan dari anak buah Broto yang sejak tadi sudah membaca gerak gerik mereka.
Beberapa orang yang berpakaian serba hitam muncul dan langsung menolong Shenaa. Saat itu juga Shenaa dan Anna langsung di amankan dan di bawa pergi. Sedangkan Tasya yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu malah ketakutan dan pergi begitu saja.
Sudah biasa Shenaa seperti ini, jadi wanita itu tidak merasa takut sama sekali. Hanya saja ia takut jika Anna sahabat nya akan dalam bahaya. Anna langsung di antar pulang sedangkan Shenaa di antar dan di kawal hingga ke dalam apartemen.
"Apa kalian orang suruhan kakek ku?" tanya Shenaa.
"Iya nona, tuan Broto memerintahkan kami untuk menjaga nona muda dari jarak jauh. Bahkan kami juga tinggal di salah satu apartemen ini." jawab Bobby.
"Terimakasih sudah menyelamatkan ku." ucap Shenaa.
__ADS_1
Tak berapa lama Alan datang dengan gurat wajah khawatir. Shenaa sangat kesal ketika Alan banyak tanya pada nya.
"Bobby, apa kau yang menghubungi lelaki ini?" tanya Shenaa dengan sorot mata tajam.
"Iya nona muda..." jawab Bobby kemudian pria itu pamit keluar.
"Kau tahu perbuatan siapa ini?" tanya Alan.
"Tidak tahu! jika aku tahu akan ku jambak rambut nya..." ucap Shenaa geram.
"Tasya, dia mencoba untuk menculik mu." ujar Alan semakin membuat Shenaa marah besar.
"Aku ingin melihat, apa yang akan kau lakukan besok pada nya...." ujar Alan tertawa.
Di lain tempat, Tasya mulai merasa ketakutan, selain takut wanita itu juga penasaran siapa yang sudah melindungi dan menolong Shenaa. Alan? bisa jadi, karena pria itu sangat dekat dengan Shenaa. Tunggu, tebakan Tasya salah, biarkan saja.
Sesuai janji Alan, siang ini ia sudah membuat janji dengan Tasya. Tasya yang girang langsung berdandan secantik mungkin untuk memikat hati Alan. Shenaa duduk di meja lain sedangkan Alan dengan sangat malas duduk menunggu Tasya.
Tasya masuk dengan penuh percaya diri, wanita itu ingin memamerkan kepada semua orang jika Alan adalah calon suami nya.
__ADS_1
"Tumben kau mengajak bertemu, ada apa?" tanya Tasya yang baru saja duduk.
Sebenarnya aku sangat malas untuk melihat wajah mu. Hanya saja, ada seseorang yang ingin berjumpa dengan mu." ucap Alan membuat Tasya kebingungan.
Shenaa yang sudah geram sejak tadi langsung berdiri dan menghampiri meja Alan. Dengan sangat kasar Shenaa langsung menjambak dan juga menampar wajah Tasya.
"Kenapa kau ingin menculik ku? katakan kadal beracun!" bentak Shenaa tanpa melepas jambakan nya.
Tasya yang meminta tolong pada Alan hanya di acuhkan oleh pria itu. Shenaa mendorong keras tubuh Tasya hingga tersungkur ke lantai. "Apa kau tahu jika perbuatan mu tadi malam itu bisa membahayakan semua orang?" teriak Shenaa kesal.
"Apa maksud mu? jangan menuduh ku wanita jalang!" ucap Tasya tidak terima.
"Kau masih mengelak? tunggu sebentar,..." ucap Shenaa lalu memanggil anak buah kakek nya. Bobby kemudian masuk dengan membawa dua orang yang di suruh oleh Tasya.
Wajah Tasya sontak berubah, wanita itu mulai ketakutan. "Alan, bantu aku...." mohon Tasya.
Alan bangkit dari duduk nya, "Tasya, mulai detik ini aku akan memutuskan tali pertunangan kita. Aku jijik melihat mu." ucap Alan membuat Tasya histeris.
Bobby kemudian menghampiri Tasya, "Nona yang jelek hati nya, jika sekali lagi kau macam-macam pada nona muda kami, maka kami tidak akan segan untuk menghabisi nona ini." ancam Bobby dengan sorot mata membunuh. Tasya yang ketakutan langsung kabur begitu saja. Kali ini Shenaa melepaskan Tasya karena ia masih selamat.
__ADS_1
Alan kemudian memberi ganti rugi pada pihak cafe atas kejadian tadi. Setelah semua selesai Alan mengajak Shenaa pergi sedangkan Bobby dan anak buah nya membawa dua orang yang hendak menculik Shenaa pergi entah kemana.