Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
34.Untuk Apa?


__ADS_3

Shenaa menghempas tubuh nya di atas tempat tidur, rasa nya sangat malas untuk menyentuh air. Di tambah lagi bunyi bel yang sejak tadi mengganggu istirahat nya. Dengan langkah berat Shenaa membuka pintu.


"Kakek....!" ucap Shenaa kaget.


"Apa yang kau lakukan? kenapa lama sekali membuka pintu?" tanya Broto khawatir.


"Aku tertidur...!" bohong Shenaa. "Kapan kakek datang?" tanya wanita itu bergelayut manja di lengan keriput itu.


"Tadi pagi...." jawab singkat Broto.


"Kenapa tidak memberi tahu? Mana oleh-oleh ku?" pinta wanita itu dengan manja nya. Entahlah, sejak hubungan Shenaa dan kakek nya membaik, wanita itu terkesan manja jika bertemu dengan kakeknya.


"Bobby...berikan cucu ku ini hadiah..." perintah Broto lalu Bobby mengeluarkan kunci mobil.


"Untuk apa?" tanya Shenaa tidak masuk di akal.


"Berhenti menggunakan motor butut mu itu. Pakai mobil ini agar kau tidak kepanasan dan kehujanan." ujar Broto membuat Shenaa memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


"Aku lebih senang naik motor.Kakek jual saja mobil nya!" tolak Shenaa.


Sejenak Broto terdiam, pria itu itu mengingat jika sekarang ia memiliki tiga cucu perempuan dan hanya Shenaa yang suka menolak barang pemberian nya. Sedangkan ke dua saudara sepupu Shenaa, tanpa di beri mereka selalu meminta yang lebih.


"Shen...sudah waktu nya kau mengurus hotel yang kakek belikan untuk mu. Berhenti bermain dan belajar mengelola milik mu sendiri." tutur Brother berharap cucu nya itu mau menuruti kemauan nya.


"Kan ada Bobby...!" sahut wanita itu membuat Broto semakin geram.


"Jika kau tidak ingin mengurus nya, biarkan kakek mu ini mati...!" rajuk Broto dengan memalingkan pandangan.


Shenaa membuang nafas kasar, "Iya...iya....besok Shenaa akan pergi ke hotel." ucap nya agar lelaki tua itu tidak merajuk.


"Kakek, ngomong-ngomong berapa jumlah karyawan kakek?" tanya Shenaa penasaran. Selama ini Shenaa hanya tahu jika harta kekayaan kakek nya sejibun.


"Tidak tahu! kau tanya saja pada Lutfi, dia salah satu orang kepercayaan kakek." jawab pria itu itu sambil menunjukan pak Lutfi.


"Maaf nona, saya juga kurang tahu jumlah karyawan kita." ucap Lutfi sopan membuat Shenaa gemas.

__ADS_1


"Kakek menginap di sini?" tanya Shenaa.


"Kakek akan menginap di hotel." jawab Broto.


"Emmm....kalau begitu, Shenaa juga akan ikut menginap di hotel." ide wanita itu entah datangnya dari mana.


Shenaa membereskan barang yang akan ia bawa. Meski belum mandi, namun Broto tidak peduli dengan hal itu.


"Jangan lupa mandi. Kau terlihat seperti pembantu kakek!" gurau Broto.


"Tidak apa, yang penting kakek memberi ku gaji tinggi." sahut Shenaa membuat Broto tiba-tiba di serang rasa rindu yang mendalam pada almarhum Nurliana.


Kesamaan antara Shenaa dan ibu nya membuat Broto semakin merasa bersalah karena tidak bisa melindungi anaknya. Shenaa langsung masuk ke kamar yang baru saja di persiapkan secara mendadak. Wanita itu langsung pergi mandi karena tubuhmu sudah sangat lengket.


Selesai mandi, Shenaa dan kakek nya makan malam bersama. Namun tanpa mereka sadari jika sejak tadi ada seseorang yang sedang memandang dengan penuh kebencian.


"Anak ini, jika di biarkan hidup dia akan menggeser kedudukan ke dua anak ku." ucap Surya emosi.

__ADS_1


Pria itu kemudian pergi, ia tidak ingin jika kehadiran nya di ketahui oleh ayah mertua nya. Sedangkan Shenaa dan kakek nya sangat menikmati makan malam. Segala jenis hidangan berkelas dan mewah sengaja di pilih Broto untuk cucu kesayangan nya.


__ADS_2