
Kabar mengejutkan datang dari Shenaa, wanita itu sedang di rawat di rumah sakit atas kecelakaan yang menimpa wanita itu setelah pulang kerja. Alan yang mendapat kabar tersebut mendadak panik dan khawatir.
Alan melajukan mobil nya menuju rumah sakit tempat di mana Shenaa di rawat. Pria itu langsung masuk ke dalam ruangan Shenaa.
"Shenaa....bagaimana keadaan mu?" tanya Alan khawatir.
"Wajah nya biasa aja. Aku baik-baik saja!" seru wanita itu.
"Aku khawatir pada mu. Kalau naik motor hati-hati." ucap Alan bisa bernafas lega.
"Aku sudah hati-hati. Tapi seperti nya ada yang ingin mencelakai ku." ujar Shenaa membuat Alan mengerutkan kening nya dalam.
"Apa maksud mu?" tanya Alan bingung.
"Mobil itu sudah mengikuti ku sejak aku keluar dari halaman kantor. Dan ketika aku jatuh ada satu orang laki-laki yang hendak menarik ku masuk ke dalam mobil namun beberapa orang yang melihat ku jatuh langsung menghampiri ku." terang Shenaa membuat Alan mengepalkan ke dua tangan nya.
"Kalau begitu kau dalam bahaya sekarang. Mulai sekarang kau harus lebih hati-hati lagi Shenaa. Mungkin ada orang jahat yang sedang mengincar mu."
"Tapi siapa?" tanya Shenaa.
__ADS_1
"Aku tidak mau menebak-benak. Secara kau yang sekarang bukan orang sembarangan." gumam Alan membuat Shenaa kepikiran.
Berhubung Shenaa merengek minta pulang, akhirnya Dokter memperbolehkan wanita itu untuk pulang. Sesampainya di apartemen Shenaa langsung pergi istirahat sedangkan Alan langsung pamit pulang.
Baru saja Alan pulang, pintu apartemen sudah ada yang memencet bel hingga membuat Shenaa yang sedikit pincang mengumpat habis-habisan.
Wanita itu membuka pintu dan sedikit terkejut melihat tamu yang datang. "Kekek...." lirih nya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Broto khawatir sambil mutar-mutar tubuh Shenaa.
"Aku baik-baik saja." jawab Shenaa sambil mengajak kakek nya masuk. "Siapa yang memberi tahu kakek?" tanya Shenaa penasaran.
Shenaa melirik beberapa orang berpakaian hitam yang setia berdiri di belakang kakek nya. Tidak bodoh, Shenaa tahu siapa mereka.
"Siapa yang sudah mencelakai mu?" tanya Broto.
"Tidak tahu! pakaian mereka sama seperti anak buah kakek." ujar Shenaa membuat Broto melepas kaca mata nya.
"Kau dalam bahaya Shenaa.Kakek tidak mau terjadi apa-apa pada mu."
__ADS_1
"Baru sekarang aja ada yang ganggu. Dulu-dulu nggak ada yang ganggu." ucap polos Shenaa.
"Kau sudah makan?" tanya Broto mengalihkan pembicaraan.
"Alan sudah memberi ku makan tadi. Bahkan dia memaksa ku untuk makan!" ucap Shenaa geram ketika ia ingat bagaimana Alan memaksa nya untuk makan.
"Bagus lah. Apa kau butuh sesuatu?" tanya Broto kembali.
Shenaa sedikit mencari ide, "Kek, aku ingin membeli camilan. Tapi, kakek tahu sendiri jika jalan ku saja pincang."
"Lalu....."
"Bisakah kakek memberi perintah pada lelaki tempat sangar berkaca mata hitam itu untuk memebelikan ku camilan?"
"Cepat kerja kan! perintah cucu ku adalah perintah ku juga." ucap Broto dengan nada tegas nya.
"Siap tuan..." ucap serentak lima orang itu.
Bisa kah Shenaa tertawa puas? ternyata menjadi orang kaya sangat lah enak.Memberi perintah asal duit bicara. Broto tampak mengusap lembut rambut cucu nya, wajah nya Shenaa yang sangat mirip dengan Liana membuat lelaki tua itu sangat merindukan almarhum anak perempuan nya.
__ADS_1