
Bangun pagi yang membuat Shenaa merasa malu pada diri nya sendiri. Wanita ini menatap wajah suami nya yang masih terlelap. Shenaa mulai merasakan jika area bagian tengah nya sangat nyeri dan sedikit membengkak, wanita ini kemudian bergegas bangun lalu turun dari tempat tidur.
Shenaa melirik ke arah suami nya yang masih tidur, perlahan wanita ini berjalan dengan kaki yang terbuka lebar karena bagian intim nya sangat perih. Ketika Shenaa sudah masuk ke dalam kamar mandi, Alan langsung bangun tudur dan melepas tawa yang dia tahan sejak tadi karena melihat tingkah istri nya.
Sedangkan Shenaa di dalam kamar mandi memilih berendam dengan air hangat untuk mengurangi rasa perih. Setelah merasa mendingan, Shenaa yang masih menggunakan kimono keluar dari kamar mandi langsung di peluk oleh Alan dari belakang.
"Semalat pagi istri ku." bisik nya di telinga Shenaa membuat wanita itu langsung merinding.
"Suka sekali mengejutkan ku!" seru wanita itu geram.
"Bagaimana?" tanya Alan.
"Apa nya yang bagaimana?" tanya balik Shenaa.
"Apa masih sakit anu mu?" Alan memperjelas pertanyaan nya hingga membuat Shenaa malu.
"Untung aku masih bisa berjalan, jika tidak bagaimana?" tanya Shenaa sambil menahan wajah malu nya.
"Kalau begitu, nanti malam aku akan membuat mu tidak bisa berjalan besok pagi nya!" ujar Alan langsung mendapatkan cubitan di perut nya.
__ADS_1
"Otak mu sekarang mesum, setiap hari yang di bahas itu mulu!" kata Shenaa lalu mengambil pengering rambut.
"Biar aku saja!" ujar Alan mengambil alih alat pengering tersebut.
"Tidak usah, biar aku saja. Mandilah, kita sarapan bersama-sama." tolak Shenaa namun Alan tetap kekeh ingin membantu istri nya.
"Sayang,....!" panggil Alan.
"Hmmm,...!"
"Jika kau memberi ku servis seperti ini setiap hari, rasa nya tenaga dalam tubuh ku semakin kuat. Aku semakin bersemangat untuk menjalani hari." ujar Alan.
"Wajar saja, umur kita sudah hampir kepala tiga. Aku ingin cepat memiliki anak, jadi aku harus bekerja keras setiap malam nya." ucap Alan membuat istri nya memutar mata jengah. Bagaimana tidak, bahasan Alan terus saja dengan topik sama. Meski mereka suami istri namun tetap saja terkadang Shenaa merasa malu.
Pasangan suami istri yang baru saja menikmati malam pertama itu turun untuk sarapan pagi. Beni yang melihat wajah cerah anak nya langsung mengeluarkan deheman panjang.
"Eheeeemmmmm, cerah sekali pagi ini." ujar Beni.
"Loh, bukan nya papah pergi ya?" tanya Alan.
__ADS_1
Beni mengerutkan kening nya, lalu berkata dengan santai nya, "Pergi kemana? gak tuh, ada aja di rumah."
Tidak ingin membahas, mereka kemudian sarapan bersama-sama. Beni meletakan ke dua sendok nya lalu bertanya pada Shenaa.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang Shen?" tanya Beni.
Shenaa melirik Alan lalu menjawab, "Belajar mengelola bisnis kakek. kakek meminta penggabungan perusahaan karena beliau ingin istirahat."
"Apa ini tidak terlalu berat untuk Alan? papah takut jika Alan tidak bisa menangani semua nya."
"Ada om Luthfi dan Bobby yang akan membantu ku pah. Tapi, semua pengawasan ada di bawah tanggung jawab Alan dan aku sendiri." ujar Shenaa memberitahu.
"Terserah kalian, papah juga ingin beristirahat menikmati masa tua. Jangan lupa, berikan papah cucu secepatnya." ujar Beni kemudian pergi karena diri nya ada meeting menggantikan Alan.
"Papah ke kantor, jadi kau ngapain di rumah?" tanya Shenaa.
"Membuat anak," jawab Alan dengan santai nya.
Shenaa menarik nafas panjang, ingin sekali mengorek isi kepala suami nya ini. Benar saja, selesai makan Alan hanya menurunkan nasi sebentar lalu memangsa istri nya kembali. Pria ini mulai merasa candu dengan aroma juga tubuh polos milik istri nya. Di musim panas seperti ini, Alan tidak peduli yang penting pendingin ruangan menyala jadi dia bebas mau melakukan apa pun di dalam kamar nya.
__ADS_1