
Tidak jadi untuk mengumumkan jika Shenaa adalah pemilik dari hotel tersebut. Karena Bobby meyakini jika ada seseorang yang sedang mengintai mereka. Broto pasti nya sudah bisa menebak siapa yang sedang memata-matainya sekarang.
"Mau kita apa tuan?" tanya Lutfi.
"Biarkan saja dulu. Jiku apa-apa kan, aku akan membuat ke dua cucu ku yang lain menjadi anak yatim." ujar Broto serba salah.
Shenaa hanya diam ketika mendengar pembicaraan kakeknya. Wanita itu seakan paham jika dirinya sekarang dalam bahaya. Namun Shenaa tidak peduli,ia yakin jika kakek nya sudah memikirkan nasibnya sekarang.
Alan yang mengetahui jika Shenaa tidak masuk bekerja memilih menyusul sang kekasih yang masih berada di hotel. Tak hanya Alan, ada Beni yang sengaja datang di panggil Broto.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada kalian terutama kau Beni." ujar Broto membuka suara.
"Sangat penting kah itu pak Broto?" tanya Beni.
"Owh...penting sekali untuk ku." jawab Broto membuat ke tiga orang di depannya saling pandang. "Alan,...!" panggil Broto.
"Iya kek..." sahut Alan sopan.
__ADS_1
"Aku sebenarnya sudah tahu hubungan antara kau dan cucu ku. Jika kau mencintai Shenaa, segeralah nikahi dia." ujar Broto membuat Shenaa terperangah. "Shenaa butuh perlindungan sekarang, aku tidak ingin cucu ku mati di tangan orang yang sama seperti anak dan menantu." timapal Broto kembali.
"Apa kek, menikah...!" ucap Shenaa tidak percaya dengan permintaan kakek nya. Broto hanya melirik cucunya tanpa menanggapi protes dari Shenaa. Tak habis pikir, Shenaa hanya bisa bergeleng kepala. Ternyata kakek nya ini adalah orang yang tidak bisa di bantah.
"Jika kau tidak merestui hubungan Shenaa dan Alan. Kau bisa protes sekarang!" ucap Broto pada Beni.
"Semua keputusan ada di tangan Alan dan Shenaa. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik." ujar Beni tak mau ambil pusing.
Alan sangat senang sekali ketika kakek Broto meminta nya untuk menikah dengan Shenaa, namun Shenaa masih belum siap untuk menikah.
"Aku akan melamar Shenaa secara resmi setelah acara ulang tahun perusahaan kek. Kakek tenang, saja." Alan membuat keputusan tanpa bertanya kepada Shenaa hingga membuat wanita itu semakin jengkel di buatnya.
Broto dan Beni melanjutkan obrolan mereka sedangkan Alan dan Shenaa pindah ke tempat yang jauh dari pandangan orang. Yaitu atap hotel, berada di tingkat dua puluh empat dengan hamparan pemandangan indah dan hembusan angin yang menusuk kulit.
"Kalian ini, sama sekali tidak memberi ku waktu untuk bicara!" gerutu Shenaa dengan wajah kesalnya.
"Jika kau bicara, maka akan lain lagi jalan cerita nya. Sudahlah,jika tidak terima menikah dengan ku silahkan loncat dari atas sini." gurau Alan membuat Shenaa semakin kesal di buat nya.
__ADS_1
"Mulut mu ini seperti nya harus di jahit...!" pungkas Shenaa dengan menggertakan gigi nya.
" Apa kau tahu, jika kau marah kau terlihat semakin cantik." gurau Alan membuat Shenaa tersenyum tipis.
Shenaa membuang nafas kasar, "Terserah kalian saja!" ucap nya pasrah.
"Bilang saja jika kau ingin cepat menikah dengan ku." seloroh Alan dengan tawa mengejek nya. Ingin rasa nya Shenaa mencubit ginjal Alan. Laki-laki itu entah kenapa sangat suka mengejeknya atau pun membuatnya tertawa.
"Alan,.." panggil Shenaa lirih.
"Hmmm...." sahut Alan tanpa membuka suara nya.
"Entah kenapa di sini..." tunjuk Shenaa di dadanya "Ada rasa takut yang tidak bisa aku jelaskan." ucapnya dengan mimik wajah sulit di artikan.
"Kau terlalu banyak berpikir shen, nikmati hidup ini. Ikuti alur yang telah di berikan oleh Tuhan,aku yakin dia sudah merancang segala nya untuk kita berdua."
"Aku hanya takut." ucap nya lirih.
__ADS_1
Saat begini Alan hanya bisa menenangkan kekasih nya dengan kata-kata semangat. Sore ini sangat indah, Alan dan Shenaa enggan beranjak karena senja jingga cukup memikat hati mereka.