Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
50.Memperbaiki Keturunan


__ADS_3

Sungguh melelahkan, acara selesai pukul dua belas malam. Shenaa sudah siap dengan pakaian tidur nya. Wanita ini bergegas naik ke atas tempat tidur dengan sedikit merenggangkan tulang yang lelah. Begitu juga dengan Alan, pria ini sudah tidak tahan dengan rasa kantuk nya. Dengan begitu santai nya Alan naik ke atas tempat tidur, membuat Shenaa yang baru saja memejamkan mata langsung terbangun dan menendang suami nya hingga Alan terguling ke lantai.


"Kenapa kau menendang ku?" tanya Alan merintih kesakitan.


"Mau apa kau di tempat tidur ku?" tanya Shenaa yang lupa jika laki-laki ini sudah resmi menjadi suami nya.


"Aku suami mu, Jadi apa salah nya kita tidur bersama?" tanya Alan kemudian duduk di tepi tempat tidur.


"Harus seperti itu kah?" tanya Shenaa kikuk.


"Malam ini kita tidak akan melakukan malam pertama atau apa lah. Tapi, besok aku akan memangsa mu!" Alan mulai menggoda istri nya.


"Coba saja, aku akan menendang mu lagi." ancam Shenaa.


"Coba saja menendang ku, aku akan menggigit ku nanti." sahut Alan lalu pria itu menarik Shenaa masuk ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Lepas kan aku!" wanita itu berontak. Bagaimana tidak berontak, sekian tahun baru malam ini Shenaa tidur berdua.


"Tidur lah sayang, aku sangat lelah. Biarkan aku memeluk mu." bisik Alan dengan memeluk istri nya erat. Pada akhirnya, Shenaa melunak juga dan wanita itu juga terlelap dalam pelukan suami nya.


Malam telah berganti pagi, sepasang pengantin baru ini belum bangun meski matahari sudah meninggi. Rasa lelah membuat mereka memperpanjang waktu tidur apalagi. Shenaa merasa sedikit pusing, tidur nya nyenyak sekali bahkan tidak ada mimpi yang singgah tadi malam.


Perlahan, Shenaa membuka mata dan orang yang dia lihat pertama kali adalah Alan yang masih tidur dengan begitu lelap nya. Shenaa tersenyum, memandang wajah suami nya yang di tutupi sedikit anak rambut yang jatuh di bagian kening. Hidung mancung dengan alis tebal membuat Shenaa langsung mabuk kepayang.


"Dia begitu tampan, aku masih tidak percaya jika aku menikah dengan Alan." batin Shenaa.


Tangan nakal nya mulai meraba di wajah suami nya, menyetuh bibir lalu hidung Alan membuat Shenaa iri akan kemancungan suami nya.


"Apa yang kau ketawa kan sayang?" tanya Alan dengan mata yang masih terpejam. Shenaa yang terkejut buru-buru mengubah posisi nya menjadi duduk.


"Siapa yang tertawa?" tanya Shenaa.

__ADS_1


"Aku tahu sejak tadi kau cekikikan. Ku pikir kau kesurupan, ternyata kau sedang menertawakan ku." ujar Alan langsung bangun dan memeluk istrinya.


"Kau ini, sejak kemarin suka sekali memeluk ku." kata Shenaa masih belum terbiasa.


"Di peluk saja kau sudah banyak protes apa lagi jika ku masukan!" seru Alan yang otak nya mulai nakal.


"Di masukan apa?" tanya Shenaa tidak mengerti.


"Benih-benih cinta...!" jawab Alan dengan senyum lebar nya.


Shenaa melempar bantal ke arah suami nya, wanita ini bergegas ke kamar mandi.


"Sayang, apa kau ingin mandi berdua?" tanya Alan dengan sedikit berteriak.


Shenaa membuka pintu kamar mandi, melotot ke arah suami nya, "Ku rasa kau perlu pergi ke Dokter, sejak kemarin otak mu geser." sahut Shenaa.

__ADS_1


"Baiklah, malam ini kita akan bermain Dokter-dokteran." balas Alan yang tidak nyambung.


Shenaa yang geram kembali menutup pintu kamar mandi. Sedangkan Alan hanya bisa tersenyum tertawa puas mengerjai istri nya. -


__ADS_2