
Tiga hari telah berlalu, itu arti nya Shenaa sudah selesai dengan acara datang bulan nya. Alan mandi sangat lama, membuat Shenaa yang menunggu mulai kesal. Entah apa yang di lakukan pria itu, ternyata Alan masih memilih dan memilah sabun dan shampo yang wangi untuk mengikat istri nya nanti.
Hampir satu jam, Alan baru keluar dari kamar mandi dengan aroma semerbak yang menusuk hidung. Shenaa menutup hidung nya karena tidak tahan dengan aroma menyengat dari suami nya. Ternyata, selesai mandi Alan menyemprotkan parfum sekujur tubuh nya.
"Kau mandi bunga ya?" tanya Shenaa langsung di sanggah oleh Alan.
"Iiiihhh....enak aja! aku menggunakan parfum biar wangi. Nantikan kita akan bau keringat!" ujar Alan membuat Shenaa langsung mati ucap.
"Minggir, aku mau mandi...!" ucap Shenaa kemudian perempuan itu masuk ke kamar mandi.
Shenaa memegang dada nya yang berdenyut kencang. Wanita ini mencoba mengatur nafas karena malam ini pasti Alan benar-benar akan melakukan nya. Tak mau ambil pusing, Shenaa langsung melanjutkan acara mandi nya.
Selesai mandi Shenaa dan Alan langsung turun untuk makan malam. Beni sedikit mengerutkan kening nya ketika mencium aroma parfum yang semerbak menusuk hidung.
"Kalian lama sekali, papah sampai lapar menunggu nya." ujar Beni.
Shenaa melirik Alan lalu mengadu pada mertua nya, "Alan nih pah, mandi hampir satu jam!"
"Kenapa kau memakai parfum sewangi ini? membuat hidung sakit saja!" ujar Beni.
"Papah ini, tidak mengerti juga!" seru Alan membuat Beni terdiam.Sesama laki-laki, sudah tentu Beni mengerti maksud perkataan anak nya.
pukul tujuh lewat empat puluh mereka semua baru selesai makan malam. Shenaa mengajak Alan untuk menonton acara drama yang di sukai hampir semua kaum muda.
"Ku pikir kau polos sayang. Ternyata tontonan mu begini juga." gumam Alan ketika melihat adegan ciuman di drama tersebut.
__ADS_1
"Ini kan hanya drama. Apa hubungannya dengan polos atau tidak nya?" tanya Shenaa heran.
"Bagaimana jika kita praktek sekarang?" ujar Alan dengan tatapan yang penuh nafsu. Laki-laki ini sudah menunggu selama tiga hari dan Alan tidak mau menundanya lagi.
"Apa yang di praktekan?" tanya Shenaa masih fokus pada drama nya.
Alan berdiri, berjalan ke arah pintu kamar lalu mengunci nya. "Kita praktekan sekarang juga malam pertama kita!" seru Alan lalu menggendong istri naik ke atas tempat tidur.
"Mau apa kau?" tanya Shenaa nampak panik.
"Kau bilang tiga hari, Jadi malam ini adalah waktu nya." ujar Alan lalu meraup bibir manis istrinya tanpa permisi lagi.
Sejak menikah beberapa hari yang lalu Alan mulai mengajari Shenaa cara nya berciuman. Tentu saja hal seperti ini cepat untuk di pelajari.
Tangan Alan mulai nakal seperti biasa, menjelajah ke bagian sensitif istri nya. Bahkan, tempat favorit Alan adalah dua bukit indah milik istri nya.
"Apa nya sudah basah?" tanya Shenaa gugup.
"Tidak ada. Aku hanya bercanda!" ujar Alan menggoda. Laki-laki itu kembali memagut bibir istri nya. Tangan kekar nya juga perlahan melucuti pakaian sang istri. Dengan sekali lentikan jari, lampu kamar langsung meredup karena Alan yakin jika istri nya akan merasa malu jika terlalu terang.
Sejenak Alan memandang tubuh polos istri nya, ini adalah yang dia tunggu-tunggu sejak tiga hari kemarin.
"Aku malu," lirih Shenaa menyilangkan ke dua tangan nya.
"Jangan malu sayang, aku juga akan membuka pakaian ku." ujar Alan lalu melepas semua pakaian nya. Kini mereka sudah sama-sama polos, membuat Shenaa semakin merona malu di buat nya.
__ADS_1
Alan mulai naik ke atas tubuh istri nya, menyentuh bibir yang sudah basah sejak tadi lalu mencium nya kembali. Sepasang suami istri itu kini tidak terlihat jaim lagi,kulit meraka saling bersentuhan yang membuat sensasi aduhai. Keringat ke dua nya saling menyatu meski pendingin kamar ini sudah sangat dingin.
Perlahan namun pasti Alan mulai turun ke bagian leher, memberi tanda kemarahan di sana lalu di dada bagian atas yang membuat Shenaa langsung mengeluarkan lenguhan syahdu nya. Apa lagi sekarang Alan sudah seperti bayi yang menikmati benda kenyal memabukkan ini.
"Aku sudah tidak tahan sayang. Boleh aku meminta hak ku sebagai suami?" tanya Alan berbisik di telinga istrinya.
Ke dua netra itu saling memandang, Shenaa hanya mampu menganggukkan kepala nya membuat Alan langsung tersenyum.
"Kata orang, ini sedikit sakit. Tapi, aku akan bermain selembut mungkin." Alan kembali berbisik di telinga istrinya.
Laki-laki itu mengusap wajah istrinya, kembali mencium bibir Shenaa lalu mulai memasukan junior yang sudah sebesar batang itu ke dalam semak belukar. Di hentakan pertama, Shenaa merintih kesakitan membuat Alan sedikit takut untuk melakukan nya. Namun, apa lah daya, apa yang sudah menegang harus segera di lemas kan.
"Tahanlah sedikit, milik mu terlalu sempit sayang. Milik ku tidak bisa masuk!" ujar Alan.
Di hentakan ke dua masih tetap sama, batang itu belum juga masuk sedangkan Shenaa mulai kesakitan hingga mencengkram alas tempat tidur. Di hentakan ke tiga masih sama membuat Shenaa sedikit merintih hingga pada akhirnya di hentakan ke empat Alan berhasil memasukan junior nya ke dalam semak belukar yang membuat Shenaa langsung merintih kembali namun rintihan kesakitan itu perlahan menghilang saat Alan memagut bibir istri nya.
Sejenak laki-laki itu terdiam agar Junior nya bisa beradaptasi dengan rumah baru nya sekarang. Setelah melihat istrinya tenang, Alan mulai menaik turunkan tubuh nya untuk membuat sensasi yang belum pernah mereka rasakan. Rasa perih yang sempat di rasakan Shenaa kini berubah menjadi sebuah kenikmatan.
Malam mungkin belum larut, namun sepasang suami istri ini sudah berhasil menyatukan keringat. Menanam benih keturunan untuk masa depan mereka.
Di puncak pertama, Alan dan Shenaa melakukan nya secara bersama-sama. Ke dua anak manusia yang belum pernah merasakan nikmat nya surga dunia kini malah ketagihan untuk melakukan nya. Hampir tiga ronde Alan melakukan nya, menggagahi istri nya demi kepuasan bersama.
Shenaa terkulai lemas di samping Alan, dengan senyum puas Alan mengecup kening istrinya. Alan kemudian menggendong tubuh istri nya ke kamar mandi agar Shenaa bisa berbersih sebelum tidur. Bahkan, Alan kembali menggendong Shenaa ketempat tidur yang sudah berantakan itu.
"Terimakasih untuk malam pertama nya sayang. Aku mencintaimu." ucap Alan dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Aku juga mencintai mu suami ku." balas Shenaa lalu Alan mencium seluruh bagian wajah istri nya kemudian mereka tidur dengan saling berpelukan. Rasa lelah membuat mereka langsung terlelap begitu saja.