Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
44.Diam Kau


__ADS_3

Satu hari menjelang pernikahan, Surya dan Asih dengan sengaja datang ke apartemen Shenaa. Memanfaatkan kesendirian wanita itu untuk mencelakai nya. Shenaa yang tidak tahu jika diri nya kedatangan tamu yang berbahaya langsung membuka pintu tanpa melihat terlebih dahulu.


Wanita ini mundur, berusaha menutup pintu namun sayang sekali Surya dengan cepat mendorong pintu tersebut. Di bantu istri nya, tentu saja Shenaa kalah melawan orang dua.


Asih dengan kasar menampar wajah Shenaa, wajah yang selama ini selalu menghantui nya atas kematian Liana.


"Seharusnya aku sudah membunuh sejak dulu. Kau hanya benalu sekarang!" ucap Asih dengan mencengkram wajah Shenaa.


"Bukan aku yang benalu, tapi aku adalah benalu dalam keluarga ku...!" balas Shenaa membuat Asih geram.


"Diam kau,.....!" bentak Asih dengan nada tinggi nya. "Ayo mas, ikat dia....!" ujar Asih lalu Surya mengikat Shenaa.


Wajah meraka langsung panik ketika bel berbunyi. Asih gugup, dia langsung melihat siapa yang datang ke apartemen ini.


"Siapa mah?" tanya Surya.

__ADS_1


"Seorang perempuan mas...!" jawab Asih.


"Biarkan dia masuk...!" kata Surya yang baru saja selesai menikah Shenaa bahkan kali ini lakban sudah menempel erat menutup mulut Shenaa.


Kini, Surya dan Asih bersembunyi di belakang pintu, lalu membuka pintu dan membiarkan Anna masuk setelah itu mereka langsung memukul Anna hingga wanita itu pingsan. Shenaa menjerit namun suara nya tidak terdengar.


Tak berapa lama, anak buah kiriman Tasya masuk ke dalam apartemen Shenaa dan langsung membawa mereka pergi. Tidak ada yang tahu karena di jam seperti ini semua orang masih sibuk dengan pekerjaan nya. Anna yang datang hanya untuk menemani Shenaa atas perintah Alan.


Entah kemana mereka membawa Shenaa dan Anna. Ke dua wanita itu sengaja di bius agar tidak menyusahkan di jalanan.


Pria itu langsung menghubungi Alan karena hanya Alan yang bisa membuka apartemen ini. Alan langsung memiliki firasat tidak enak bergegas pergi ke apartemen. Setiba nya di sana Alan langsung membuka pintu bersama David dan Bobby mereka melihat isi apartemen ini cukup berantakan.


"Cek cctv....!" perintah Alan panik. Luka bekas tembak masih sakit jika di bawa berlari namun pria itu tidak peduli.


"Shenaa dan Anna di culik." kata Bobby yang melihat dengan jelas Surya dan Asih adalah pelaku nya. Meskipun ada cctv namun pasangan suami istri itu seperti nya tidak peduli.

__ADS_1


"Brengsek....!" umpat Alan lalu memberi perintah kepada anak buah nya untuk mencari keberadaan Shenaa dan Anna.


Bobby langsung menghubungi Broto, memberitahu jika Surya dan Asih sudah menculik Shenaa. Broto yang masih dalam perjalanan menuju kota S langsung memegang dada nya yang nyeri.


"Seharusnya aku sudah menyingkirkan mereka...!" ucap Broto penuh sesal.


Lufthi, tanpa menunggu perintah lagi langsung mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari Shenaa dan Anna. Sial nya, anak buah Alan memberitahu jika Shenaa dan Anna sudah di bawa pergi ke kota lain yang cukup jauh.


"Di mana mereka membawa nya?" tanya Broto pada Luthfi yang sejak tadi selalu tersambung pada David.


"Kota M...!" jawab Lutfhi.


"Itu tempat kelahiran ayah Shenaa, cepat pergi kesana." perintah Broto.


Meskipun jarak nya yang sangat jauh, tulang tua Broto masih cukup kuat untuk menempuh perjalanan ini. Hati nya sudah tentu gelisah, karena hanya Shenaa satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang.

__ADS_1


Alan dan David juga pergi ke kota M, sedangkan Beni mengurus yang ada di kota S karena mereka juga berjaga-jaga jika musuh menyerang di saat mereka lengah.


__ADS_2