
Shenaa dan Anna harus di rawat di rumah sakit, mau tidak mau Alan harus menunda pernikahan nya selama tiga hari. Dengan setia Alan menemani Shenaa yang belum sadar sejak semalam. Begitu juga dengan David yang menjaga Anna di ruangan sebelah.
Wajah Anna masih pucat, ini adalah kali pertama diri nya mendapatkan tindakan kriminal. Sudah tentu wanita itu akan mengalami trauma. David melirik jam yang melingkar di tangan nya, sudqh pukul delapan pagi dan pria itu merasa sangat lelah karena tidak tidur semalaman.
Perlahan Anna membuka mata, wajah nya nampak panik lalu wanita itu bangun dengan rasa ketakutan. "Lepaskan aku,...lepaskan aku..."teriak nya sambil menutup ke dua telinga nya. David langsung memeluk wanita itu, memberi ketenangan untuk sementara waktu.
"Kau sudah aman Anna. Aku ada di sini." ujar David.
"David, kenapa kau bisa di sini?" tanya nya dengan wajah yang masih terlihat gugup. "Di mana Shenaa?" tanya Anna melepaskan pelukan David.
"Shenaa baik-baik saja, Alan menjaga nya. Sekarang kau sudah aman, jangan takut lagi." kata David menjelaskan.
"Mereka memukuli Shenaa, mereka memasukan kami ke dalam lemari gelap dan kami tidak bisa bernafas." cerita nya dengan penuh rasa takut.
__ADS_1
"Mereka sudah tertangkap. Kau tidak usah khawatir sekarang." sekali lagi, David memeluk Anna tanpa penolakan.
Di ruangan sebelah, Alan yang tertidur sambil duduk di samping brankar Shenaa terbangun ketika mendengar suara rintihan. Ternyata Shenaa sudah bangun, wanita itu mengeluhkan jika wajah nya sangat sakit.
"Jangan di sentuh, luka mu cukup serius." ujat Alan bergegas mengambil air hangat untuk mengompres wajah calon istri nya.
"Ku pikir aku tidak akan selamat!" gumam Shenaa takut.
"Jangan berkata seperti itu, pria dalam mimpi mu ini ada di mana-mana dan pasti akan menyelamatkan mu." ujar Alan lalu mengompres wajah Shenaa dengan hati-hati. "Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Alan "Aku sangat khawatir pada mu!"
"Ada di ruangan sebelah, David menjaga nya." jawab Alan membuat Shenaa bisa bernafas lega.
"Di mana kakek dan Bobby?" tanya nya kembali.
__ADS_1
"Kakek sudah pulang untuk mengurus paman dan bibi mu. Sedangkan Bobby mungkin sedang menyiapkan tuntutan untuk menangkap Tasya." jawab Alan membuat Shenaa terkejut.
"Tasya? memang nya dia kenapa?" tanya Shenaa penasaran.
"Dia bekerja sama dengan Surya dan Asih untuk membunuh mu. Jadi, mereka semua harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka."
"Kita di mana Alan? seingat ku mereka membawa kami dengan perjalanan yang cukup jauh." tanya Shenaa yang baru ingat.
"Kata kakek, ini adalah kota kelahiran ayah Mu. Bahkan, kau dan Anna di sekap di bekas pabrik milik ayah mu." Alan memberitahu.
"Mereka benar-benar jahat." ucap Shenaa geram "Ibu ku sudah salah membatu orang!" seru nya.
"Bagi orang serakah, mereka akan menghalalkan segala cara untuk meraihnya." tutur Alan. "Kau pasti lapar, aku siapkan makanan dulu." ujar Alan lalu menyiapkan makanan yang di antar oleh perawat tadi pagi.
__ADS_1
Alan menyuapi Shenaa makan, begitu juga dengan David. Rasa nya Anna malu sekali, namun wanita itu sangat senang karena David sangat perhatian pada nya. Sesekali Anna melirik David, begitu juga sebaliknya. Rasa nya makanan yang di makan Anna hanya sangkut di tenggorokan saja, karena ini adalah pertama kali nya Anna di suapi makan oleh seorang pria tampan. Melihat Shenaa makan sampai habis,Alan merasa lega jika calon istri nya ini seperti nya tidak meninggalkan bekas trauma seperti kejadian yang sudah-sudah.
"Minum obat lalu istirahat, sore nanti kita akan pulang."ujar Alan langsung di iyakan oleh Shenaa.