
Hari ini Shenaa memaksa untuk pergi bekerja meski sudah di larang oleh Alan. Desas desus kedekatan antara Shenaa dan Alan sudah menyebar dari loby hingga ke lantai delapan belas. Banyak yang iri terutama karyawan perempuan. Berkat Shenaa semua karyawan bisa melihat siapa bos mereka yang sebenarnya.
"Sebenarnya kau ini siapa Shen? aku yakin kau menyimpan rahasia yang sangat besar!" seloroh Anna yang sangat penasaran pada Shenaa.
"Aku yatim piatu yang mengais rezeki di sini." jawab Shenaa membuat Anna semakin kesal.
"Kata nya kau kecelakaan. Aku, Ardi dan Yudha menjenguk mu tapi kata nya kau sudah pindah. Kau pindah kemana lagi Shenaa?" cecar Anna dengan berbagai pertanyaan.
Shenaa mulai gugup, "Iya, aku sudah pindah." jawab nya terbata-bata.
"Kau kenapa sebenarnya? Shenaa, kita sudah berteman lima tahun, kenapa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"
"Jika kau mengetahui yang sebenarnya, apa kau masih mau berteman dengan ku?" tanya Shenaa.
"Memang nya siapa kau? anak perampok atau anak mafia? bukankah kau yatim piatu?" ujar Anna semakin penasaran dengan Shenaa.
"Simpan penasaran mu. Nanti setelah pulang kerja kau ikut dengan ku."
Anna terus bertanya namun Shenaa meminta nya untuk diam. Seharian bekerja Anna tidak fokus sama sekali. Entah kenapa jam berputar sangat lambat membuat Anna sedikit stres di buat nya.
"Ingin ku banting jam dinding itu...!" gerutu Anna.
"Kau lagi dapat Anna?" tanya Yudha merasa terganggu.
"Diam kau!" bentak Anna.
Yudha dan Ardi hanya bisa bergeleng kepala, punya teman perempuan tapi sama-sama garang seperti garangan. Jam masih menunjukkan pukul tiga sore, arti nya masih ada waktu satu jam lagi untuk pulang.
Anna sangat kesal bahkan wanita itu tidak fokus pada pekerjaannya.
"Kau kenapa Anna? putus cinta?" tanya Shenna.
__ADS_1
"Putus cinta apa nya? kau yang membuat ku hampir mati penasaran." ucap Anna kesal.
Shenaa hanya bisa tertawa garing melihat tingkah Anna. Detik menit terus di tunggu oleh Anna karena ia sangat penasaran siapa Shenaa yang sebenarnya. Jam pulang akhirnya tiba, Anna bergegas menarik tangan Shenna keluar dari kantor.
"Kau tidak membawa motor mu Shenn?" tanya Anna bingung.
"Eeeeh...tidak, aku nebeng kau saja. Nanti aku kasih tahu alamat nya." gumam Shenaa.
Ke dua wanita itu saling berboncengan, alamat yang tak jauh dari kantor milik Alan dan tiba-tiba Shenaa mengarahkan agar motor Anna memasuki kawasan apartemen mewah.
"Kau tidak salah alamat Shen?" tanya Anna bingung.
"Tidak, ayo turun..." ajak Shenna.
Dengan wajah bingung dan rasa penasaran nya, Anna tetap mengikuti langkah Shenna menuju lantai lima. Semakin penasaran lagi ketika Shenaa membuka password pintu apartemen.
"Astaga, tempat siapa yang kau masuki ini?" tanya Anna sedikit takut.
"Siapa kau sebenarnya Shenn?" tanya Anna dengan nasa serius nya.
Shenna kemudian menceritakan siapa diri nya sebenarnya. Awalnya Anna tidak percaya, namun setelah melihat kejadian akhir-akhir ini, Anna bisa mempercayai sahabat nya itu.
Anna memeluk Shenna erat, wanita itu seperti kegirangan hingga membuat Shenna kebingungan.
"Kau ini kerasukan apa?" tanya Shenna penasaran.
"Akhirnya aku memiliki sahabat sultan juga..." ucap Anna gemas.
"Anna, bisa aku meminta satu hal pada mu?" ujar Shenaa bersikap sangat serius.
"Katakan,..."
__ADS_1
"Tolong jangan katakan pada siapa pun perihal status ku, aku ingin hidup seperti rakyat biasa nya saja." pinta Shenna.
"Aku berjanji pada mu. Aku juga akan tutup mulut dengan dua lelaki di kantor kita itu." ucap Anna.
"Kapan-kapan aku akan mengajak mu shopping." ucap Shenna semakin membuat Anna senang.
Sore itu Shenna memesan banyak makanan untuk Anna. Wanita itu bukan main girang nya, apalagi yang di pesan Shenaa adalah makanan untuk sekelas orang berduit.
Setelah perut nya kenyang, Anna berpamitan untuk pulang. Sedangkan Shenna membereskan sisa makanan tadi. Setelah selesai wanita itu pergi mandi karena tubuh nya sudah sangat lengket.
Tiba-tiba bel berbunyi, Shenna membuka pintu dan mendapati kakek nya datang bersama beberapa orang bodyguard dan asisten pribadi nya.
"Seperti nya kau terlihat senang." tegur Broto.
"Tidak juga kek, tadi Anna main ke sini." ujar wanita itu.
"Anna? siapa dia?" tanya Broto penasaran.
"Sahabat ku kek, dia juga bekerja di perusahaan Alan."
"Owh...baguslah jika kau memiliki sahabat."
"Kakek belum pulang?" tanya Shenna.
"Kakek masih mengurus hak milik hotel. Kakek sudah mengganti nama nya menjadi nama mu." jawab pria tua itu.
"Kakek ini berlebihan," ujar Shenna.
"Bahkan semua harta kakek pun tidak akan mampu membayar apa yang telah kau alami selama ini." tukas Broto membuat Shenna sedih.
Broto pamit pulang ke kota nya malam itu juga, namun sebelum pulang lelaki tua itu memerintahkan beberapa anak buah nya untuk menjaga Shenna dari jauh. Broto yakin jika sekarang cucu nya dalam bahaya.
__ADS_1