Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
24.Siapa?


__ADS_3

"Ada yang mencari mu." bisik Anna ketika Shenaa baru saja masuk ke dalam ruangan kerja mereka.


"Siapa?" tanya Shenaa penasaran.


"Wanita kemarin.." jawab Anna.


Shenaa menghela nafas malas lalu pergi menemui Tasya yang sudah menunggu nya dulu loby.


"Ehemm....kau mencari ku?" tegur Shenaa membuat Tasya membalikkan tubuhnya.


"Aku hanya ingin memperingati mu. Selagi ku minta baik-baik, jauhi Alan dan berhenti dari perusahaan ini." ujar Tasya dengan nada penuh ancaman.


"Wah...wah....siapa kau? bos nya?" tanya Shenaa dengan menepuk ke dua telapak tangan nya.


Tasya yang geram maju selangkah hendak menampar wajah Shenaa namun dengan cepat Shenaa menepis tangan wanita itu.


"Jangan sesekali menyentuh ku jika kau tak ingin kulit mulus mu ini rusak!" ucap Shenaa.

__ADS_1


Lagi-lagi pertengkaran mereka menjadi bahan pertontonan semua karyawan. Bahkan beberapa karyawan malah mendukung Shenaa untuk menghajar Tasya.


"Kau hanya orang miskin yang tidak pantas bersanding dengan Alan. Harusnya kau sadar diri...!" cibir Tasya membuat Shenaa geram.


"Lalu, siapa yang pantas bersanding dengan Alan? kau...? hahaha....Alan saja jijik melihat wajah mu!" balas Shenaa membuat emosi Tasya semakin terpancing.


Wanita itu hendak memukul Shenaa kembali namun dengan cepat Alan yang entah datang dari mana mendorong tunangan nya itu.


Lagi-lagi, semua karyawan di buat terkejut dengan ulah Alan yang membela Shenaa bukan Tunangan nya.


"Sudah ku bilang jangan menyentuh nya!" bentak Alan membuat wajah Tasya terperangah tidak percaya.


"Seret wanita ini pergi...!" Perintah Alan pada security. "Kenapa kalian diam saja ketika ada orang yang membuat keributan?" tanya Alan dengan nada tinggi nya.


Shenaa membawa Alan pergi ketika pria itu terus memarahi petugas keamanan itu. "Jangan salahkan mereka!" bentak Shenaa.


"Mereka salah. Mereka hanya melihat tapi tidak bertindak!" ucap Alan kesal.

__ADS_1


"Kau tahu sendiri tunangan mu itu seperti belut. Susah di tangkap." ujar Shenaa lalu wanita itu dan Dava tertawa terbahak-bahak.


Wajah pria itu sudah sangat mengerikan, namun berkat bujuk rayu Shenaa akhirnya Alan mulai meredam emosi nya yang terus memarahi beberapa petugas pengamanan itu.


Tasya, wanita itu mencoba berontak dan terua mengumpati Shenaa dan Alan yang memperlakukan nya begitu kejam. Tasya yang tidak terima langsung pergi ke kantor papah nya dan mengadukan semua penghinaan dari Alan.


Pyaaaaar........Bantingan secangkir teh adalah tanda jika Fahrul tidak terima dengan aduan anak nya.


"Papah harus membaut perhitungan dengan wanita itu." rengek Tasya.


"Kamu tenang saja. Papah akan membalas semua penghinaan itu." gumam Fahrul geram.


Tasya tersenyum puas, anak manja itu bersikap seolah ia adalah wanita yang tersakiti. "Pah, Tasya ada ide..." ucap wanita itu dengan senyum mengembang nya.


"Ide apa?" tanya Fahrul penasaran.


"Papah minta sama om Beni jika pernikahan Tasya dan Alan harus secepat nya di lakukan." ujar Tasya.

__ADS_1


"Ide bagus! semakin cepat pernikahan kalian, semakin cepat pula saham akan berpindah tangan." ucap Fahrul setuju dengan ide anak nya. "Papah akan menemui si Beni bodoh itu."


Tasya dan papah nya tertawa puas berharap permintaan mereka akan di setujui oleh Beni. ayah dan anak itu sama-sama gila harta meski harus merebut nya dari orang lain.


__ADS_2