Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
49. Malu Di Lihat Orang


__ADS_3

Kata sah menggema di gedung dengan dekorasi mewah. Kini Shenaa dan Alan sudah sah menjadi pasangan suami istri. Wanita ini nampak cantik dengan balutan kebaya putih dengan kain batik nya juga riasan tipis nya. Wajah nya segar, membuat pria yang menggunakan texudo berwarna senada itu tak henti nya menatap wanita yang baru saja resmi menjadi istri nya itu.


Momen sedih mengharukan tadi kini di ganti menjadi momen bahagia. Shenaa sempat menangis karena mengingat ke dua orang tua nya. Pernikahan yang hanya di hadiri oleh kakek nya dan beberapa saudara yang tidak terlalu akrab dengan Shenaa.


Tiga acara yang di lakukan sekali gus, di mulai pagi hari acara lamaran, sore acara akad nikah dan nanti malam adalah resepsi. Di balik kebahagiaan Shenaa dan Alan, ada hati yang panas melihat mereka bersatu. Fahrul mengepalkan tangan nya, karena diri nya sengaja tidak di undang.


Hari masih sore, semua orang masih sibuk menikmati acara setelah akad nikah yang di laksanakan pukul empat sore tadi. Alan terus menggenggam tangan Shenaa, Senyum ke dua nya bahkan selalu terpancar.


"Apa kau haus istri ku?" tanya Alan.


"Jangan panggil begitu, aku malu!" bisik Shenaa.


"Kenapa harus malu? nyata nya kau memang sudah resmi menjadi istri ku." sahut Alan.


Shenaa tersenyum cengir, entah kenapa sejak tadi kata-kata yang di lontarkan Alan membuat wanita ini sedikit merinding. Anna menghampiri Shenaa, mengajak nya untuk berfoto menggunakan ponsel nya untuk pamer pada teman-teman nya.


"Ayo lah Anna, Shenaa sudah menjadi milik ku. Jangan ambil waktu nya jika masih ada aku." ujar Alan.


"Aku kan hanya ingin berfoto saja. Apa salah nya?" tanya Anna geram.


"Dasar perempuan. Ribet!" gerutu Alan kesal kerena melihat istrinya sibuk berpose.


"Kau ini, perempuankan memang makhluk yang unik. Jadi, jangan heran!" sahut David.


Istirahat untuk beberapa waktu, karena pukul delapan malam Shenaa dan Alan akan melakukan resepsi. Shenaa nampak lelah, terlebih lagi saat ini diri nya kembali di rias. Untung saja kemarin Shenaa lebih memilih gaun yang ringan untuk resepsi nya.


Kekek menghampiri Shenaa, kesedihan nya tidak terbendung lagi, "Kau sangat mirip dengan almarhum ibu nak. Kakek merasakan jika ibu mu saat ini ada dalam diri mu." ujar Broto yang sangat merindukan anak semata wayang nya yang sudah tiada.


"Jangan sedih kek, jika kakek sedih aku juga akan sedih. Kakek harus nya bahagia dengan pernikahan ku dan juga hukuman untuk orang-orang yang sudah jahat pada kita." kata Shenaa merasa kasihan pada lelaki paruh baya ini.


"Jika begajul ini menyakiti mu, tangan keriput kakek mu ini yang akan mencongkel bola mata nya!" ucap Broto melirik ke arah Alan.


"Mengerikan!" seru Alan.

__ADS_1


Kini di kamar hanya ada Alan dan Shenaa, mereka akan melakukan persiapan pukul tujuh malam ini. Alan dengan bebas memeluk Shenaa, namun Shenaa yang terkejut langsung menyikut perut pria itu hingga membuat Alan kesakitan.


"Kenapa menyikut perut ku?" tanya Alan merintih.


"Dan kau kenapa memeluk ku dari belakang?" tanya Shenaa kesal.


"Kita kan sudah ada label halal. Jadi aku bebas mau memeluk mu atau mencium mu." ujar Alan geram.


"Kau mengejutkan ku!" seru Shenaa.


"Panggil aku sayang, aku sekarang suami mu." perintah Alan.


"Kau ini, tidak di dalam mimpi tidak di dunia nyata sama-sama menyebalkan!" gerutu Shenaa kesal.


Alan kembali memeluk istrinya, memberi perintah agar Shenaa diam. Memang lah, pasangan ini tidak ada romantis-romantis nya karena biasa nya selalu bertengkar bahkan masalah sepele pun akan jadi bahan untuk mereka beradu argumen.


"Apa kau bahagia sayang?" tanya Alan serius.


"Sekali lagi memanggil nama ku, akan ku gigit bibir mu!" ancam Alan geram.


Shenaa terkekeh, "Iya suami ku..." ucap Shenaa.


"Aduh,...rasa nya manis sekali panggilan ini." ujar Alan senang "Ada apa sayang? apa yang ingin kau tanyakan?" tanya pria itu.


"Dulu, aku selalu takut jika bermimpi tentang mu." ujar Shenaa mengingat semua mimpi nya. "Bertahun lama nya, aku membenci tidur karena sosok pria itu selalu muncul dalam mimpi ku."


"Jadi, kau membenci ku ya?" tanya Alan merajuk.


"Bukan begitu. Sebelum kau menyatakan cinta pada ku, aku tidak pernah melihat wajah pria dalam mimpi itu. Jadi, jangan salahkan aku jika terkadang aku suka kesal pada mu." kata Shenaa mengeluarkan uneg-uneg nya.


Alan dan Shenaa langsung melepaskan pelukan ketika Anna dan David masuk tanpa mengetuk pintu. Ingin rasa nya Alan memecat dua orang yang tidak sopan ini.


"Jangan melakukan nya sekarang, kalian masih harus melaksanakan resepsi satu jam lagi." ujar David langsung membuat Shenaa malu setengah mati.

__ADS_1


"Diam kau sialan!" umpat Alan.


"Membuat para jomblo ini iri saja!" seru Anna.


"Kalau begitu, kalian menikah lah!" sahut Shenaa membuat Anna dan David saling lirik.


"Amit-amit...!" ucap Anna.


"Ngapain kalian ke sini?" tanya Alan kesal.


"Hanya ingin mengganggu kalian saja." jawab David melirik Anna.


"David benar, hanya ingin mengganggu kalian saja." ujar Anna menimpali.


Dua orang saling bergandengan berjalan menuju pelaminan yang sangat mewah. Di dampingi oleh Wali masing-masing, Alan menampakkan wajah tampan nya. Riuh tepuk tangan menyambut kedatangan mereka. Semua orang mulai mengambil gambar pengantin tersebut karena Alan dan Shenaa benar-benar pasangan yang cocok. Yang satu tampan dan yang satu cantik.


Satu persatu tamu mulai memberi ucapan selamat, semua karyawan di undang juga banyak rekan bisnis yang menghadiri acara malam ini. Malam ini lah, sebagai orang yang tidak tahu latar belakang Shenaa merasa terkejut karena wanita ini ternyata adalah satu-satunya pewaris orang terkaya nomor dua di kota K.


Semua orang menikmati acara, apa lagi Alan sengaja mengundang beberapa penyanyi ternama di pernikahan nya. Meskipun pernikahan ini di siapkan mendadak, namun bisa di katakan acara hari ini sangat sukses.


"Apa kau lelah sayang?" tanya Alan.


"Kaki ku sangat pegal." lirih Shenaa.


Kembali menjadi pusat perhatian, Alan berlutut untuk memijat kaki istrinya. Meskipun Shenaa merasa ini sangat berlebihan, namun pria itu tidak peduli. orang-orang yang melihat mereka merasa iri sekarang.


"Sudah hentikan, malu di lihat orang." ujar Shenaa merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa sayang. Kau pasti sangat lelah hari ini." kata Alan laku Shenaa menarik tangan suami nya agar laki-laki itu bangun.


"Aku sudah mendingan.Jangan seperti ini, mereka melihat kita." ujar Shenaa tetap merasa tidak enak hati.


Acara masih berlanjut, meskipun Alan dan Shenaa sudah sangat lelah namun mereka masih ingin menyapa para tamu. Broto yang juga kelelahan membuang rasa lelah nya jauh-jauh agar bisa terus melihat kebahagiaan di hari pernikahan cucu nya.

__ADS_1


__ADS_2