Pria Dalam Mimpi

Pria Dalam Mimpi
55.Tamat


__ADS_3

Hari ke hari telah berganti, kehidupan rumah tangga Alan dan Shenaa sangat lah bahagia. Terkadang Shenaa datang untuk menjenguk kakek nya begitu juga sebalik nya. Broto juga sekarang merasa bahagia karena sekarang lelaki paruh baya itu bisa beristirahat dengan tenang. Ada pun ke dua anak Asih dan Surya sekarang berada di bawah didikan Broto bahkan untuk kemana-mana mereka akan di awasi.


BIar bagaimana pun, ke dua anak Asih lah yang sudah menemani masa tua Broto. Masalah orang tua nya yang masih di penjara mereka juga sudah mengerti atas kesalahan orang tua mereka. Lagian, Shenaa juga tidak mu ambil pusing karena wanita ini yakin jika kakek nya bisa mendidik mereka menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Hari ini adalah hari minggu, Alan dan Shenaa hanya menghabiskan waktu di rumah. Beni yang melihat anak nya hanya bisa menggelengkan kepala. Sikap Alan yang sekarang sudah banyak berubah sejak menikah dengan Shenaa. Alan juga suka bercanda sekarang.


"Sayang, kenapa kau sekarang jadi pemalas sepeti ini?" tanya Shenaa.


"Pemalas bagaimana?" tanya Alan bingung.


"Kau jarang pergi ke kantor, kenapa?" tanya Shenaa.


"Kau kan tahu sendiri, sejak dulu aku memang jarang masuk kantor." ujar Alan.


"Dan itu menjadi kebiasaan buruk mu." sahut Shenaa.


"Jangan di bahas, aku tidak ingin membahas pekerjaan jika sedang bersama mu." ujar Alan lalu menarik istri nya ke dalam pelukan.


Pagi berganti siang dan siang sudah berganti malam. Pasangan suami istri ini turun untuk makan malam, Beni yang melihat Alan kembali bergeleng kepala ketika Alan meminta Shenaa untuk menyuapi nya makan.


"Tidak punya malu sama sekali, kau papah sekolahkan tinggi-tinggi untuk mandiri bukan seperti ini." ujar Beni.


"Bilang saja iri, gitu kok bawa-bawa sekolah." sahut Alan.


Shenaa hanya bisa tersenyum garing saat menoleh ke arah mertua nya. Bahkan, selesai makan Alan langsung membawa Shenaa masuk ke dalam kamar. Dua bulan pernikahan hanya seperti itu saja yang di lakukan Alan dan Shenaa. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar dari pada keluar jalan-jalan.


Ada pun Anna, wanita ini mulai akrab dengan David. Meskipun terkadang mereka suka beradu mulut namun tetap saja jika kemana-mana mereka selalu berdua. Begitu juga dengan Bobby, pria itu hanya sibuk bekerja karena hanya dia yang di percaya oleh Shenaa. Bahkan, Bobby sudah merencanakan menikah jika dia sudah berumur tiga puluh tahun dan masih ada waktu empat tahun untuk Bobby menabung demi masa depan nya.


Kembali pada malam yang indah, setelah melakukan hubungan suami istri Shenaa dan Alan langsung terlelap tidur. Sudah lama sekali rasa nya Shenaa tidak bermimpi, malam ini sebuah mimpi indah datang menyapa tidur nya. Di dalam mimpi itu, Shenaa melihat Alan berjalan ke arah nya dengan membawa balon sambil menggendong seorang anak laki-laki yang berumur sekitar dua tahun.


Seperti biasa nya, jika Shenaa sedang bermimpi wanita inj pasti akan bangun. Shenaa melihat wajah suami nya yang sudah lelap dalam tidur nya, lalu bertanya pada gelap nya malam. "Kenapa dia sangat suka masuk ke dalam mimpi ku? sejak menikah, ini adalah kali pertama aku bermimpi tentang Alan lagi." Shenaa tidak mau ambil pusing, wanita ini melanjutkan tidur nya.

__ADS_1


Pagi hari dengan matahari yang bersinar sangat cerah, Shenaa yang sudah mandi merasa mual dan hendak muntah karena tidak tahan mencium aroma pengharum ruangan. Wanita ini menutup hidung nya hingga membuat Alan bingung.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Alan namun belum sempat Shenaa menjawab wanita itu langsung bergegas masuk ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yang dia makan semalam.


Alan langsung panik, apa lagi Shenaa muntah-muntah sampai wajah nya pucat. Buru-buru Alan mengambilkan teh hangat untuk istri nya. Setelah di rasa lega, Alan membaluri tubuh istri nya dengan minyak angin.


"Kita pergi ke rumah sakit sekarang." ujar Alan lalu memakai istri nya pakaian tebal.


Mereka kemudian pergi ke rumah sakit, lagi-lagi Shenaa kembali muntah di perjalanan. Alan yang lupa membawa air minum harus turun sebentar untuk membeli air mineral. Setiba nya di rumah sakit, Shenaa langsung mendapatkan perawatan. Alan yang setia berada di samping istri nya terus memijat kepala istri nya yang terus mengeluh pusing.


"Istri saya sakit apa Dok?" tanya Alan tidak sabaran.


Dokter merapikan alat nya sebentar lalu tersenyum pada Alan dan Shenaa. "Istri bapak hamil, berhubung saya bukan Dokter kandungan saya tidak bisa memastikan nya. Silahkan bapak pergi ke poli kandungan." ujar Dokter.


Alan tidak peduli, laki-laki itu kemudian mendorong istri nya menuju poli kandungan agar istri nya bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di sana, Shenaa mulai melakukan serangkaian tes untuk memastikan ucapan dari Dokter tadi.


Dokter mengulurkan tangan pada Alan, lalu pria itu secara reflek menerima uluran tangan tersebut. "Selamat pak, istri anda hamil." ucap Dokter membuat Alan diam. Laki-laki ini kembali menyambungkan ucapan Dokter sebelum nya dengan Dokter yang sekarang.


"Saya serius, ibu Shenaa sudah hamil empat minggu." kata Dokter.


Alan langsung menghampiri istri nya, tidak adq ekspresi yang dia luapkan di sini. "Sayang, kita akan memiliki anak." ucap nya menggenggam tangan Shenna.


"Iya, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua." kata Shenaa sangat bahagia. Bahkan, wanita ini meneteskan air mata.


Alan dan Shenaa duduk menghadap Dokter, mereka mendengarkan penjelasan Dokter dengan seksama. Tapi, Alan tidak bisa menyembunyikan gelisah nya hingga membuat Shenaa heran.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Shenaa.


"Sebenarnya, ada pertanyaan yang mengganjal di hati ku sejak tadi Dok." ujar Alan.


"Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk di tanyakan."kata Dokter tersebut.

__ADS_1


"Begini Dok, istri ku sekarang sedang hamil, apa kami masih bisa melakukan hubungan suami istri?" tanya Alan merasa lega dengan pertanyaan.


Shenaa yang malu langsung mencubit lengan suami nya. Wanita ini mengomel di telinga istri nya. Dokter hanya tertawa renyah melihat mereka berdua.


"Tidak apa-apa bu, ini adalah pertanyaan lumrah yang sering di pertanyaan calon orang tua. Sebenarnya, tidak ada larangan jika mau melakukan hubungan suami istri asal harus mengikuti arahan dari Dokter." ujar Dokter yang mulai menjelaskan isi dari pertanyaan Alan.


Setelah di nyatakan hamil dan melakukan konsultasi sebentar, Alan dan Shenaa langsung pulang setelah mendapatkan obat dan Vitamin. Masih sama, tidak ada reaksi apa pun yang di tujukan Alan tentang kehamilan istri nya. Namun, setiba nya di rumah Alan langsung berteriak memanggil papah nya.


Alan berjoget-joget sambil mendendangkan sebuah lagu. Shenaa yang melihat suami nya seperti orang gila hanya bisa duduk menonton nya.


Beni keluar, menjitak kepala anak nya yang seperti orang gila. "Ada apa dengan mu, kenapa seperti orang gila?" tanya Beni.


"Pah, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah lalu papah akan menjadi kakek. Shenaa hamil pah." ujar Alan memberitahu.


"Ah, yang benar kalian?" tanya Beni tidak percaya.


"Benar kan sayang?" tanya Alan pada istri nya.


"Iya pah, Shenaa benar hamil." jawab Shenaa membuat Beni langsung ikut Alan berjoget ria. Para pembantu juga hanya bisa menonton majikan mereka yang sebelum nya tidak pernah seperti ini.


Shenaa kemudian memberitahu berita kehamilan nya pada sang kakek yang membuat Broto sangat senang karena sebentar lagi dia akan memiliki cicit. Semua orang bahagia dengan berita kehamilan Shenaa, sampai-sampai Alan sejak sore hingga malam masih betah mengusap perut istri nya yang masih datar itu.


"Sayang, aku tidak percaya jika sebentar lagi kita akan menjadi orang tua." ujar Alan.


"Iya sayang, aku juga masih belum percaya. " sahut Shenaa.


"Terimakasih sayang, terimakasih untuk segala kebahagiaan ini. Aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian." ucap Alan mengecup kening istri nya.


"Aku tidak butuh janji mu, cukup bukti kan semua nya di dunia nyata ini. Sayang, kau yang selalu ada dalam mimpi ku dan aku yakin jika kau akan menjadi milik ku selama nya." ucap Shenaa lalu sepasang suami istri itu saling memagut mesra.


Shenaa hanya tersenyum, wanita ini mengingat kembali mimpi tadi malam yang ternyata adalah sebuah pertanda jika diri nya sekarang sedang hamil. Tidak ada yang lebih bahagia bagi seorang istri selain mereka di nyatakan hamil, tentu saja itu akan menjadi kebanggaan untuk mereka. Malam ini, Shenaa dan Alan saling mengobrol perihal masa lalu tentang pertemuan mereka. Shenaa menceritakan kembali mimpi-mimpi nya yang membuat Alan tertawa mendengar nya. Heran nya Alan, semua mimpi Shenaa ada yang terjadi di dunia nyata. Lengkap sudah kebahagiaan Alan dan Shenaa sampai mereka menunggu waktu melahirkan tiba. Cerita mereka hanya sampai disini, tidak akan ada yang mengganggu rumah tangga mereka selain pertengkaran kecil yang wajar terjadi dalam rumah tangga.

__ADS_1


***TAMAT***


__ADS_2