
Acara ulang tahun perusahaan akhir nya tiba, di aula gedung dengan dekor mewah bahkan semua tamu undangan datang dengan penuh rasa bangga. Alan mengajak Shenaa untuk menyambut para tamu membuat Tasya yang sejak tadi melihat mereka merasa cemburu.
Beni yang berniat mengenalkan Broto kepada rekan bisnis nya langsung mengurungkan niatnya karena pria tua itu jauh lebih tenar di banding diri nya.Tidak lupa Dava juga ada di sana bersama dengan Anna.
Semua orang sangat menikmati acara ini, tidak main-main karena Alan mengundang artis papan atas untuk mengisi acara ulang tahun perusahaan ini.
"Mana orang yang kau janjikan itu Tasya?" tanya Fahrul berbisik.
"Aku tidak tahu, mungkin mereka sedang berusaha masuk. Papah lihat sendiri penjagaan sangat ketat." kata Tasya mulai gelisah.
"Dasar tidak becus!" umpat Fahrul mulai kesal. Terlebih lagi Beni sama sekali tidak menyapa Fahrul sejak datang.
__ADS_1
Surya, tidak bukan Surya melainkan anak buah nya yang menyamar masuk sebagai pelayan. Pria bertubuh kecil itu mondar mandir melayani para tamu untuk membaca kondisi. Setelah melihat Alan dan Shenaa, pria itu pergi ke sudut ruangan yang tidak terlalu ramai.
Pria yang mengenakan pakaian pelayan itu mulai mengeluarkan senjata api nya, bersembunyi di balik Vas bunga yang tinggi nya melebihi manusia. Pria itu langsung mengambil ancang-ancang secepat mungkin sebelum ada orang yang melihat nya.
Alan, tanpa sengaja menoleh ke sudut ruangan dan melihat seseorang sedang terfokus dengan ujung pelatuk untuk menembak Shenaa. Dengan cepat Alan memeluk Shenaa.
Dooorrr.....peluru itu mengenai tubuh Alan bagian belakang. Bahkan Alan langsung tumbang dalam pelukan Shenaa. Semua orang mulai panik, menyelamatkan diri masing-masing. Para penjaga juga sibuk mengejar pelayan yang menyamar itu.
Tasya dan Fahrul mengumpat karena pesuruh mereka tidak tepat sasaran.
Beni yang melihat anak nya sudah tidak sadarkan diri langsung memerintahkan anak buah nya untuk membawa Alan ke rumah sakit. Shenaa yang syok jatuh kedalam pelukan kakek nya. Dava juga bergegas pergi ke rumah sakit menemani Alana.
__ADS_1
"Shenaa,...sabarlah Shen....!" Anna datang menenangkan teman nya itu.
Dengan pakaian yang berlumuran darah, Shenaa memeluk Anna, "Alan tertembak Anna....!" kata nya dengan wajah pucat.
"Tenang Shenaa, tenang lah...!" Broto ikut menenangkan cucu nya.
Mereka semua pergi ke rumah sakit, Shenaa dengan wajah pucat duduk menunggu keluarnya Dokter. Bukan hanya Shenaa, Beni juga sangat khawatir melihat anak nya sedang sekarat di dalam ruangan.
Beni memegang dada nya yang terasa sangat nyeri, pria itu hampir saja jatuh namun dengan cepat Dava menopanya. "Om, om sebaiknya duduk aja." kata Dava yang merasa kasihan melihat Beni.
"Duduklah Ben, jangan buat diri mu jatuh sakit. Doakan yang terbaik untuk anak mu." Broto memberi semangat pada Beni.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Anna datang membawa pakaian ganti untuk Shenaa. Wanita itu awal nya monolak untuk beranjak dari pintu UGD namun Anna dan Dava memaksa nya.
Hancur sudah hati Shenaa, wanita itu teringat kembali mimpi ketika Seseorang memberinya bunga lalu pergi begitu saja. Tidak, Shenaa langsung menggelengkan kepala nya. Adakah makna dari mimpi itu? Shenaa belum siap kehilangan Alan, Alan sudah berjanji akan melamarnya setelah acara ulang tahun perusahaan nya.