
Pasangan suami istri itu menunduk ketakutan, dua anak mereka juga sama seperti orang tua nya. Broto memandang menantu nya dengan penuh emosi, di otak Asih masih mencoba mencari kata-kata manis untuk menenangkan hati lelaki tua yang ada di depan nya ini.
"Kalian berdua, masuk ke kamar masing-masing!" perintah Broto dengan suara berat nya.
Ke dua anak Asih dan Surya bergegas masuk ke dalam kamar. Hawa mencekam terasa di ruangan itu, padahal ruangan itu cukup luas namun bisa membuat pasangan suami istri itu menjadi sesak nafas.
"Katakan dengan jujur, apa kau yang sudah menyuruh orang untuk membunuh cucu ku?" tanya Broto dengan nyala api di kedua mata tua itu.
Surya masih terlihat biasa saja, lelaki itu tidak mungkin mengakui perbuatan jahat nya, "Bapak jangan memfitnah ku, beberapa hari ini aku sibuk dengan pekerjaan ku." kilah Surya.
"Mas Surya benar pak, sejak bapak pergi mas Surya bekerja dari rumah." Asih menimpali agar bapak nya percaya.
Lewat lirikan mata, Broto memperintahkan Lutfhi untuk mengeluarkan beberapa bukti. Mata Surya melebar, keberadaan di hotel milik Alan di tangkap cctv.
"Kalian berdua adalah dua manusia yang tidak tahu berterimakasih." ucap Broto meninggikan suara nya. "Terutama kau Asih! Liana salah besar telah mengangkat mu menjadi adik nya. Kau tega memanipulasi kematian anak ku hanya untuk menguasai harta ku. Di mana rasa terimakasih mu Asih....?" suara tua itu menggema di seluruh ruangan. Para pembantu mulai sibuk menguping permasalahan majikan nya.
__ADS_1
"Asih tidak melakukan nya pak!" seru wanita itu membuat Broto semakin emosi.
"Apa kau lupa latarbelakang mu Asih? Kau hanya anak jalanan yang di pungut oleh anak ku lalu kau ku jadikan anak bahkan kau sudah ku anggap seperti anak kandung ku sendiri. Kau dan suami mu tega membuat cucu ku menjadi yatim piatu sedangkan ke dua anak mu hidup bahagia dengan limpahan kasih sayang." Broto mulai mengeluarkan isi hati nya.
Surya dan Asih tidak menyahut, bahkan untuk sekedar mengangkat kepala pun mereka tidak berani.
"Kalian berdua harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian dia masa lalu dan sekarang. Kalian harus di hukum!" kata Broto membuat Surya dan Asih langsung bertekuk lutut memohon agar tidak di penjara.
"Maafkan Asih pak, Asih khilaf." ucap nya dengan begitu mudah.
Namun Broto yang sudah hilang kesabaran tidak mau menerima maaf mereka. Bertahun-tahun diri nya di bohongi oleh kematian anak nya sendiri.
Ke dua anak Surya dan Asih yang menguping jika orang tua nya akan di penjara langsung berlari ke luar dan ikut berlutut. "Kek, jangan penjarakan mamah dan papah. Kami akan bagaimana nanti nya?" si sulung yang bernama Winanti memohon dengan derai air mata namun tetap saja Broto sudah tidak peduli akan hal itu lagi.
"Mamah dan papah hanya khilaf kek, maafkan lah mereka." si bungsu yang bernama Windari juga ikut membela.
__ADS_1
"Selama ini kalian hidup enak dan bahagia, tapi cucu kandung Shenaa telah di buat menderita oleh orang tua kalian yang tidak tahu diri ini." kata Broto masih mengeluarkan nada tinggi nya.
Winanti dan Windari sebenarnya tahu jika mereka bukanlah cucu kandung dari Broto karena Asih pernah menceritakan masa lalu nya kepada ke dua anak nya. Tidak heran jika ke dua anak Asih tidak terkejut ketika Broto mengatakan jika Shenaa adalah cucu kandung nya.
Melihat ke dua cucu nya yang lain memohon, hati Broto lama-lama luluh juga. Lelaki tua itu tidak akan mengirim Surya dan Asih ke penjara melainkan mengusir mereka tanpa membawa harta secuil pun.
Awal nya Asih menentang, tidak terima jika Broto mengusir nya bahkan mencoret nama semua anak nya dari daftar ahli waris. Tapi, Broto yang sudah terlanjur marah hanya bisa mengusir satu keluarga yang tidak tahu diri itu.
"Kita akan jadi gembel....!" Windari histeris tidak terima. Selama ini perempuan itu selalu menikmati kekayaan dan fasilitas yang diberikan Broto.
"Trus kita akan tinggal di mana mah pah?" Winanti yang sudah lelah mulai kesal kepada orang tua nya.
"Papah akan menghubungi seseorang yang bisa membantu kita. Biar bagaimana pun, kita harus mendapatkan kembali ke dudukan kita di rumah itu." kata Surya masih bersama ambisi nya.
"Kau harus segera menghabisi anak sialan itu mas! kehadiran nya telah membawa malapetaka untuk keluarga kita." Asih geram pada Shenaa. Sudah bertahun-tahun dia dan suami nya merahasiakan tentang kematian Liana dan suami nya juga memanipulasi kematian Shenaa pada akhirnya terbongkar juga.
__ADS_1