Pria Pilihan Ibu

Pria Pilihan Ibu
Honey moon


__ADS_3

Pria Pilihan Ibu BAB 21


Oleh Sept


Gara-gara semalam Arman minta nambah, sekarang Lia dibuat tidak berdaya. Lia terbaring lemas sampai ke kamar mandi pun digendong suaminya itu.


"Apa masih sesakit itu? Mau kompres handuk anget?" tawar Arman.


Lia langsung menggeleng.


"Gak usah, Lia boleh istirahat saja, Mas? Ngantuk banget."


"Tapi makan dulu," kata Arman.


"Nanti saja, Lia ngantuk banget."


Lia kemudian menarik selimut sampai menutupi seluruh wajahnya. Arman pun hanya bisa garuk-garuk kepala melihat ditinggal Lia tidur.


***


Menjelang siang


Arman sibuk dengan tablet di tangannya, sambil sesekali melirik Lia yang masih terlelap. Lama-lama dia mengantuk juga, karena semalam lembur dengan Lia.


Padahal sudah mandi, sudah wangi, sudah cakep, tapi beberapa kali menguap, sampai akhirnya Arman merebahkan tubuhnya di sebelah Lia.


Beberapa saat kemudian, merasa ada yang mendekati, Lia pun terbangun. Awalnya cukup kaget, ada orang lain tidur di ranjang yang sama. Namun, dia jadi ingat kalau dia sudah menikah sekarang.


"Astaga!" gumam Lia kemudian mengusap wajahnya.


Dilihatnya Arman yang terlelap, kalau dilihat seperti ini, dilihat dari dekat, Arman ganteng juga. Tidak sia-sia dia menunggu jodoh yang datang cukup lama, ternyata dapat dapatnya malah pria seperti Arman, jelas jauh berbeda-beda dengan mantan Lia yang durjana tersebut.


Lia kemudian ke kamar mandi, sambil menahan perih, ia berjalan pelan seperti pinguin.


***


Kini Lia sudah ganti baju, kemudian berkaca sambil mengeringkan rambut dengan handuk kering.


Lia memeriksa suaminya yang masih tidur, kemudian ia melihat meja. Lapar juga, apalagi dia melewatkan sarapan karena memang tadi ngantuk parah.

__ADS_1


Dengan tenang Lia pun makan sendirian, ia sengaja tidak berisik agar suaminya tidak bangun. Menikmati banyak makanan karena dia butuh tenaga extra.


"Kenapa tidak membangunkan aku?"


Tiba-tiba terdengar suara pria yang masih berbaring di ranjang tersebut.


Lia menoleh.


"Sudah bangun, Mas?"


"Hemm."


Pria itu kemudian turun dari ranjang, lalu mengambil air minum karena tenggorakan terasa kering.


"Mau makan, Mas?" tawar Lia.


Arman menggeleng, karena dia memang sudah makan tadi sebelum ketiduran.


"Masih kenyang," kata Arman lalu menonton TV.


Kamar hotel mereka sangat sepi, Biar gak sepi, Arman lantas menyalakan TV dalam kamar hotel tersebut.


"Sudah selesai?"


"Sudah," jawab Lia sedikit malu-malu.


"Ya sudah, kesinilah!" titah Arman.


"Bentar, Lia ambil HP di dulu."


Arman mengangguk, kemudian menunggu istrinya tersebut. Selang sesaat, Lia muncul sambil menggenggam ponselnya.


Dengan canggung, Lia duduk di sebelah Arman. Siang-siang begini aneh saja mereka duduk bersama-sama sambil nonton TV. Biar tidak canggung, Lia kemudian memperlihatkan foto-foto pernikahan kemarin.


"Cantikan gak pakai make-up," celetuk Arman yang melihat foto pengantin wanitanya.


Hidung Lia langsung kembang kempis karena dipuji. Padahal biasanya mau dipuji orang bagaimana pun, dia tidak akan terbang. Kini dipuji Arman, suaminya sendiri, kok Lia jadi geli sendiri.


Mereka berdua kemudian kembali fokus, apalagi saat Lia menguploadnya di sosmed miliknya, baru beberapa menit sudah banyak like serta komentar.

__ADS_1


Kebanyakan mengucapkan selamat atas pernikahan Lia dan Arman, beberapa lagi mengucapkan banyak doa, agar mereka segera diberikan momongan.


Melihat Lia senyum-senyum membalas komentar teman-temannya yang kebanyakan rekan kerja serta teman kuliahnya, Arman hanya geleng-geleng kepala.


"Seneng banget kelihatannya?" celetuk Arman.


Lia menoleh, kemudian senyum tipis.


"Maaf ya, gak bisa bawa kamu ke luar negri buat bulan madu bulan ini, cutiku sudah habis."


Arman kelihatan menyesal. Namun, Lia malah kelihatan biasa saja.


"Gak apa-apa, Mas. Santai saja. Lagian Lia lagi gak pengen ke mana-mana."


"Ya jangan gitu. Ini kan momen sekali seumur hidup. Nanti kalau ada tanggal merah, atau libut lebaran, kita agendakan ya?"


"Apa kata Mas saja," kata Lia sambil asik membalas pesan.


"Sama siapa, sih?" tanya Arman kepo.


"Ini, balas WA mantan Manager aku."


"Cewek?"


Lia menggeleng.


Dahi Arman langsung mengkerut. Baru dua hari menikah, Arman sudah cemburu.


Melihat suaminya cemberut, Lia lalu terkekeh.


"Cewek, Mas. Tenang saja," kata Lia sambil senyum lepas.


Merasa dikerjai, Arman langsung mendekat Lia. Dan dia gelitiki Lia sampai ampun-ampun.


"Stop, Mas. Geli!"


Bukannya berhenti, Arman malah menjadi.


"Mas ... masih bengkak," ucap Lia sambil menggeleng pelan.

__ADS_1


__ADS_2