Pria Pilihan Ibu

Pria Pilihan Ibu
Suami Jahil


__ADS_3

Pria Pilihan Ibu BAB 24


Oleh Sept


Pengantin baru tapi tidurnya terpisah, itulah Lia dan Arman. Gara-gara paketan, Lia sekarang cemburu berat.


"Lia, buka! Gak lucu kita tidur pisahan gini!" protes Arman.


Lama juga Arman menunggu, tapi Lia sama sekali tidak merespon. Pintunya tertutup sepanjang malam, sampai pagi menjelang dan Arman hanya bisa menghela napas dalam-dalam, saat sarapan bersama, Lia justru cuek berat padanya.


"Kamu jangan jutek begitu, sumpah ... kami sudah lama tidak komunikasi. Bahkan terakhir komunikasi itu sudah beberapa bulan lalu," kata Arman.


Lia langsung melirik sinis.


"Gak apa-apa, berhubungan terus saja sama dia gak apa-apa!" ujar Lia dengan sarkas.


Lia marah karena membaca tulisan tangan dalam kemeja yang dikirim oleh mantan Arman tersebut.


Itu memang kemeja lama Arman, dan sepertinya Yasmin sengaja.


"Lagian, kenapa kemeja Mas ada di rumah dia? Mas pernah nginep di sana?" omel Lia. Tadi sempat ngambek saja, tapi lama-lama tidak tahan. Daripada dipendam, Lia pun langsung mrepet.


"Makanya, dengar dulu. Aku ngomong itu tolong di dengarkan. Ini kemeja lama banget. Dia pinjam karena bajunya basah, itu pun lama banget."


Lia semakin sesak.


"Kenapa meminjamkan pakaian pada seorang gadis?"

__ADS_1


"Kan dia kehujanan, pas dia nganter sesuatu ke rumahku. Kasian bajunya basah, aku pinjamkan. Itu pun gak ada acara ganti, langsung dia pakai. Sudah lah, jangan mikir macam-macam. Kami tidak ada hubungannya sekarang."


"Kalau gitu ngapain dia kirim ini? Sengaja banget, kan?" kata Lia masih marah.


"Ya aku gak tahu, lagian kemarin kita nikah juga sudah tidak ada dalam daftar undangan. Sumpah, kami sudah tidak berhubungan lagi. Ini pasti dia sengaja mau rusak hubungan kita," ucap Arman menerka-nerka.


"Untuk apa? Apa faedahnya? Apa untungnya dia kirim ini?"


Arman menelan ludah, kemudian berkata jujur.


"Jangan marah, tapi kamu harus tahu. Agar kamu percaya apa yang aku katakan sendiri. Saat kita akan nikah, kami bertemu."


Lia langsung cemberut.


"Ngapain juga ketemu? Tu kan, Mas memang masih ada rasa sama dia."


Lia yang sebel, dia pun sarapan dengan kesal. Sampai hampir tersedak, untung Arman memberikan minum padanya.


"Pelan-pelan, kalau makan jangan marah-marah."


Bibir Lia semakin mengerucut. Tanda kalau dia benar-benar ngambek. Habis minum dia kembali memberikan tatapan tidak bersahabat.


"Aku itu kalau sudah berkomitmen, gak usah kamu ragukan, Lia. Mau cari apa sih? Dapetin kamu kemarin biar bilang ya nikah sama aku saja udah susah, ngapain aku main-main. Namanya hidup, pasti punya masa lalu."


"Iya, tapi apa maksudnya dia kirim kemeja lama Mas ke rumah ini? Dia tahu kan Mas sekarang sudah nikah?" protes Lia.


Arman langsung memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Ya kan, suamimu ganteng Lia. Mungkin dia gagal move on," celetuk Arman.


Hidung Lia langsung kembang kempis, dia yang tadinya sangat geram, bibirnya terpaksa menahan senyum akibat mendengar pembelaan suaminya itu.


"Sudah, jangan marah lagi. Pegang kata-kataku. Kalau aneh-aneh, sunat habis saja!" ucap Arman sambil memperhatikan ekpresi sang istri. Sengaja dia melawak, biar istrinya itu tidak merajuk lagi. Kalau Lia lama-lama marah, nanti Arman tidak bisa main ular tangga lagi. Gak lucu kan, pengantin baru masa puasa?


"Sunat aja sekalian!" balas Lia dengan muka jutek.


"Yakin?"


Lia melirik jengkel.


"Beneran?" tanya Arman kemudian mendekati Lia. Dia peluk istrinya yang merajuk karena cemburu tersebut. Entah mengapa, melihat Lia cemburu, Arman justru senang sekali. Artinya, perasaan mereka berdua semakin dalam. Meskipun menikah karena sebuah perjodohan.


"Gak usah peluk-peluk!" Lia menepis lengan Arman.


Semakin Lia meronta, Arman justru semakin usil.


Cup cup cup


"Ini tukang ngambek, ini ... ini ... dan ini!" ucap Arman sambil mengecup seluruh wajah Lia.


Lia pun langsung mendorong kuat, tapi bagaimana pun juga, dia tetap perempuan. Pasti kalah sama pria.


"Lepasin!" desis Lia lagi.


"Masih ada waktu, telat sedikit sepertinya gak apa-apa," bisik Arman penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2