Putra Kerajaan Tersembunyi

Putra Kerajaan Tersembunyi
Harimau Hijau


__ADS_3

Suara perpaduan pedang dan ringisan para pengawal, ini menghiasi wilayah kerajaan Lembuh. Perencanaan yang berjalan lancar dari penyerangan sepihak.


Setiap pengawal Kerajaan Lembuh ini terus berjuang mempertahankan kerajaan dan tanah airnya.


Tanpa adanya pemberitahuan mengenai perang ini, mereka tidak memiliki taktik peperangan. Yang mereka lakukan adalah bertahan. Terlebih lagi, Raja Perto sedang bertapa, dia tidak mengetahui ini.


Hanya pihak mentri-mentri dan adipati yang memimpin peperangan ini.


"Adipati, pihak lawan melakukan penyerangan secara melingkar. Mereka semua mengepung Kerajaan Lembuh," satu mentri yang melapor.


Di tengah perang ini, mereka sempat membicarakan hal ini namun dalam keadaan waspada.


"Tetaplah di sini. Aku akan berjalan ke Timur."


Dengan menaungi peperangan, adipati kerajaan Lembuh berjalan dengan lihai untuk menuju pihak di sebelah timur.


Sementara di sebelah timur ada Lego dan Somi yang melakukan perlawanan terhadap musuh. Hanya mereka berdua karena para prajurit Lembuh telah tergeletak kalah. Tidak semuanya, hanya sebagian.


Mereka berdua menyaksikan kalahnya prajurit Lembuh. Bukan lemah, karena peperangan ini tidak adanya pertanda, hanya sepihak. Jadi anggota kerajaan ini kurang dalam bela diri.


Setelah lama melakukan perlawanan, mereka dikepung beberapa musuh. Ini merupakan titik puncak perkelahian ini. Sangat sulit jika dua orang melawan banyak. Mereka berada di tengah-tengah musuh, saling membelakangi.


"Berhati-hatilah, Nona. Mereka sangat lihai dan terlatih, tidak mungkin bisa terselesaikan cepat jika tanpa sihir," ucap Lego.


"Aku tahu. Keluarkan sihirmu agar ini cepat. Aku ingin melindungi yang lain."


"Aku tidak memiliki sihir, Nona."


Lego punya. Hanya saja ia berbohong karena Wilyusa belum memberikan izin untuk mengeluarkan sihirnya.


Sebelumnya Lego mengeluarkan sihir?


Ya. Itu di luar kendalinya, entah apa yang mendorong sihir itu muncul tanpa kendali Lego. Tapi selama berlatih dengan Wilyusa dengan waktu satu minggu, Lego bisa mengendalikannya bukan?


"Sebelumnya kau menggunakan sihir, bukan? Jangan rendah diri, Lego. Cepat keluarkan sihirmu," ucap Somi mendesak Lego.


Lego terdiam sejenak. Ia bingung antara harus mengeluarkan sihir ini, atau mematuhi desakan Somi.


"Guru mengatakan----tapi ini situasi genting," batin Lego.

__ADS_1


"Baiklah."


Sontak Lego mencoba mengeluarkan sihirnya dengan mengayunkan tangannya mengarah ke musuh. Namun nihil, tidak ada sihir yang keluar dari tubuhnya. Sekali lagi ia mencoba, sama seperti awal. Hasilnya tidak ada.


"Kenapa tidak bisa?" batinnya sembari menatap kedua tangan kosongnya.


"Cepat Lego," ucao Somi.


"Tidak bisa. Aku tidak mengeluarkannya,"


Mendengar itu. Somi menggeram kesal, tanpa pikir panjang lagi, ia maju melawan para musuh yang mengepung. Karena Somi bertindak, Lego pun ikut bertindak dalam menyerang musuh.


Mereka berhasil melumpuhkan musuh meski dalam waktu yang lama. Baru sejenak mereka menghela nafas, tiba-tiba seseorang datang. Bukan berlari, melainkan terbang di atas tanaman pendek. Entah siapa dan dari mana, dari ciri-cirinya, dia adalah pria. Karena bertopeng, jadi Somi sulit mengenali.


Tanpa berkata, pria bertopeng itu langsung menyerang Somi. Akhirnya Somi harus terkena pukulan dibagian bahunya. Ia termundur saking kuatnya pukulan itu. Beruntung Lego berjarak di belakang, Somi bisa Lego tahan.


"Kau tidak apa-apa, Nona?" tanya Lego.


"Tidak," jawab Somi setelah memalingkan tatapannya dan membenarkan posisinya uang semula Lego rangkul.


"Akh," ringis Somi. Tangannya masih memegang bahu yang sakit karena pukulan.


Bukan sembarangan, pria bertopeng ini memiliki sihir. Tubuh Somi tidak bisa lolos dari sihirnya. Somi kembali mundur sejenak, ia menahan sakit dari sihir pria bertopeng itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lego yang seolah peduli dengan kondisi Somi.


"Pria ini memiliki sihir yang tinggi. Ini pasti serangan kerajaan, dia bukan orang sembarangan. Kemungkinan dia orang penting di kerajaan musuh," ucap Somi.


Tatapan intens dan serius tidak pernah pudar. Seserius itu Somi menyerang?


"Aku akan mencoba melawannya," ucap Lego.


Lalu langkahnya berlari menuju pria bertopeng itu. Ia menyerang tanpa sihir, dan berhasil menghindari sihir yang diberikan kepadanya.


Dengan satu pukulan terakhir di kepala pria bertopeng itu, ia berhasil melumpuhkannya. Pria itu mundur dengan kekalahannya. Namun hanya sejenak, dia kembali menyerang Lego.


Lagi, Lego bisa mengalahkan pria itu meskioun tanpa sihir.


Sudah dikatakan bahwa Lego adalah pendekar hebat, tapi kelemahan itu pasti ada. Entah di mana letaknya.

__ADS_1


"Sial. Siapa pemuda ini? Kenapa dia sangat lihai dan sakti meskipun tanpa sihir," batin pria itu.


"Aku harus secepatnya membawa Putri Somi," batinnya lagi.


Apa motifnya? Kenapa menginginkan Somi?


Gerakan mata pria itu was-was. Sesekali ia melihat Somi yang menjadi targetnya. Dengan satu sihir, dia bergerak cepat di sekitar Somi. Dia mengunci kedua tangan Somi ke belakang. Dengan cepat lagi, ia berlari membawa Somi.


Lego membelalakkan matanya melihat Somi dibawa pria itu. Sontak ia mengikuti pria itu. Lari cepat tanpa sihir, namun tidak membuatnya lelah.


Somi memberontak, namun sulit. Pria itu tidak membiarkan Somi bergerak leluasa. Entah kemana ia akan dibawa.


"Lego," teriakan yang membuat Lego bekerja keras lagi agar bisa menyelamatkan Somi.


Tidak. Lego kehilangan jejak. Entah ke mana lagi pria itu pergi membawa Somi.


Lego terdiam di tengah-tengah hutan yang asing untuknya. Ia geram serta emosi. Di saat genting seperti ini, ia tidak bisa mengeluarkan sihirnya. Akibatnya Somi tidak bisa ia selamatkan.


"Ke mana dia membawa Somi?" gumamnya dengan nafas yang terengah-engah.


Saat ini yang Lego inginkan adalah bantuan. Dia menginginkan kekuatan untuk mencari Somi. Ia gusar dan gelisah, tidak bisa melakukan apa pun selain terdiam dan berpikir.


Segelisah apa Lego pada Somi?


"Sihirku," gumamnya.


Dan ya, terlintas ucapan Wilyusa, bahwa kekuatannya berada pada suasana hatinya. Lego bisa mengeluarkan kekuatannya ketika suasana hatinya hadir.


"Gerrr,"


Ia terkejut ketika suara auman harimau terdengar di telinganya. Terlihat harimau datang menghampirinya, bukan harimau biasa. Terlihat bahwa tubuhnya memiliki garis kebiru-biruan. Harimau malta sebagi subspesies dari China Selatan.


Terkejut lagi ketika Lego melihat bahwa harimau di hadapannya berubah wujud menjadi manusia.


Pria paruh baya, tubuh bongkok dengan tongkat di tangannya. Jenggot putih, rambut putih dan alis putih itu menggambarkan bahwa dia sudah sangat tua. Dalam satu detik, dia berhadapan dengan Lego.


Lego terdiam dengan mata yang membulat. "Kau siapa?" tanya Lego.


Dia tersenyum lebar meskipun terhalangi kumis dan jenggot putih itu. Ini seolah-olah pertemuan yang tidak disangka-sangka. Tapi yang Lego rasakan adalah asing.

__ADS_1


"Paduka Raja Legojanha. Salam untukmu,"


__ADS_2