Putra Kerajaan Tersembunyi

Putra Kerajaan Tersembunyi
Awal Dari Pembalasan


__ADS_3

Hari ke-5


Setelah kejadian aneh di usia duapuluh tahun Lego, semuanya kembali normal. Dalam lima hari ini tidak ada kejadian aneh lagi yang menimpa Lego. Hanya saja pertanyaan Lego masih menjadi teka-teki.


Desas-desus tidak kembalinya duapuluh pemuda yang berusia duapuluh tahun itu bersih. Tidak ada kata yang keluar dari mulut rakyat. Itu karena sebelumnya pihak kerajaan mengumumkan bahwa pemuda yang dibawa akan diberi pekerjaan di sana. Padahal bohong.


Siang ini menjadi aktivitas biasa untuk Lego, berdagang di wilayah pusat pedesaan. Seperti biasanya ia akan menjual senjata kecil-kecilan untuk warga. Seperti pisau, pedang kecil, tombak dan lain-lainnya. Lego tidak menjual alat yang lebih berbahaya, itu karena aturan dari kerajaan. Tentu ada dampak dibalik aturan tersebut.


Teriakan-teriakan penawaran pedagang terus terngiang-ngiang. Ketertarikan pembeli pun tidak sedikit, pada umumnya sistem penjualan di pasar sangat mudah namun berisik.


"Senior Lego."


Selina yang lucu dan lemah lembut. dia menampakkan dirinya setelah beberapa hari tidak bertemu. Setelah Lego mengasihani Selina, Selina direkomendasikan Lego untuk tinggal di antara masyarakat kerajaan ini. Mungkin hanya satu ruangan yang bisa Lego bangun dengan bahan kayu dan bambu. Tetapi itu tidak membuat Selina tidak menyukainya. Melainkan Selina sangat bersyukur karena Lego membantunya.


"Selina, kau di sini?" ujar Lego tanpa mengeluarkan ekpresi berlebihan.


"Iya." Selina menghampiri Lego, Hingga sampai dirinya di hadapan Lego. Selina tersenyum kecil, mengartikan bahwa perasaannya baik.


"Sedang apa di sini?" tanya Lego.


"Cari pekerjaan. Aku ingin kembali ke desaku, maka dari itu aku harus bisa mengumpulkan uang untuk kembali."


"Kamu mau pekerjaan seperti apa?"


"Pekerjaan apa saja yang terpenting aku bisa mendapatkan uang."


"Kalau begitu kamu mau tidak membantuku?"


"Tentu mau," jawab Selina dengan kegirangan.


Swoor, brak, bugh.


Terdengar suara kerusuhan di pasar kanan, Lego dan Selina kaget sejenak. Mereka mengalihkan tatapannya pada suara ricuh itu.


"Perampok, perampok," teriak salah satu pedagang.


"Perampok?" gumam Selina.


Terlihat perampok berlari menghindari kejaran warga. Lego tidak bisa tinggal diam, ia seolah-olah bertanggung jawab mengenai bantuan warga.


Lego berlari mengikuti semua warga yang mengejarnya. Perampok itu sangat cepat, hingga semua warga pasrah dengan kejarannya, kecuali Lego.


Lego terus berlari mengejar sang perampok sampai ke hutan.


"Sial. Siapa dia? Kenapa dia terus mengejarku?" batin perampok itu.


Bukan orang biasa, kemampuan kecepatan lari perampok itu seperti orang berilmu tinggi. Topeng yang menghalangi wajahnya kecuali mata, dan tubuh berbalut baju hitam dengan harta benda yang ia pikul di punggungnya.


"Hei berhenti," teriak Lego.

__ADS_1


Bukan lari lagi, perampok itu terbang di ketinggian sekitar satu meter dengan kaki yang melangkah. Lego terhenti sejenak. Sangat sulit menangkap perampok tanpa sihir.


"Heiiyah."


Perampok itu terhenti, ketika seorang perempuan menghadangnya.


"Perampok tidak tahu malu," ucap perempuan yang menghadang perampok itu.


Lego menghentikan langkahnya ketika wanita yang tidak asing menghalangi jalan perampok itu. Katakan saja Somi, dia merupakan putri kerajaan. Namun dia tidak tinggal di istana karena perjodohan yang tidak diinginkannya.


Sekitar empat bulan Somi berada di luar istana tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya. Dengan hanya berbekal anak panah yang selalu ia gendong, Somi sanggup bertahan di hutan ini.


Tidak heran perjodohan itu ada, itu karena sang pangeran tertarik dengan kecantikan Somi. Hidung bangir dan mata kucing, bibir yang tipis tebal layaknya wajah yang ideal. Perawakan yang kecil namun cantik bak model di masa depan.


Sikap yang tegas dan dewasa membuatnya keras kepala. Hidup dengan memiliki prinsip keinginannya sendiri, beserta keputusan yang akurat ada pada dirinya sendiri.


"Minggirlah wanita!" ucap perampok.


"Kembalikan harta warga masyarakat itu," ucap tegas wanita.


Tanpa berkata lagi, perampok itu memberikan serangan agar bisa melarikan diri. Lego terdiam dari kejauhan, melihat perkelahian mereka.


Bunyi pukulan dan mulut yang bebicara itu terdengar jelas oleh Lego. Ia segera menghampiri mereka berdua.


"Akh,"


Tangan Lego menahan tubuh wanita itu yang termundur akibat pukulan keras dari perampok itu. Ringisan karena rasa sakit yang dialaminya terdengar menderita.


"Kau baik-baik saja, Nona?" tanya Lego dalam menahan tubuh wanita itu.


Dengan cepat wanita itu melepaskan diri dari Lego. Sikap angkuh yang sama seperti waktu pertama kali mereka bertemu.


"Perampok itu kabur," teriak Somi sembari menunjuk perampok yang kabur.


Lego membelalakkan matanya, tanpa berkata, ia lari mengejar perampok lagi. Somi mengikuti dari belakang, pemikiran yang sama seperti Lego. Somi ingin perampok itu tertangkap karena apa yang dilakukannya termasuk kejahatan.


Swooshh


Sihir Lego tumpah, tangan yang mengarah pada perampok itu mengeluarkan tali. Sehingga perampok itu terikat oleh sihir Lego.


Sihir ini sengaja karena keadaan terdesak. Jika bukan harta warga yang dirampok, Lego tidak akan melakukan hal ini. Kenyataannya Lego peduli dengan rakyat Kerajaan Mettadik. Bukan berarti Lego sudah mengetahui bahwa dirinya akan menjadi raja. Melainkan sebagai kepedulian terhadap sesama. Apalagi calon rakyatnya.


"Sial. Ini sihir," batin perampok.


Lego menarik talinya, perampok itu mendekat. Somi merebut harta yang dipikul perampok itu. Baru saja Somi akan membuka topeng perampok, pukulan keras itu menimpa perut Somi.


"Akh," ringisnya.


Lego menahan Somi lagi, "Nona," ucap Lego.

__ADS_1


Tangan dengan posisi sama seperti tadi, kali ini Somi tidak sadarkan diri. Lego harus berjongkok untuk membaringkan Somi, ia pingsan dalam pangkuan Lego.


Akhirnya perampok itu lolos dari tangan Lego. Perampok itu mengalihkan perhatian Lego dengan cara melukai Somi.


"Nona, bangunlah!" ujar Lego sembari menepuk pelan pipi Somi.


"Aku harus mengobati wanita ini. Sepertinya pukulan keras itu melukai organ tubuhnya," gumam Lego.


Belum sempat Lego membawa Somi, alam semesta kembali berubah, siang yang berganti dengan malam lagi. Lego menatap langit yang berubah menjadi gelap, kejadian ini sudah ia rasakan sebelum ia berusia duapuluh tahun pas. Perbedaannya tidak ada badai kali ini, hanya kegelapan yang menimpa Lego dan Somi yang pingsan.


Banyak asap tepat di hadapannya, Lego terus menatap asap seperti awan ini. Lagi, ia harus waspada dengan keadaan dan situasinya.


Muncullah sosok pria paruh baya yang datang di malam saat ia berusia duapuluh tahun pas.


"Kau lagi?" ucap Lego masih dengan posisi berjongkok menahan Somi yang tidak sadarkan diri.


Pria paruh baya yang memakai mahkota di kepalanya, tidak seperti malam itu. Mahkota dengan bentuk bulan sabit, seperti tato kecil di punggung leher Lego.


"Jagalah dia Legojanha. Dia Putri Kerajaan Meheduse, kerajaan dengan pimpinan paling setia kepada Janhijanha."


"Cukup," ujar Lego sembari berdiri untuk berhadapan dengan pria paruh baya ini.


Somi diletakkan sejenak.


"Sebelum itu jawab pertanyaanku, sebenarnya siapa kau? Dan kenapa kau mengatakan bahwa aku putra kerajaan?" Raut wajah ini serius, Lego tidak ingin menahan semua pertanyaan lagi.


"Kau adalah cicitku, keturunan ke tujuh putra dari Janhijanha. Rindosaka adalah penghianat kerajaan."


"Duapuluh tahun yang lalu---"


SKIP


Setelah mendengarkan penjelasan sesungguhnya dari pria paruh baya ini yang tak lain adalah Dewa Srodihejo. Dewa paling tinggi di antara dewa yang lain.


Raut wajah emosi penuh dendam ini Lego tampakkan. Pernyataan yang sebenarnya dari Srodihejo mendorong emosinya yang semakin keluar. Tangan yang mengepal kuat seakan jiwanya dipenuhi dendam yang kuat. Mata melotot dan rahang mengeras menjadi bukti bahwa Lego sedang menahan dendamnya.


"Pembalasan untuk kedua orang tuamu harus dimulai. Semuanya bergantung padamu, Nak. Setiap anak Kerajaan Mettadik memerlukanmu, Lego. Raja bawah air, raja di atas langit, raja di bawah tanah. Semuanya bergantung pada dirimu, kau satu-satunya harapan semua raja di anak kerajaan Mettadik."


"Bukankah kau dewa dari segala dewa, kenapa kau memberikan tanggung jawab ini padaku. Kau bisa merebut kerajaan itu dengan mudah?"


"Rindosaka mencuri sistem kelemahan setiap dewa. Ini menyebabkan semua dewa terpaksa memberikan anugerah kepada Rindosaka. Kecuali diriku, aku menyembunyikam diriku agar Rindosaka tidak menemukanku dan memaksaku untuk menganugerahinya."


"Setiap dewa memiliki kelemahan tersembunyi, Rindosaka memiliki beberapa sistem itu. Tidak termasuk denganku."


"Legojanha, kau tidak akan mengerti mengenai hal ini. Suatu saat kau akan tahu bagaimana liciknya Rindosaka."


"Yang harus kau lakukan adalah merebut kembali kekuasaan yang seharusnya menjadi milikmu."


Berapa lama mereka berbincang, sekitar satu jam mereka belun selesai berbincang dengan posisi yang sama dari awal mereka berbicara.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik dengan tahta. Tapi--aku akan mmbalaskan dendam ayah dan ibuku."


__ADS_2