Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 8


__ADS_3

Semua anak - anak yang telah duduk sedang bersiap akan keberangkatan keretanya tersebut. Satria pergi mencari posisi yang paling bagus untuk menyaksikan putrinya itu.


Setelah mendapatkannya, terlihat Diana memberikan sebuah salam jempol dengan senyum lebar kepada Satria. Satria yang mengerti maksudnya juga ingin membalasnya. Namun karena tak ingin kalah dengan putrinya itu, Satria memberikan dua salam jempol kepada Diana. Diana yang mendapatkan dua jempol dari Satria semakin terlihat senang. Pengunjung maupun pegawai yang melihat tersenyum - senyum sendiri karena kelakuan lucu mereka berdua.


Satria tak menyangka apa yang sudah di bisikan oleh putrinya, jika putrinya terlebih dahulu meminta ingin membantu anak laki - laki itu untuk kembali menaiki wahana permainan tersebut. Padahal sejak awal Satria sendiri sudah akan membantu anak laki - laki itu. Hal itu membuat Satria tak sanggup menahan wajah senang.


Tak lama kemudian, kereta pun di berangkatkan. Dengan kecepatan yang relatif pelan, para orang tua tak perlu khawatir mengenai ketakutan maupun keselamatan pada anak mereka. Walaupun ketakutan tersebut tergantung dari anak - anak itu sendiri.


"Permisi." Tiba - tiba terdengar suara seorang wanita yang datang menghampiri Satria. Satria pun menoleh ke arahnya. Tak terduga, ibu dari anak laki - laki tadi yang sempat Satria sudah tinggalkan di sisi lain kembali datang ke hadapannya.

__ADS_1


"Iya. Ada perlu apa ?" Satria pun mencoba mengobrol kembali dengannya. Saat di perhatikan dengan seksama, wanita itu terlihat sangat muda.


"Apakah kita bisa mengobrol bersama setelah ini ? Ah, sebelum itu perkenalkan nama saya Anggita Sari."


"Nama saya, Satria Putra Dinata."


"Saya sudah tahu. Tadi saya sempat membuka media sosial dan tak sengaja melihat wajah orang yang telah menolong saya sama dengan yang ada di pemberitaan media yang saya lihat. Jadi bagaimana ? Saya ingin mengenal anda lebih dekat." Seketika wajah wanita yang sempat tulus berterimakasih berubah menjadi agresif pada Satria. Pengunjung di sekitar yang mendengar cukup terkejut dan membuat mereka kesal atas ajakannya tersebut.


"Yang di katakan tuan ini benar, nona. Apalagi tanpa sepengetahuan suami anda. Bisa saja terjadi omongan - omongan yang tidak baik saat seseorang yang anda kenal melihat." Seorang ibu yang berusia 40-an tahun memotong pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


"Mama !" Lalu anak laki - laki yang bernama Yoga datang dan memeluk ibunya.


Terlihat wahana sudah berhenti dan anak - anak lain sedang di turunkan. Diana pun beranjak menuju ke tempat Satria.


"Saya minta maaf. Terimakasih sudah memberitahu saya. Kalau begitu saya permisi untuk pamit pergi." Ibu dan anak laki - laki itu pun beranjak meninggalkan wahana permainan. Anak laki - laki itu melambai kepada Satria. Satria pun ikut melambai membalasnya.


"Sepertinya wanita itu menikah muda tanpa kesiapan. Kemungkinan masa mudanya masih tertinggal, makanya dia berani mengatakan hal seperti itu. Terkadang anak - anak jaman sekarang sangat suka menikah di usia yang sangat muda, entah itu karena permintaan orang tua, keterpaksaan ataupun faktor lainnya. Sepertinya anda juga terlihat sangat muda, tapi anda benar - benar sangat bijak menanggapi hal seperti ini, tuan." Ibu yang berusia 40-an tahun itu kembali menjelaskan.


"Bukan apa - apa, nyonya." Satria membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


"Papa ! Sekarang kita mau kemana lagi ?" Diana yang sudah datang menghampiri tak sabar ingin pergi ke wahana permainan selanjutnya.


__ADS_2