
(2 Tahun Yang Lalu)
"Bisakah dokumennya untuk segera di urus secepatnya?" Satria Putra Dinata menghadap ke para Pengasuh.
"Tentu saja, Tuan. Mari kita masuk ke dalam terlebih dahulu." Para Pengasuh itu masuk dan segera mengurus dokumen-dokumen yang di perlukan. Satria Putra Dinata pun ikut masuk bersama mereka sambil menggendong Diana.
Tuuut-! Tuuut-! Tuuut-!
"Halo. Ada satu hal lagi yang saya minta. Tolong buatkan saya surat permohonan adopsi anak." Satria Putra Dinata menelepon Sekretaris kepercayaannya, Rio.
"Siapa yang akan mengadopsi, Tuan Muda?" Sekretaris Rio tampak kebingungan di dalam telepon.
"Tentu saja, saya. Apakah anda dapat mengurusnya?" tanya Satria Putra Dinata.
"Untuk syarat-syarat yang akan di perlukan, sejujurnya ada beberapa hal yang anda belum dapat memenuhinya, Tuan Muda. Tapi sepertinya keputusan anda tidak akan berubah. Baiklah, saya akan mengurus semuanya. Saya akan menjamin dalam waktu dekat semuanya akan selesai di urus. Jadi anda tidak perlu khawatir, Tuan Muda." Dengan nada suara penuh percaya diri, Sekretaris Rio menjelaskannya di dalam telepon. Seperti itulah tangan kanan Satria Putra Dinata saat melakukan tugasnya.
"Anda benar-benar sudah mengenal saya. Saya percayakan semuanya pada anda. Maaf sudah merepotkan anda dan juga terimakasih. Untuk alamatnya sama seperti yang sudah saya kirim sebelumnya."
__ADS_1
"Tuan Muda tidak perlu meminta maaf. Jika Tuan Muda merasa senang, saya juga ikut turut senang."
Panggilan telepon pun di akhiri. Satria Putra Dinata kembali memulai panggilan lainnya. Kali ini panggilannya di tujukan kepada ibunya. Dia berharap ibunya akan menyetujuinya. Jika tidak pun, dia akan mencoba terus membujuknya. Panggilan yang sedang di tuju pun sudah tersambung.
"Halo, Bu. Ada yang ingin Satria bicarakan. Mungkin ini akan mengejutkan Ibu. Jadi Satria harap Ibu mau mendengarkannya sampai akhir."
"Baiklah, Nak. Di sebelah Ibu juga sedang ada Ayahmu. Jadi kamu ingin membicarakan tentang hal apa?" Suara Ibunya cukup tenang untuk mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Satria Putra Dinata.
"Satria hari ini sedang mengunjungi sebuah Panti Asuhan. Di sini terdapat seorang anak kecil perempuan yang masih berusia 4 tahun. Dia sangat suka menyendiri dan tidak menyukai orang asing. Tapi dia beberapa kali memanggil Satria dengan sebutan papa. Para Pengasuh terheran akan hal itu. Saat itu juga Satria merasakan sesuatu yang berbeda. Dan itu sangat menghangatkan. Jadi Satria ingin mengadopsinya sebagai putri. Satria ingin mengetahui persetujuan Ibu dan Ayah. Bagaimana?" Jantung Satria Putra Dinata mulai berdegup kencang menanti jawaban dari kedua orang tuanya tersebut. Sejenak suasana pun menjadi hening.
"Apakah itu anak kecil yang kamu sebutkan, Nak?" Ibunya yang tadi terdiam mulai penasaran.
"Iya, Bu. Dia benar-benar sangat manis." Satria Putra Dinata menempelkan wajahnya pada Diana dengan lembut. Satria Putra Dinata di buat tersenyum oleh Diana.
"Sepertinya kamu sedang terlihat sangat senang bersamanya di sana. Baiklah, Ibu dan Ayahmu menyetujuinya. Tapi dengan satu syarat, kamu harus mendidiknya dengan baik dan penuh kasih sayang."
"Baiklah, Bu. Terimakasih sudah mau menyetujuinya. Satria sayang kalian semua." Dengan perasaan senang Satria Putra Dinata tak mampu menahan raut wajahnya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, apakah kamu mengetahui cara merawat seorang anak?"
"Ah, soal itu, Satria belum tahu." Seketika raut wajah gembira Satria Putra Dinata berubah menjadi cemas.
"Kalau begitu, untuk sementara waktu Ibu akan tinggal bersama kalian. Ibu akan membantumu merawatnya dan memberitahukan apa yang harus dilakukan." jelas Ibu Satria Putra Dinata.
"Terimakasih, Bu. Satria sangat terbantu." Perasaan lega pada diri Satria Putra Dinata melepas kecemasannya.
"Bagaimana dengan dokumen-dokumennya?"
"Tenang saja, Bu. Semuanya akan di urus oleh Rio."
"Begitu, ya. Kalau Rio yang mengurus, maka semuanya akan selesai dengan cepat. Ngomong-ngomong, siapa nama yang akan menjadi cucu Ibu itu?" Ibu Satria Putra Dinata mulai tidak sabar ingin bertemu dengan anak perempuan yang akan menjadi cucunya itu.
"Diana. Namanya sekarang akan menjadi Diana Putri Dinata." Tanpa pikir panjang Satria Putra Dinata sudah menyiapkan nama lengkap untuk putrinya itu dengan bangga.
"Diana, ya. Nama yang indah."
__ADS_1