Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 27


__ADS_3

( 3 Hari Kemudian )


"Andini ! Apakah kamu sudah siap ?" saut Putri dari depan pintu kamar yang sedang menunggu Andini.


"Sudah, kak." Perlahan pintu terbuka dan Andini keluar dari dalam kamar.


"Wah, lihatlah gaun yang kamu kenakan ! Begitu anggun dan sangat cocok. Kamu seperti seorang putri dari negeri dongeng." Putri tanpa berpikir panjang pun memeluk Andini.


"Sudah dong, kak. Sebentar lagi acara penutupannya akan segera dimulai. Kita harus bergegas ke gedung."


"Yang membuat kita terburu - buru saat ini adalah kamu. Kamu lama sekali saat berdandan."


"Mau bagaimana mana lagi, kak. Gaun ini terlalu mencolok. Lagipula untuk apa kita harus mengenakan gaun seperti ini ?" Andini terlihat malu - malu terhadap dirinya sendiri.


"Sifat malu - malu mu disaat seperti ini sangat lucu, Andini. Bukankah tadi pagi sudah diberitahukan ? Setelah melakukan acara serah terima, akan ada pesta. Kita sebagai wanita harus mengenakan pakaian yang terbaik karena di acara itu banyak orang - orang penting akan hadir. Itu menyangkut karir pekerjaan ini kedepannya. Terutama seseorang yang sangat tampan akan hadir." Putri begitu sangat antusias dalam pesta yang akan mereka nikmati nantinya.

__ADS_1


"Sudah ku duga. Kak Putri hanya ingin menggoda para pria di dalam pesta."


"Perkataanmu menusuk sekali, Andini. Aku tak senakal itu, dasar. Jadi bagaimana penampilanku dengan gaun ini juga ?" Putri merasa sangat percaya diri.


"Iya, kak. Sangat cantik. Kak Putri bisa memikat semua pria yang akan berada di pesta itu, kok."


"Apa - apaan wajah datar itu. Kakakmu ini jadi sedih. Tapi sepertinya, kamulah yang akan memikat semua pria yang berada di dalam pesta itu. Penampilanmu malam ini sangat mengagumkan, dasar rubah kecil."


"Eh, yang benar, kak ? Aku tidak mau menjadi pusat perhatian ! Tunggu sebentar, kak. Aku mau kembali ke dalam kamar dan menggantinya." Andini berbalik dan segera menuju kembali ke kamar. Namun, dengan cepat Putri menahan dirinya.


"Kak, jangan ! Tidak ! Tolong !" Andini berusaha meronta - ronta untuk meloloskan diri. Namun, ia tak cukup kuat melawan Putri.


"Jangan bergerak seperti itu. Aku jadi seperti penjahat yang sedang menculikmu."


"Bukankah memang seperti itu keadaannya sekarang ?!"

__ADS_1


Keduanya pun menuju ke gedung. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.20 malam. Sedangkan acara akan dimulai tepat pada pukul 19.30 malam. Di sepanjang jalan menuju gedung sudah banyak peserta yang mengenakan pakaian terbaiknya untuk acara tersebut.


Terlihat pada sisi tempat parkiran, kendaraan mewah berjajar dengan rapi. Orang - orang penting berjalan menuju ke gedung. Mereka semua adalah orang - orang yang akan merekrut para peserta yang telah berhasil. Walaupun sebenarnya, para peserta sudah direkomendasikan oleh pihak panitia. Namun orang - orang penting tersebut dapat pula memilihnya secara langsung dan para peserta dapat mengganti rekomendasi yang sudah ditentukan.


Di sebuah mobil yang baru saja terparkir, Satria keluar dari dalam mobil tersebut.


"Selamat datang, tuan muda !" sambut Pak Eko.


"Anda tak perlu repot - repot menyambut saya sampai ke sini, Pak Eko."


"Saya hanya khawatir anda akan tersesat nantinya, tuan muda."


"Baiklah. Jawaban anda selalu saja membuat saya senang, Pak Eko."


"Mari ikuti saya, tuan muda !" Pak Eko pun menemani Satria menuju ke dalam gedung. Waktu terus berjalan dan acara akan segera dimulai.

__ADS_1


__ADS_2