
"Apakah ini benar ?" tanya Putri. Keduanya terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Michael.
"Iya, tentu saja. Penawaran ini hanya untuk kalian berdua." ungkap Michael.
"Kenapa anda memilih kami, tuan ?" sambung Andini.
"Mengenai hal itu, kedatangan kalian mampu menarik perhatian orang - orang disekitar. Itu adalah hal terpenting saat menjadi seorang peragawati. Saya tertarik dengan aura yang kalian miliki, terutama Nona Andini. Jadi, saya sangat ingin mempekerjakan kalian berdua. Bagaimana ?"
"Tunggu sebentar, tuan ! Biarkan kami memikirkannya !" ujar Andini.
"Baiklah." jawab Michael.
"Bagaimana ini, Kak Putri ?" Andini berbisik kepada Putri.
"Aku juga bingung, Andini. Tidak ku sangka akan ada orang yang langsung tertarik pada kita. Dari perkataannya yang barusan, sepertinya dia hanya tertarik padamu, Andini."
"Kenapa kakak berkata seperti itu ?"
"Aneh saja. Aku merasa seperti itu. Dia mengajakku juga mungkin dikarenakan kita saling dekat."
__ADS_1
"Jadi, bagaimana dengan keputusan kalian ?" Michael memotong pembicaraan Putri dan juga Andini. Putri dan Andini menjadi gelisah saat Michael menekan keduanya dengan senyuman.
"Tunggu sebentar !" Tiba - tiba dari arah lain datang seorang pria gemuk. Seketika ketiganya mengalihkan pandangannya kepada pria gemuk itu.
"Maaf telah menyela pembicaraan kalian. Perkenalkan, nama saya Hendra Jaka Prasetyo. Saya adalah seorang fotografer. Ini kartu nama saya !" Ia memberikan kartu nama tersebut pada Putri. Putri menerima dan melihatnya.
"Apakah anda orang yang selalu mengambil foto Tuan Satria untuk majalah dan lainnya di wilayah ini ?" Dengan cepat Putri memberikan respon setelah melihat kartu namanya.
"Itu benar. Sepertinya saya tak perlu memperkenalkan diri lebih jauh lagi." ungkapnya. Lagi - lagi Andini tak mengenal pria yang datang kepadanya tersebut. Ia hanya menyaksikan Putri yang sedang kagum pada pria gemuk itu.
"Ehem ! Mari kita lanjutkan pembicaraan tadi ! Bagaimana jawaban kalian berdua ? Apakah kalian menyetujuinya ?" potong Michael.
"Bagaimana ini, kak ?" Andini mulai merasa takut. Putri pun sejenak terdiam.
"Wah, lihatlah kedua wanita itu ! Mereka sudah diperebutkan oleh orang - orang ternama." bisik salah seorang yang melihatnya.
"Aku sedikit merasa iri pada mereka berdua." bisik orang lainnya.
"Hey, bersyukurlah !" bisik orang lainnya lagi.
__ADS_1
Sesaat, Putri melihat Satria yang sedang berjalan berada tak jauh dari mereka berempat. Ia pun seketika mendapatkan sebuah ide supaya masalah ini dapat segera terselesaikan.
"Uhum !" Putri mengeluarkan suara batuk yang cukup keras. Michael dan Hendra sontak terkejut, termasuk Andini.
"Kami berdua sudah memutuskannya." ujar Putri. Andini pun bingung mendengarnya.
"Kak ?"
"Diamlah sebentar ! Kamu ikuti saja aku, mengerti ?" bisik Putri pada Andini. Andini pun menganggukkan kepalanya.
"Benarkah ? Kalau begitu siapa yang akan kalian pilih diantara kami ?" tanya Hendra.
"Tentu saja, saya." Michael merasa percaya diri.
"Kami mohon maaf yang sebesar - besarnya. Kami sangat berterimakasih atas penawaran yang kalian berikan. Tetapi kami berdua tidak memilih diantara anda sekalian." Putri pun sedikit menunduk dan diikuti oleh Andini.
"Tapi kenapa ?" tanya Michael dengan kebingungan.
"Maaf menyela ! Kedua nona - nona ini sudah menjadi milik saya sekarang." Dari arah belakang Michael dan Hendra muncul Satria. Michael dan Hendra berbalik dan terkejut saat melihatnya, termasuk Andini serta orang - orang yang berada disekitar mereka.
__ADS_1