Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 7


__ADS_3

Mereka berdua pun sampai ke tempat wahana mini rollercoaster. Diana dengan wajah senangnya sudah tak sabar ingin segera menaikinya.


"Selamat datang !" Keramahan yang diberikan oleh seorang pegawai menyambut kedatangan mereka berdua. Seperti biasa, Satria membalas kembali keramahannya dengan senyuman.


"Putri saya ingin menaiki mini rollercoasternya." Dengan perlahan Satria menurunkan Diana.


"Silahkan kartu voucher yang tuan miliki dapat di gesekan pada mesin ini !" Pegawai itu dengan sopan mengarahkan Satria ke mesin tersebut.


"Baiklah." Segera Satria mengeluarkan kartu tersebut dari dalam dompetnya. Dia pun lekas menggesekan kartu itu pada mesin tersebut.


"Terimakasih. Silahkan menaiki mini rollercoaster pada pemberhentian berikutnya. Dimohon tuan untuk menunggu sebentar."


Satria dan putrinya itu pun menunggu sejenak. Dengan sabar Diana mengayun - ayunkan tangan yang sedang di genggam oleh Satria untuk mengisi di sela waktu menunggunya. Satria yang melirik pada Diana pun ikut mengayunkan - ayunkan tangannya yang sedang menggenggam tangan kecil milik putrinya itu.

__ADS_1


Tak lama berselang, keretanya mulai berhenti. Para pegawai yang berjaga membantu menurunkan sebagian anak - anak yang sudah selesai. Anak - anak yang telah menunggu bersiap untuk gilirannya. Terdapat pula salah satu anak laki - laki yang tak ingin turun. Ibu dari anak laki - laki itu berusaha untuk membujuknya.


Namun, anak itu tetap tidak ingin turun sambil menggenggam pegangan pada kereta dengan sangat erat. Ibu anak laki - laki itu dan para pegawai pun dibuat kebingungan. Pengunjung lain mulai menjadi risih karena di anggap mengganggu jalannya wahana permainan yang anak mereka sendiri akan segera menaikinya.


"Apakah ada masalah ?" Satria datang menghampiri bersama putrinya dan menanyakan hal yang membuat anak laki - laki itu menolak untuk turun.


"Begini, anak laki - laki ini masih ingin untuk naik tapi isi kartu voucher yang di miliki oleh ibunya sudah habis. Ibunya ingin mengisi ulang kembali kartunya dan membawa anaknya, namun anaknya tidak mau turun. Walaupun anaknya di tinggal tetap saja memakan waktu saat mengisi ulang di kasir karena antri dan membuat pengunjung lain menunggu lama." Salah satu pegawai itu menjelaskan tentang apa yang sedang terjadi.


"Hei, boleh om tau siapa nama kamu ?" Dengan lembut Satria bertanya dan mengusap kepala anak laki - laki itu.


"Yoga." Suara yang terdengar pelan menjawab pertanyaan dari Satria.


"Yoga masih mau main lagi kan ?"

__ADS_1


"Iya."


"Kalau gitu janji dulu sama om, habis ini yoga harus menurut sama yang di katakan mama. Janji ?" Satria pun menunjukkan jari kelingkingnya.


"Iya, janji." Yoga membalas dengan mengikatkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Satria. Pengunjung di sekeliling terlihat tersentuh dengan apa yang di lakukan Satria untuk membujuk anak - laki tersebut.


"Untuk anak laki - laki ini biarkan dia ikut menaikinya lagi. Saya yang akan menanggungnya." Kembali Satria mengeluarkan kartu voucher dari dalam dompet dan beranjak menuju ke mesin untuk menggesekannya.


"Saya benar - benar mohon maaf dan berterimakasih pada anda, tuan." Sebuah pernyataan tulus dari ibu anak laki - laki itu yang datang menghampiri Satria.


"Tidak apa - apa. Yang penting semuanya sudah baik - baik saja."


Keadaan pun kembali seperti biasa. Anak - anak yang telah menunggu mulai menaiki ke tempat duduknya masing - masing, termasuk Diana.

__ADS_1


__ADS_2