Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 20


__ADS_3

"Siapa sangka kalau saat pendaftaran di situsnya waktu itu pada halaman terakhir terdapat pertanyaan - pertanyaan dengan durasi waktu. Pertanyaannya juga terbilang umum. Mungkin supaya langsung menyeleksi para peserta yang akan mendaftar. Wajar saja, sih. Dengan tanpa adanya biaya pendaftaran dan juga banyaknya keuntungan selama masa pelatihan, pasti pesertanya begitu banyak. Hal yang mengejutkan adalah setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan itu tak diberitahu nilai yang didapat, hanya sekedar mendapatkan sebuah selamat pada halamannya. Bagaimana kalau aku salah waktu itu ? Untung saja berhasil." Andini begitu terharu saat bergumam di dalam hatinya. Selama dalam perjalanan, Andini melihat pemandangan kota dari jendela bus hingga terlelap dalam tidur.


"Mbak.. Mbak.. Mbak.."


Tiba - tiba Andini terbangun dari tidurnya. Terlihat supir bus berada di dekatnya. Ia tersadar supir busnya sedang membangunkannya yang sejak tadi sedang tertidur.


"Sudah sampai, ya. Terimakasih sudah membangunkan saya, mas."


"Iya. Sama - sama, mbak."


Andini pun segera beranjak keluar dari dalam bus. Tak terasa ia sudah sampai di terminal yang di tuju. Andini sudah tak ingin berlama - lama lagi dan memutuskan untuk menuju ke asrama yang telah ditetapkan.

__ADS_1


Para peserta sudah ditetapkan akan berada di asrama sesuai wilayahnya. Setiap wilayah yang tersebar sudah tersedia masing - masing asrama dan tempat berlangsungnya pelatihan. Asrama dan tempat pelatihan Andini sendiri memakan waktu sekitar 2 jam dari tempat tinggalnya.


Sesampainya di halaman depan asrama, terlihat sejumlah peserta turut berdatangan. Andini pun segera masuk ke dalam. Saat masuk, Andini disambut pegawai asrama. Pegawai tersebut meminta berkas yang telah diterima bagi mereka yang telah berhasil lolos pada seleksi awal.


Berkas tersebut digunakan untuk mengambil kunci kamar asrama. Andini yang sudah melakukan proses tersebut segera pergi menuju ke kamarnya. Asrama dan tempat pelatihan pria maupun wanita dipisahkan agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Tak memakan waktu cukup lama untuk mencari, Andini pun sampai di depan pintu kamar sesuai nomer kunci yang telah diberikan. Namun tak hanya dirinya saja, seorang wanita pun juga telah berada tepat di samping Andini. Sejenak mereka berdua saling bertatap mata.


"Apakah kamu akan menempati kamar ini ?" Wanita itu bertanya sambil menunjukkan nomer kunci miliknya.


"Tunggu ! Kamu tidak salah. Setiap kamar memang ditempati oleh dua orang peserta."

__ADS_1


"Benarkah ? Syukurlah." Andini yang sempat kebingungan pun merasa lega mendengarnya. Seketika itu pun si wanita meminta berjabatan tangan. Dengan senang hati Andini menjabat tangannya.


"Namaku Putri Kencana Wangi. Salam kenal, ya."


"Iya. Perkenalkan, nama saya Andini Wirajaya."


"Kenapa kamu begitu formal ? Memangnya berapa usia mu ?" Wanita itu begitu penasaran dan pergi ke sisi Andini.


"Saya belum lama menginjak usia delapan belas tahun."


"Wah, muda sekali. Kalau begitu kamu harus memanggilku kakak, ya ! Usia ku sendiri sudah dua puluh empat tahun. Saat kita saling mengobrol, kamu tidak boleh terlalu formal, mengerti ?"

__ADS_1


"Mengerti, Kak Putri."


"Wah, lucunya ! Akhirnya aku memiliki seorang adik. Ayo kita lanjutkan mengobrolnya di dalam kamar !" Dengan cepat Putri memeluk erat Andini dan mereka berdua pun masuk ke dalam kamar. Andini tak mengira akan ada kejadian seperti itu.


__ADS_2