Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 22


__ADS_3

( 3 Bulan Kemudian )


Pagi harinya, di sebuah gedung sedang berlangsung pengumuman. Para peserta sedang duduk mendengarkan, termasuk Andini.


"Selamat bagi mereka yang telah berhasil. Di gedung ini, total peserta yang berhasil mencapai lima puluh orang. Tiga hari kedepan akan diadakan acara penutupan sekaligus serah terima sertifikat dan juga surat rekomendasi untuk langsung dipekerjakan. Khusus hari ini, kalian diperbolehkan pergi keluar. Pastikan sebelum pintu asrama ditutup kalian sudah kembali. Selama keluar, kalian akan diberikan sebuah kartu dari perusahaan kami. Kalian dapat membelanjakan barang apapun sesuai nominal yang sudah diberikan. Kartu ini hanya berlaku di cabang bisnis perusahaan kami. Pergunakanlah sebaik - baiknya ! Sekian dari saya, terimakasih."


Setelah selesai memberikan kartu tersebut, para peserta pun sudah diperbolehkan meninggalkan gedung. Andini yang juga sudah menerimanya, beranjak pergi menuju ke kamarnya. Setelah sampai, terlihat Putri sedang mempersiapkan sesuatu. Tak disangka Putri begitu cepat sampai di kamar daripada Andini.


"Andini. Kenapa kamu terlambat ? Ayo kita pergi jalan - jalan keluar ! Pertama kita akan pergi ke kebun binatang terdekat. Lalu terakhir kita akan bersenang - senang di Mall Center. Segeralah ganti pakaian mu !" Putri terlihat antusias mengenai hari ini.


"Baiklah, Kak Putri." Andini pun menurutinya dan segera bersiap - siap. Selama 3 bulan bersama - sama, mereka berdua sudah saling mengenal. Andini sudah mengetahui sifat dan perilaku Putri, begitu pun sebaliknya. Setelah selesai melakukan persiapan, keduanya pun beranjak pergi.


Akhirnya setelah menikmati waktu seharian di kebun binatang dan tempat lainnya, mereka pergi menuju ke Mall Center. Keduanya bergegas menuju ke bioskop karena sebentar lagi akan segera dimulai.

__ADS_1


"Coba lihat di sana, Kak Putri ! Ada banyak orang sedang berkumpul. Ditengah - tengahnya ada seorang pria yang sedang menggendong anak kecil." Andini tak menduga akan melihat kejadian seperti itu.


"Lupakan saja. Itu adalah hal biasa di tempat ini. Kemungkinan dia seorang artis yang sedang lewat. Ayo cepat ! Kita sudah tak ada banyak waktu lagi." Putri pun menarik tangan Andini. Keduanya dengan cepat menuju ke tempat bioskop.


Tak terasa waktu demi waktu dilewati, keduanya benar - benar asik menonton film layar lebar tersebut di bioskop Mall Center. Tidak hanya satu film, mereka menonton dua film sekaligus.


"Bagaimana menurutmu, Andini ?"


"Melelahkan, kak. Ngomong - ngomong, sekarang sudah malam saja."


"Memangnya kita mau kemana lagi, kak ?"


"Tentu saja kita akan pergi berbelanja pakaian. Dari tadi kan kita hanya menggunakan uang pribadi. Sekarang saatnya kita menggunakan kartu yang telah kita terima."

__ADS_1


"Kak Putri, sih. Mengajak ke tempat yang bukan termasuk cabang bisnis tempat kartu ini berlaku." Andini menggelengkan kepalanya dan terlihat kecewa.


"Kamu kan juga menikmatinya. Dasar rubah kecil." Dengan cepat Putri menggelitik bagian perut Andini untuk membuatnya tertawa. Setelah itu, mereka pun pergi ke toko pakaian dimana kartu yang mereka miliki dapat berlaku. Untuk mencarinya sangatlah mudah karena setiap papan nama toko memiliki sebuah tanda khusus yang sama dengan yang ada di kartu.


Waktu telah menunjukkan pukul 21.08 malam, mereka berdua sudah menemukan toko pakaiannya, keduanya pun masuk dan langsung disambut oleh salah satu pegawai.


"Selamat datang !" Pegawai tersebut menyapa dengan ramah dan mempersilahkan Andini dan Putri untuk berkeliling. Keduanya pun melihat - lihat apa yang disediakan oleh toko pakaian tersebut.


"Kak Putri. Ini semua sepertinya sangat mahal." Andini cukup ragu dengan apa yang akan dia pilih.


"Pilihlah saja yang kamu suka ! Kapan lagi kita bisa mendapatkan yang seperti ini. Aku mau mencoba ini terlebih dulu. Jangan sungkan, Andini !" Terlihat Putri sudah membawa beberapa setelan pakaian. Ia pun pergi menuju ke ruang ganti khusus wanita.


Sejenak Andini teringat ibunya, berhubung ia kebingungan untuk memilih pakaiannya sendiri, Andini pun mencarikan pakaian untuk ibunya terlebih dahulu.

__ADS_1


Waktu tak terasa sudah pukul 21.20 malam, Andini sudah mendapatkan pakaiannya dan juga untuk ibunya. Sedangkan Putri masih berada di dalam ruang ganti. Saat akan menuju ke meja kasir, Andini tersadar bahwa ada seorang pria yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian langsung menuju keluar pintu tanpa pergi ke kasir terlebih dahulu. Ia melihat tak ada seorang pegawai pun yang memperhatikan pria itu.


"Tunggu !" Andini berusaha memanggil pria itu. Ia khawatir pria itu melakukan hal yang tidak baik. Setelah mendengar dari panggilan Andini, pria itu pun terhenti.


__ADS_2